Powered by Blogger.

Popular Posts Today

Menkeu Tentukan Skema Dana Biayai Tol Sumatera

Written By Unknown on Saturday, January 26, 2013 | 4:48 PM


JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Keuangan Agus Martowardojo kini sedang membahas kemungkinan skema dana untuk PT Hutama Karya Persero. Perusahaan BUMN yang nantinya dikhususkan untuk pembangunan jalan tol itu akan diberikan mandat untuk membangun tol di Sumetera.


"Sumbernya bisa dari Penyertaan Modal Negara (PMN), soft loan agreement (SLA) atau penerbitan obligasi," kata Agus saat ditemui di kantornya, Jakarta, Jumat (25/1/2013).


Menurut Agus, opsi sumber dana untuk membiayai proyek-proyek infrastruktur tersebut memang bervariasi. Hal ini disebabkan nilai investasi yang diperlukan perseroan akan besar.


Apalagi, salah satu BUMN Karya tersebut hanya akan menerima mandat pembangunan proyek infrastruktur dari pemerintah. Jadi, tidak ada upaya untuk terlalu ;mengejar laba dalam setiap bisnisnya.


Cara ini berbeda dengan BUMN Karya lainnya seperti PT Adhi Karya Tbk (ADHI), PT Waskita Karya Tbk (WSKT) ataupun PT Pembangunan Perumahan Tbk (PTPP) yang masih berorientasi pada bisnis.


Sebagai tahap awal, PT Hutama Karya akan berupaya memperoleh izin dari Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) sebagai penyelenggara infrastruktur jalan tol. Selanjutnya, menunggu mandat dari pemerintah untuk membangun proyek jalan tol.


"Jadi kita tentukan skema pembiayaannya dan pembangunannya. Lantas bila untuk operasionalnya akan melibatkan pihak ketiga atau dioperasikan sendiri. Itu urusan nanti, terserah lah," tambahnya.


Seperti diberitakan, Menteri BUMN Dahlan Iskan memang sedang mengusahakan bagi PT Hutama Karya Persero untuk mendapat penyertaan modal negara (PMN). Suntikan dana segar ini akan dialokasikan untuk membangun proyek jalan tol di Sumatera.


"Memang Hutama Karya ini perlu modal besar untuk bangun jalan tol (Trans Sumatera). Kita lagi usulkan ke negara. Dia memang layak dapat PMN," kata Dahlan saat ditemui di Jakarta, Minggu (23/12/2012).


Menurut Dahlan, dana PMN ini sedikit berbeda dengan PMN bagi perusahaan BUMN lainnya. Jika PMN di perusahaan pelat merah lain bersifat menambah modal karena memang sedang merugi atau akan bangkit, tapi bagi Hutama Karya adalah suntikan sebagai modal untuk membangun proyek negara.


Hal itu karena Hutama Karya akan menjadi perusahaan penyelenggara konstruksi jalan tol non Terbuka. Sehingga proyek-proyek negara, khususnya konstruksi akan bisa dilakukan oleh perusahaan konstruksi pelat merah ini.


Nantinya, Hutama Karya akan berbeda dengan perusahaan konstruksi jalan tol pelat merah lain seperti PT Jasa Marga Tbk (JSMR). Sebab, Jasa Marga akan cenderung mencari profit dalam setiap operasionalnya.


Sementara Hutama Karya memang akan dijadikan sebagai kepanjangan tangan pemerintah dalam pembangunan proyek infrastruktur di tanah air. "Kita usulkan Hutama Karya dapat PMN Rp 15 triliun," tambahnya.












4:48 PM | 0 komentar | Read More

Susanto Hadapi Unggulan Utama




Susanto Hadapi Unggulan Utama





Penulis : Mahdi Muhammad | Sabtu, 26 Januari 2013 | 16:01 WIB













TAGAYTAY, KOMPAS.com — Grandmaster (GM) asal Indonesia, Susanto Megaranto, Sabtu (26/1/2013) sore ini, akan berhadapan dengan unggulan utama Kejuaraan Zonal 3.3 Asia, GM Wesley So, pada babak keenam dari sembilan babak yang dipertandingkan.


Pertemuan ini adalah pertemuan pertama kali setelah keduanya bertemu pada SEA Games XXVI di Palembang, akhir 2011. Susanto, yang kini berada di peringkat ketiga klasemen sementara turnamen dengan nilai 3,5 VP (victory point), mengatakan ingin mencoba mengulangi hasil yang dia raih pada ajang pesta olahraga negara-negara Asia Tenggara (ASEAN) tersebut.


Selain itu, menurut pecatur asal Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, ini, satu tiket ke Piala Dunia Catur 2013 juga menjadi targetnya. Pada kejuaraan kali ini, Susanto hanya menjadi unggulan kelima di bawah GM Wesley So dan GM Nguyen Ngoc Truong Son (Vietnam).


Susanto telah mengoleksi 3,5 VP dari lima babak yang dijalani. Sementara Wesley, unggulan utama, berada di puncak klasemen sementara dengan 4,5 VP.



















4:46 PM | 0 komentar | Read More

Anak Pedangdut Nassar Berhasil Ditemukan


Siti Nurjanah (Anak Nassar - Muzdhalifah) yang mengalami penculikan.

Siti Nurjanah (Anak Nassar - Muzdhalifah) yang mengalami penculikan. (sumber: BeritaSatu.com/Chairul Fikrie)




Drama penculikan putri pedangdut Nassar akhirnya selesai.

Jakarta -

Aparat Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya berhasil membebaskan Siti Nurjanah alias Nana, putri pengusaha Muzdalifah dan pedangdut Nassar "KDI".

"Anggota menemukan korban di daerah Cibubur, subuh (Sabtu) tadi," kata Kepala Subdirektorat Reserse Mobil Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Polisi Herry Heriawan saat dihubungi di Jakarta, Sabtu (26/1), dikutip dari kantor berita Antara.

Aparat Resmob Polda Metro Jaya membebaskan Nana dari penculik di Jalan S. Parman, Narogong, Cibubur, Sabtu sekitar pukul 03.30 WIB.

Herry menjelaskan Nana ditemukan dalam kondisi lemas dan mengantuk.

Pihak Muzdalifah dan suaminya, Nassar, telah mendapatkan informasi soal pembebasan putrinya tersebut. Belum ada keterangan lebih lanjut mengenai pembebasan dan kronologi penyelamatan Nana.

Nana diduga hilang diculik oleh pelaku saat di depan sekolahnya, SDN 6 Tangerang, Kamis (17/1).

4:46 PM | 0 komentar | Read More

Ketua DPW Nasdem Maluku Juga Hengkang


JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Partai Nasdem Isa Raharusun juga menyatakan mundur dari kepengurusan partai tersebut. Isa mengaku sudah tidak lagi cocok dengan mekanisme internal partai tersebut.


"Iya, betul. Jadi nanti pukul 17.00 waktu setempat, saya akan konferensi pers di Ambon untuk mengumumkan pengunduran diri saya," ujar Isa, Sabtu (26/1/2013), saat dihubungi wartawan.


Isa menuturkan, setelah konferensi pers itu, ia baru akan menyerahkan surat pengunduran dirinya ke Dewan Pimpinan Pusat Partai Nasdem di Jakarta.


"Bisa lewat jasa pengiriman atau bisa saya antarkan langsung," kata Isa.


Lebih lanjut ia menjelaskan, pengunduran dirinya ini adalah haknya sebagai individu. Ia mengaku kepergiannya dari Partai Nasdem karena tidak lagi memiliki ikatan emosional dengan partai itu.


"Saya sudah tidak nafsu di Nasdem," tuturnya.


Isa mengaku tidak lagi bersimpati dengan partai peserta pemilu nomor urut 1 itu karena suasana yang tidak lagi kondusif. Ia menuturkan sudah muncul tekanan-tekanan terhadap DPW di setiap wilayah untuk menyetujui pengukuhan Surya Paloh sebagai Ketua Umum Partai Nasdem.


"Kami ingin agar restorasi harus ditegakkan dengan demokrasi. Jadi, kami tidak mau dipaksa dalam melakukan proses pemilihan kongres. Ini kan sudah usung ikon restorasi, jadi nilai demokrasi harus dijunjung," kata Isa.


Sementara ini, dia melanjutkan, hanya dirinya yang mengundurkan diri dari kepengurusan DPW Maluku. Ia pun menegaskan tidak akan berusaha mengajak kader lain Partai Nasdem.












4:39 PM | 0 komentar | Read More

Jokowi Naik Moge Tinjau Banjir di Penjaringan

Jokowi Naik Moge Tinjau Banjir di PenjaringanKompas.com/ Kurnia Sari Aziza Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (berbaju putih) menerobos banjir Penjaringan, Jakarta Utara, Sabtu, (26/1/2013) dengan menggunakan motor gede Dinas Perhubungan DKI yang biasa ia gunakan sebagai voorijder. Di sana, ia tak hanya meninjau keadaan lokasi banjir, tapi juga memberikan bantuan berupa selimut, handuk, sembako, seragam, alat tulis, beras, dan sejumlah uang tunai.

JAKARTA, KOMPAS.com — Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo, Sabtu (26/1/2013) siang ini, meninjau lokasi banjir di Luar Batang, Penjaringan, Jakarta Utara. Kehadiran mantan Wali Kota Surakarta itu tampaknya menjadi angin segar bagi warga Luar Batang yang jarang mendapat bantuan karena lokasi wilayah yang sulit dilalui.


Sementara itu, berdasarkan pantauan Kompas.com di lokasi, warga menyambut kedatangan Jokowi. Suasana di lokasi yang semula ramai menjadi bertambah padat dan penuh sesak. Anak-anak pun saling dorong mengejar Jokowi. Beberapa dari mereka juga ada yang menangis karena saling dorong.


Sebelum melakukan kegiatan blusukan-nya, Jokowi sempat melaksanakan shalat dzuhur berjemaah bersama pengurus masjid dan sejumlah warga di Masjid Keramat Luar Batang. Di Masjid Keramat Luar Batang, Jokowi sempat menyerahkan bantuan berupa seragam sekolah, beras, sembako, mi instan, selimut, dan uang tunai.


Setelah beberapa menit menyerahkan bantuan, Jokowi melanjutkan kegiatannya menuju SDN Penjaringan 01/02 Jakarta Utara. Namun, tak seperti biasanya, Jokowi yang rela menceburkan dirinya ke dalam genangan banjir harus dibantu dengan menggunakan motor Dinas Perhubungan DKI yang biasa ia gunakan sebagai voorijder untuk menuju SDN Penjaringan 01/02.


Genangan air di kawasan itu memang tidak biasa. Genangan air di sana berwarna hitam dan banyak sampah menggenang. Saat ditanyakan hal ini, Jokowi mengaku karena tidak membawa sepatu boot, maka ia tak bisa menceburkan diri ke dalam banjir.


"Ya, gimana tadi lihat jalanan ada airnya. Pas ada airnya saya enggak bawa sepatu yang tinggi-tinggi itu loh. Kalau bawa sepatu, saya nyebur," kata Jokowi di lokasi banjir. Hingga pukul 13.30 WIB, Jokowi masih berada di lokasi untuk menyerahkan bantuan.


Banjir menerjang kawasan Penjaringan, Jakarta Utara, sejak Kamis, 17 Januari lalu. Ratusan rumah terendam dan kawasan ini berubah menjadi kolam renang raksasa. Ketinggian air yang merata tak menyisakan sedikit pun areal yang kering. Kondisi diperparah dengan menumpuknya sampah di pintu air Pluit.


Belum susutnya ketinggian air yang menggenangi kawasan Muara Baru, Jakarta Utara, diduga akibat terjadinya air pasang dari laut.


Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan ketinggian curah hujan akan terus naik hingga 27 Januari mendatang saat bulan purnama. Saat itu kondisi laut diperkirakan mengalami pasang sehingga pasokan air darat diperkirakan sulit masuk ke laut. Akibatnya, di beberapa daerah diperkirakan terjadi banjir rob cukup tinggi. Untuk diketahui, tiga perempat wilayah Jakarta Utara berada di bawah permukaan laut.












4:23 PM | 0 komentar | Read More

BI Ingatkan soal Tenaga Kerja Asing di Perbankan

Written By Unknown on Friday, January 25, 2013 | 4:48 PM





BI Ingatkan soal Tenaga Kerja Asing di Perbankan





Jumat, 25 Januari 2013 | 16:02 WIB












JAKARTA, KOMPAS.com - Regulator perbankan Indonesia kembali mengingatkan soal ketenaga kerjaan di perbankan. Tenaga kerja asing tidak boleh mayoritas.


“Kami mengingatkan dan sudah ada aturannya,” jelas Deputi Gubernur Bank Indonesia Halim Alamsyah, Jumat (25/1/2013).


Regulasi tersebut diatur dalam aturan BI No. 9/8/PBI/2007 tentang Pemanfaatan Tenaga Kerja Asing dan Program Alih Pengetahuan di Sektor Perbankan yang menyatakan, bahwa 50 persen atau lebih dari anggota Komisaris wajib berkewarganegaraan Indonesia. Ini terdapat dalam Pasal 12 ayat 3.


Halim melihat bila asing menempati posisi kunci dalam sebuah bank, itu adalah kebijakan tiap bank. "Bagaimana supervisory action-nya, kami akan lihat kekuatan bank, kebutuhan bank, dan bagaimana kesediaan bankir lokal kita," ucapnya.


Meski begitu, disebut Halim bahwa pihaknya terus mendorong porsi lokal di perbankan. "Saya selalu mendorong untuk memiliki bankir-bankir lokal yang tangguh," ujarnya.


Dalam draft Revisi UU Perbankan pun diatur mengenai Tenaga Kerja Asing. Pasal 56 ayat 1 menyatakan bahwa calon tenaga kerja asing harus membuat surat pernyataan kesanggupan (letter of commitment) untuk melaksanakan alih teknologi dan keahlian yang dimilikinya kepada tenaga kerja Indonesia yang mendampinginya. (Annisa Aninditya Wibawa/Kontan)





Sumber :


KONTAN



Editor :


Erlangga Djumena
















4:48 PM | 0 komentar | Read More

Desentralisasi Pelatnas Panahan Ditiadakan




Desentralisasi Pelatnas Panahan Ditiadakan





Penulis : Ismail Z | Jumat, 25 Januari 2013 | 16:00 WIB













JAKARTA, KOMPAS.com - Desentralisasi Pelatnas di Surabaya yang sempat diminta Pengurus Provinsi Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) Jawa Timur tidak jadi dilaksanakan. Pengurus Pusat Persani lebih memilih mengadakan sentralisasi Pelatnas di Jakarta untuk memudahkan kontrol terhadap atlet.


Demikian disampaikan Manager panahan SEA Games 2013 Alman Hudri di Jakarta, Jumat (25/01/2013). "Pelatnas panahan tidak dilakukan secara desentralisasi atau di daerah tetapi terpusat di Jakarta, sama seperti cabang olahraga lain. Hal itu dilakukan agar pengontrolan atlet lebih mudah dilakukan, baik oleh pengurus maupun Satlak Prima (Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas). Jadi kalau ada apa-apa cepat ditangani," kata Alman.


Pada SEA Games 2013 Myanmar, Perpani berencana mengirim 16 atlet putra dan putri yang akan turun di nomor compund maupun recurve. Para atlet yang akan diterjunkan dipilih dari 30 atlet yang saat ini dipanggil untuk mengikuti Pelatnas.



















4:46 PM | 0 komentar | Read More

VIDEO: jOBS, Film Steve Jobs yang Diperankan Ashton Kutcher


Ashton Kutcher sebagai Steve Jobs muda dalam film jOBS.

Ashton Kutcher sebagai Steve Jobs muda dalam film jOBS. (sumber: YouTube)




Film yang berjudul "jOBS" ini menceritakan tentang kehidupan Steve Jobs di awal karir Entrepreneur-nya dan perkembangan dirinya sebelum kini menjadi legenda bagi banyak orang.

Mungkin para pecinta film mengenal komedian Ashton Kutcher dari acara "Thats '70s Show" dan "Two and a Half Men", juga Josh Gad dari "Broadway's Book of Mormon" dan "TV's 1600 Penn". Tetapi kali ini, mereka bermain bersama-sama sebagai dua bersahabat jenius pendiri Apple Steve Jobs (Ashton Kutcher) dan Steve Wozniak (Josh Gad) dalam film bertajuk "jOBS".

Seperti dilansir pada insidemovies.ew.com, film ini akan tayang perdana hari Jumat (25/1) di Festival Film Sundance waktu setempat. Meskipun begitu, film ini baru akan mulai ditayangkan di bioskop mulai 19 April.

Aston Kutcher yang berperan sebagai Steve Jobs di film tersebut, menggunakan bulu tambahan pada mukanya. Karena sebagaimana diketahui, Steve Jobs muda memiliki kumis dan jenggot yang cukup lebat.

Secara garis besar, film ini menceritakan tentang kehidupan Steve Jobs di awal karir Entrepreneur-nya dan perkembangan dirinya sebelum kini menjadi legenda bagi banyak orang. Di film ini juga akan menggambarkan persahabatan antara Steve Jobs dan Steve Wozniak pada waktu muda.

Berikut cuplikan dari film jOBS:

4:46 PM | 0 komentar | Read More

Tolak Paloh Jadi Ketum, Sejuta Kader Nasdem DKI Akan Mundur




Partai Nasdem Pecah


Tolak Paloh Jadi Ketum, Sejuta Kader Nasdem DKI Akan Mundur





Penulis : Aditya Revianur | Jumat, 25 Januari 2013 | 16:15 WIB













JAKARTA, KOMPAS.com — Sekretaris Dewan Pimpinan Wilayah Partai Nasdem Provinsi DKI Jakarta Diflaizal Zen Koto mengatakan, sekitar 700.000 kader Partai Nasdem se-DKI Jakarta secara resmi mengundurkan diri pada Jumat (25/1/2013) ini. Jumlah ini, katanya, akan bertambah menjadi hingga sejuta kader yang akan meninggalkan partai ini.

"Tiga ratus ribu kader lagi siap mengundurkan diri. Jadi, jumlah kader yang mengundurkan diri nanti ada sejuta kader di seluruh DKI Jakarta," kata Zen Koto, di Kantor DPP Nasdem, Jakarta Pusat, siang ini.

Menurutnya, alasan hengkangnya ratusan ribu kader ini karena tak sejalan dengan keinginan pendiri Nasdem, Surya Paloh, yang ingin menjadi ketua umum. Ia mengungkapkan, para kader merasa aspirasinya tak dihiraukan dan hanya mengakomodasi kepentingan petinggi partai.

"Kami ini telah berperan meloloskan Nasdem menjadi peserta Pemilu 2014. Namun, kami dipinggirkan, suara kami tidak dihiraukan. Kami tidak akan lagi kembali ke Nasdem," ujarnya.

Seperti yang diberitakan, sejumlah pengurus teras Partai Nasdem sebelumnya juga telah menyatakan mengundurkan diri. Mereka yang mengundurkan diri adalah Hary Tanoesoedibjo (Ketua Dewan Pakar), Ahmad Rofiq (Sekretaris Jenderal), Saiful Haq (Wakil Sekretaris Jenderal), Endang Tirtana (mantan Ketua Internal DPP Partai Nasdem), Rustam Effendi (mantan Ketua DPW Partai Nasdem Jawa Barat), dan Ketua DPW Partai Nasdem DKI Jakarta Armyn Gultom.

Sementara itu, Partai Nasdem akan menyelenggarakan kongres selama dua hari pada hari ini dan Sabtu (26/1/2013) besok. Dalam kongres ini, Surya Paloh akan dikukuhkan sebagai ketua umum partai.

Berita terkait dapat diikuti dalam topik:
Dinamika Partai Demokrat






Editor :


Inggried Dwi Wedhaswary















4:39 PM | 0 komentar | Read More

Perampok Bank Muamalat Ditangkap Satpam





Perampok Bank Muamalat Ditangkap Satpam





Penulis : Fabian Januarius Kuwado | Jumat, 25 Januari 2013 | 15:46 WIB












JAKARTA, KOMPAS.com - Aksi perampokan yang dilakukan Rahmat (46) di Bank Muamalat, kawasan Yayasan Jenderal Sudirman, Jalan Pendidikan, Cijantung, Pasar Rebo, Jakarta Timur, Jumat (25/1/2013) pagi, digagalkan sendiri oleh satpam bank. Pelaku pun ditahan di ruang tahanan Kepolisian Sektor Pasa Rebo.

Berdasarkan pengakuan pelaku, ia datang ke Bank Muamalat tersebut sekitar pukul 12.30 WIB menggunakan sepeda motornya seorang diri. Dengan sebilah pisau berukuran sedang yang dibawanya dari rumahnya, pelaku kemudian mengancam empat orang perempuan teller bank yang tengah istirahat jeda shalat Jumat.

"Kondisi bank-nya memang lagi sepi. Saya ikat teller-nya pakai tali supaya enggak bergerak," ujarnya kepada Kompas.com, di ruang tahanan Kepolisian Sektor Pasar Rebo, Jumat siang.

Dalam aksinya, pelaku mengaku ikut mengancam empat orang teller bank. Seorang teller diketahui tengah mengandung tujuh bulan. Setelah keempat teller sudah dalam kondisi tidak berdaya, pelaku pun mengambil uang sebesar Rp 55.390.000 yang ada di atas meja dan melarikan diri dengan cara berlari. "Habis ngambil uang, saya langsung kabur ke luar. Tapi pegawainya teriak-teriak dari dalam. Akhirnya tertangkap satpam," lanjut pelaku.

Sekuriti tersebut memanggil aparat kepolisian dan membawanya ke kantor polisi berikut dengan barang bukti sebilah pisau dan uang hasil rampokannya. Hingga kini, pelaku serta empat orang teller yang menjadi korbannya pun masih diperiksa intensif di Polsek Pasar Rebo.






Editor :


Inggried Dwi Wedhaswary















4:23 PM | 0 komentar | Read More

RI-Sudan Perkuat Kerja Sama Ekonomi

Written By Unknown on Thursday, January 24, 2013 | 4:48 PM




Perdagangan Luar Negeri


RI-Sudan Perkuat Kerja Sama Ekonomi





Penulis : Eny Prihtiyani | Kamis, 24 Januari 2013 | 15:06 WIB












JAKARTA, KOMPAS.com — Tahun 2013 ini, Indonesia akan memiliki hubungan ekonomi yang lebih baik dengan Sudan. Harapan itu bukanlah harapan kosong mengingat sejak tahun 2011, KBRI Khartoum terus mendorong terjadinya peningkatan hubungan dagang Indonesia-Sudan, dengan mengorganisasi kunjungan bisnis ke Indonesia.


Hasilnya, telah banyak kontak dagang yang terjadi dan beberapa kesepakatan kerja sama perdagangan, antara lain ekspor glycerin ke Sudan yang mencapai 5.000 ton. Itu pun masih belum dapat memenuhi kebutuhan domestik Sudan.


Duta Besar RI untuk Sudan Sujatmiko, dalam siaran persnya, Kamis (24/1/2013), mengatakan, pada tahun 2012 beberapa pengusaha Indonesia telah datang ke Sudan, termasuk KH Said Aqil Siradj selaku Ketua Umum PBNU yang berkunjung pada Oktober lalu untuk menandatangani kesepakatan kerja sama tripartit Sudan-Indonesia-Malaysia di bidang peternakan.


Dia mengatakan, untuk mempromosikan produk Indonesia di Sudan, tahun ini pihaknya mengikuti pameran dengan menghadirkan produk-produk seperti sepatu olahraga dan bola, produk stationary, makanan ringan, mesin pertanian, pupuk, dan benih hibrida. Masyarakat Sudan semakin mengetahui bahwa produk Indonesia sangat beragam dan berkualitas.






Editor :


Marcus Suprihadi
















4:48 PM | 0 komentar | Read More

Sharapova: Saya Dipaksa Bertahan Terus



Tenis Australia Terbuka


Sharapova: Saya Dipaksa Bertahan Terus





Penulis : Rakaryan Sukarjaputra | Kamis, 24 Januari 2013 | 16:03 WIB













JAKARTA, KOMPAS.com — Petenis cantik asal Rusia yang diunggulkan bisa memenangi tunggal putri Australia Terbuka tahun ini, Maria Sharapova, mengaku tidak bisa berbuat banyak untuk mengalahkan Li Na.


Sharapova yang menempati unggulan kedua mengakui dirinya terus dipaksa bertahan sehingga akhirnya kalah 2-6, 2-6. "Dia bermain sangat hebat. Jelas sekali dia bermain lebih agresif ketimbang saya. Saya selalu berada dalam posisi bertahan. Dia mendiktekan permainannya pada saya," ungkapnya ketika memberikan keterangan pers seusai kekalahannya dari Li Na, sekaligus kegagalannya lolos ke final Australia Terbuka tahun ini.


Sharapova menambahkan, setiap kali dirinya mendapatkan peluang, dia selalu gagal memanfaatkannya. "Saya tidak yakin hari ini saya bermain seperti permainan saya biasanya," paparnya.


Di lapangan, Li Na memang selalu berhasil mementahkan upaya petenis Rusia itu untuk membalikkan keadaan. Dengan grounstroke-nya yang tajam, Sharapova yang berpostur lebih tinggi dari Li Na sering kali kesulitan untuk memukul bola yang memantul rendah itu dengan keras.


Usahanya men-spin bola sering kali tidak berhasil. Sharapova tidak sependapat jika kegagalannya mengalahkan Li Na adalah karena dalam perjalanannya hingga ke semifinal, dia tidak menghadapi lawan yang cukup berat.


"Saya tidak bisa berpikir seperti itu. Tentu saja saya tidak bisa menggunakan itu sebagai alasan. Setiap kali bertanding, saya selalu berusaha memenanginya dengan angka terbaik," kata Sharapova yang sesungguhnya juga belum memahami mengapa dia bisa kalah semudah itu dari Li Na.






Editor :


Marcus Suprihadi
















4:46 PM | 0 komentar | Read More

Perkumpulan Pencipta Lagu Dangdut Somasi MNC TV



Pernyataan AHCDI mengenai somasi ke MNC TV di kantor Wali Kota Jakarta, Rabu (23/1).

Pernyataan AHCDI mengenai somasi ke MNC TV di kantor Wali Kota Jakarta, Rabu (23/1). (sumber: Chairul Fikrie/ Beritasatu.com)



Dalam sebuah deskripsi program tayangan, MNC TV menuliskan,

Dalam sebuah deskripsi program tayangan, MNC TV menuliskan, "MNCTV sebagai satu-satunya stasiun teve yang secara konsisten, peduli pada perkembangan musik dangdut di tanah air, siap menyelenggarakan Malam Puncak MNCTV Dangdut Awards 2013." (sumber: MNC TV)





Selain MNC TV, Radio Dangdut Indonesia juga disomasi AHCDI

Jakarta -

Merasa tidak pernah dihargai oleh pihak MNC TV dan Radio Dangdut Indonesia membuat para pencipta lagu yang diwadahi Asosiasi Hak Cipta Dangdut Indonesia (AHCDI) mensomasi televisi dan radio milik MNC Group itu. Hal itu diumumkan pihak AHCDI melalui pernyataan sikapnya yang dibacakan oleh Ketua AHCDI Mara Karma Taib dalam acara ulang tahun Persatuan Artis Musik Melayu Indoesia (PAMMI) Jakarta di kantor Walikota Jakarta Selatan, Jakarta, Rabu (23/01) sore.

"Kami mengeluarkan pernyataan sikap mensomasi pihak MNC TV dan Radio Dangdut Indonesia karena mereka sama sekali tidak pernah membayarkan royalti kepada para pencipta lagu karena lagu mereka telah diputar dan disiarkan selama ini," ungkap Mara Karma.

Lebih lanjut Mara Karma menjelaskan, pihaknya hanya mengirimkan somasi ke MNC TV saja karena hanya stasiun itu saja yang khusus dangdut di Indonesia. "Kita menyomasi MNC TV dan Radio Dangdut Indonesia karena mereka yang terang-terangan sering memakai lagu dangdut. Jumlah yang belum dibayarkan yakni ribuan lagu dari hampir 300 pencipta lagu," ungkap Mara Karma.

Berikut pernyataan sikap yang dikeluar oleh AHCDI ;
1. Melarang pihak MNC TV dan Radio Dangdut Indonesia untuk memutar, menayangkan, dan menyiarkan lagu-lagu dangdut karya pencipta lagu yang tergabung dalam AHCDI sesuai dengan Undang-Undang Hak Cipta No. 19 tahun 2002 pasal 1 dan 72 sampai batas waktu yang belum ditentukan

2. Menuntut pihak MNC TV dan Radio Dangdut Indonesia untuk segera membayar royalti atas penggunaan lagu dangdut yang diputar, disiarkan, dan ditayangkan selama ini sesuai ketentuan yang berlaku.

3. Pelarangan atas pemutaran, penyiaran, dan atau penayangan lagu-lagu dangdut yang tergabung dalam AHCDI, berlaku sejak hal ini diumumkan.

4:46 PM | 0 komentar | Read More

Pindah ke Nasdem, Enggartiasto Lukito Mundur dari DPR




Politik


Pindah ke Nasdem, Enggartiasto Lukito Mundur dari DPR





Penulis : Sandro Gatra | Kamis, 24 Januari 2013 | 15:43 WIB













JAKARTA, KOMPAS.com — Politisi Enggartiasto Lukita secara terbuka menyampaikan pengunduran diri dari keanggotaan Partai Golkar dan keanggotaan di Dewan Perwakilan Rakyat. Enggar memilih bergabung dengan Partai Nasdem. Hal itu diungkap Enggar dalam jumpa pers di Kantor DPP Partai Nasdem di Jakarta, Kamis (24/1/2013). Jumpa pers itu dihadiri Ketua Umum DPP Nasdem Rio Capella, orang-orang yang mengaku mantan aktivis 1998 , dan para pengacara muda yang dipimpin OC Kaligis.


Enggar mengatakan, surat pengunduran diri dari Golkar sudah ia sampaikan kepada Ketua Umum DPP Golkar Aburizal Bakrie, Sekretaris Jenderal DPP Idrus Marham, dan Ketua Fraksi Golkar di DPR Setya Novanto.

"Seiring dengan itu, sejak kemarin saya mengundurkan diri dari keanggotaan DPR," kata Enggar disambut para kader Nasdem yang hadir.


Enggar sudah menjadi anggota Partai Golkar sejak 1979. Dia mulai masuk ke Parlemen tahun 1997-1999 sebagai anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat. Engggar lalu menjadi anggota DPR periode 1999-2004, 2004-2009, dan 2009-2014 dari daerah pemilihan Jawa Barat. Terakhir, dia berada di Komisi I DPR dari Fraksi Golkar.






Editor :


Inggried Dwi Wedhaswary















4:39 PM | 0 komentar | Read More

Anak-anak Pun Mendambakan Jokowi


JAKARTA,KOMPAS.com - Pengungsi korban banjir di Posko Pengungsian Gereja Koinonia, Jalan Matraman, Jakarta Timur, yang didominasi anak-anak menginginkan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Joko Widodo mendatangi tempat tersebut.

Najwa (6) pengungsi dari Pisangan, Kampung Melayu mengatakan dirinya ingin bertemu Jokowi.  "Mau Pak Jokowi datang ke sini biar senang," katanya.

Angel (11) Warga Kebon Pala juga menginginkan hal sama dengan Najwa. "Ingin ketemu Pak Jokowi, nanti mau salaman," katanya. Siswi kelas enam SD tersebut mengaku kenal dengan sosok Jokowi, tetapi tidak tahu jika tokoh yang sering "blusukan" tersebut merupakan Gubernur DKI Jakarta.

Fitri (12) warga Bukit Duri juga berharap Jokowi datang ke posko pengungsian tersebut. "Kalau Pak Jokowi datang, saya mau bilang tempat tinggal saya yang di bantaran kali jangan digusur, kalinya saja dibenahi," katanya.

Siswi kelas tujuh SMP tersebut mengaku ingin segera pulang ke rumahnya karena sudah sejak Rabu (16/1/2013) bertahan di pengungsian. "Ingin pulang, ingin sekolah lagi," katanya.

Berdasarkan pantauan, posko pengungsian di Gereja Koinonia didominasi anak-anak, balita, dan bayi. Menurut data yang terakhir dihimpun, sebanyak 85 balita usia satu hingga lima tahun dan 12 bayi usia nol hingga enam bulan masih bertahan di pengungsian tersebut. Selain itu, terdapat 50 anak-anak usia enam hingga 12 tahun.

Masih terdapat sekitar 800 lebih pengungsi dari 220 kepala keluarga dari berbagai daerah di Jakarta Timur, meliputi Kelurahan Bukit Duri, Kebon Pala, Kampung Pulo, Kampung Melayu, dan Jatinegara.

Sejumlah relawan juga menghibur anak-anak dengan bernyanyi bersama dan bercerita di tengah-tengah pelayanan pengobatan gratis. Anak-anak antusias ketika ada salah seorang dari mereka berteriak,"Ada Jokowi ... Jokowi!".

Menurut Koordinator Posko Pengungsian Gereja Koinonia Tito, belum ada Pemprov DKI Jakarta yang mendatangi pengungsian tersebut. "Baru ada Menteri Kesehatan yang berkunjung pada hari Sabtu (19/1/2013) lalu," katanya.

Namun, dia menilai pengungsi, terutama anak-anak, perlu didatangi dan dihibur, terutama oleh Gubernur Jokowi yang sangat dikenal oleh mereka. "Mereka butuh perhatian, terutama gubernurnya, Jokowi untuk menyambangi, mereka kan warganya juga," katanya.

Tito menilai kedatangan Jokowi akan berpengaruh pada psikologis anak-anak tersebut. "Setidaknya datang karena sangat berpengaruh buat psikologis mereka. Kami masih menunggu," katanya.













4:23 PM | 0 komentar | Read More

KOMPAS.com - Bisnis Keuangan

Written By Unknown on Wednesday, January 23, 2013 | 4:48 PM

KOMPAS.com - Bisnis KeuanganKOMPAS.comBUMI dan BRAU Lolos dari TuduhanBI: Redenominasi, Inflasi AmanHarga Rumah Makin LiarIndonesia Kekurangan PilotIntraco Penta Targetkan Penjualan Naik 20 PersenBI Arahkan Rupiah ke Nilai WajarBKF Usul Kendaraan Pribadi Dilarang Pakai BBM BersubsidiAsian Agri Masih Menunggu Salinan Keputusan MABank Mandiri Kucuri XL Rp 3 TriliunApa Dampak jika Redenominasi Tidak DilakukanMenkeu: Nilai Tukar Rupiah Terlalu RendahLemak Alkohol Bebas Tuduhan Dumping dari UEHarga Emas Antam Mulai MerosotBCA Tak Khawatir Pengawasan Konglomerasi OJKHarga Minyak Melesat Naik


Notice: Undefined index: HTTP_USER_AGENT in /www/cyb2-wskcwp-02/public_html/kompascom2011/index.php on line 13
http://www.kompas.com/ News and Service Wed , 23 Jan 2013 16:20:11 +0000 id 2013 Kompas Cyber Media hourly 1 http://www.kompas.com http://www.kompas.com/data/images/logo_kompas_putih.gif 144 20 KOMPAS.com, Lebih Lengkap, Lebih Luas http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/23/16012826/BUMI.dan.BRAU.Lolos.dari.Tuduhan Wed , 23 Jan 2013 16:01:28 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/09/25/0150549t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Penyelidikan atas tuduhan penyelewengan keuangan di PT Bumi Resources Tbk BUMI dan PT Berau Coal Energy Tbk BRAU berakhir anti-klimaks. <a href="http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/23/16012826/BUMI.dan.BRAU.Lolos.dari.Tuduhan">[...]</a> http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/23/16012826/BUMI.dan.BRAU.Lolos.dari.Tuduhan http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/23/15314230/BI.Redenominasi..Inflasi.Aman Wed , 23 Jan 2013 15:31:42 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/01/11/1354307-pri-gubernur-bank-indonesia-darmin-nasution-t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Bank Indonesia BI meyakinkan rencana redenominasi Rupiah tidak akan meningkatkan angka inflasi. <a href="http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/23/15314230/BI.Redenominasi..Inflasi.Aman">[...]</a> http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/23/15314230/BI.Redenominasi..Inflasi.Aman http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/23/15251090/Harga.Rumah.Makin.Liar Wed , 23 Jan 2013 15:25:10 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/10/05/1231564t.JPG" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Tiga tahun terakhir, harga rumah dan apartemen di Jakarta dan sekitarnya terus melonjak. <a href="http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/23/15251090/Harga.Rumah.Makin.Liar">[...]</a> http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/23/15251090/Harga.Rumah.Makin.Liar http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/23/14385987/Indonesia.Kekurangan.Pilot Wed , 23 Jan 2013 14:38:59 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2011/06/22/0907402t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono menyatakan, industri penerbangan Indonesia kekurangan pilot. <a href="http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/23/14385987/Indonesia.Kekurangan.Pilot">[...]</a> http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/23/14385987/Indonesia.Kekurangan.Pilot http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/23/14203811/Intraco.Penta.Targetkan.Penjualan.Naik.20.Persen. Wed , 23 Jan 2013 14:20:38 UTC+0700Pertumbuhan industri tersebut cenderung meningkat, maka kebutuhan terhadap alat berat akan meningkat pula <a href="http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/23/14203811/Intraco.Penta.Targetkan.Penjualan.Naik.20.Persen.">[...]</a> http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/23/14203811/Intraco.Penta.Targetkan.Penjualan.Naik.20.Persen. http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/23/13401821/BI.Arahkan.Rupiah.ke.Nilai.Wajar Wed , 23 Jan 2013 13:40:18 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/01/05/1413202-pri--rupiah-menguat-tipis-terhadap-dollar-as--t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Pergerakan nilai tukar rupiah saat ini dinilai tidak mencerminkan kondisi fundamental perekonomian Indonesia. <a href="http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/23/13401821/BI.Arahkan.Rupiah.ke.Nilai.Wajar">[...]</a> http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/23/13401821/BI.Arahkan.Rupiah.ke.Nilai.Wajar http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/23/13241088/BKF.Usul.Kendaraan.Pribadi.Dilarang.Pakai.BBM.Bersubsidi Wed , 23 Jan 2013 13:24:10 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/01/12/1230338-pri--antisipasi-kuota-bbm-bersubsidi-jebol--t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral ESDM Nomor 1 Tahun 2013 tentang pengendalian Penggunaan Bahan Bakar Minyak BBM dinilai tidak <a href="http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/23/13241088/BKF.Usul.Kendaraan.Pribadi.Dilarang.Pakai.BBM.Bersubsidi">[...]</a> http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/23/13241088/BKF.Usul.Kendaraan.Pribadi.Dilarang.Pakai.BBM.Bersubsidi http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/23/1217375/Asian.Agri.Masih.Menunggu.Salinan.Keputusan.MA Wed , 23 Jan 2013 12:17:37 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2010/04/09/2243494t.JPG" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Asian Agri Group masih menunggu salinan keputusan resmi Mahkamah Agung terkait putusan denda sebesar Rp 1,25 triliun. <a href="http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/23/1217375/Asian.Agri.Masih.Menunggu.Salinan.Keputusan.MA">[...]</a> http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/23/1217375/Asian.Agri.Masih.Menunggu.Salinan.Keputusan.MA http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/23/11331517/Bank.Mandiri.Kucuri.XL.Rp.3.Triliun Wed , 23 Jan 2013 11:33:15 UTC+0700PT Bank Mandiri Tbk BMRI memberikan pinjaman kepada PT XL Axiata Tbk EXCL sebesar Rp 3 triliun. <a href="http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/23/11331517/Bank.Mandiri.Kucuri.XL.Rp.3.Triliun">[...]</a> http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/23/11331517/Bank.Mandiri.Kucuri.XL.Rp.3.Triliun http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/23/11130521/Apa.Dampak.jika.Redenominasi.Tidak.Dilakukan Wed , 23 Jan 2013 11:13:05 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/12/19/1246128-menyusun-uang-t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Menteri Keuangan Agus Martowardojo menjelaskan pemerintah akan melakukan redenominasi rupiah. <a href="http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/23/11130521/Apa.Dampak.jika.Redenominasi.Tidak.Dilakukan">[...]</a> http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/23/11130521/Apa.Dampak.jika.Redenominasi.Tidak.Dilakukan http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/23/10525572/Menkeu.Nilai.Tukar.Rupiah.Terlalu.Rendah Wed , 23 Jan 2013 10:52:55 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/01/12/1316412-pri-uang-rupiah-t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Nilai tukar rupiah yang terlalu rendah terhadap dollar AS adalah salah satu alasan di balik rencana melakukan redenominasi mata uang. <a href="http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/23/10525572/Menkeu.Nilai.Tukar.Rupiah.Terlalu.Rendah">[...]</a> http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/23/10525572/Menkeu.Nilai.Tukar.Rupiah.Terlalu.Rendah http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/23/10105686/Lemak.Alkohol.Bebas.Tuduhan.Dumping.dari.UE Wed , 23 Jan 2013 10:10:56 UTC+0700Perusahaan Indonesia melakukan upaya hukum dengan mengajukan gugatan ke European Court of Justice ECJ pada awal Januari 2012. <a href="http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/23/10105686/Lemak.Alkohol.Bebas.Tuduhan.Dumping.dari.UE">[...]</a> http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/23/10105686/Lemak.Alkohol.Bebas.Tuduhan.Dumping.dari.UE http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/23/09522599/Harga.Emas.Antam.Mulai.Merosot Wed , 23 Jan 2013 09:52:25 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/01/15/1147582-kum--harga-emas-turun-tipis--t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Harga emas Antam mengalami penurunan sebesar Rp 1.000 per gram, baik untuk harga jual maupun harga pembelian kembali. <a href="http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/23/09522599/Harga.Emas.Antam.Mulai.Merosot">[...]</a> http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/23/09522599/Harga.Emas.Antam.Mulai.Merosot http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/23/09502423/BCA.Tak.Khawatir.Pengawasan.Konglomerasi.OJK Wed , 23 Jan 2013 09:50:24 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/01/20/1551445t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">PT Bank Central Asia Tbk BCA menyebut tidak khawatir mengenai Otoritas Jasa Keuangan OJK yang akan melakukan pengawasan terhadap konglomerasi. <a href="http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/23/09502423/BCA.Tak.Khawatir.Pengawasan.Konglomerasi.OJK">[...]</a> http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/23/09502423/BCA.Tak.Khawatir.Pengawasan.Konglomerasi.OJK http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/23/09381873/Harga.Minyak.Melesat.Naik Wed , 23 Jan 2013 09:38:18 UTC+0700Kepercayaan investor di Jerman yang melonjak pesat mendongkrak harga minyak mentah dunia. Harga minyak mentah Februari naik 68 sen per barrel. <a href="http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/23/09381873/Harga.Minyak.Melesat.Naik">[...]</a> http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/23/09381873/Harga.Minyak.Melesat.Naik


KOMPAS.com - Bisnis KeuanganKOMPAS.comBUMI dan BRAU Lolos dari TuduhanBI: Redenominasi, Inflasi AmanHarga Rumah Makin LiarIndonesia Kekurangan PilotIntraco Penta Targetkan Penjualan Naik 20 PersenBI Arahkan Rupiah ke Nilai WajarBKF Usul Kendaraan Pribadi Dilarang Pakai BBM BersubsidiAsian Agri Masih Menunggu Salinan Keputusan MABank Mandiri Kucuri XL Rp 3 TriliunApa Dampak jika Redenominasi Tidak DilakukanMenkeu: Nilai Tukar Rupiah Terlalu RendahLemak Alkohol Bebas Tuduhan Dumping dari UEHarga Emas Antam Mulai MerosotBCA Tak Khawatir Pengawasan Konglomerasi OJKHarga Minyak Melesat Naik


Notice: Undefined index: HTTP_USER_AGENT in /www/cyb2-wskcwp-02/public_html/kompascom2011/index.php on line 13
http://www.kompas.com/ News and Service Wed , 23 Jan 2013 16:20:11 +0000 id 2013 Kompas Cyber Media hourly 1 http://www.kompas.com http://www.kompas.com/data/images/logo_kompas_putih.gif 144 20 KOMPAS.com, Lebih Lengkap, Lebih Luas http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/23/16012826/BUMI.dan.BRAU.Lolos.dari.Tuduhan Wed , 23 Jan 2013 16:01:28 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/09/25/0150549t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Penyelidikan atas tuduhan penyelewengan keuangan di PT Bumi Resources Tbk BUMI dan PT Berau Coal Energy Tbk BRAU berakhir anti-klimaks. <a href="http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/23/16012826/BUMI.dan.BRAU.Lolos.dari.Tuduhan">[...]</a> http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/23/16012826/BUMI.dan.BRAU.Lolos.dari.Tuduhan http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/23/15314230/BI.Redenominasi..Inflasi.Aman Wed , 23 Jan 2013 15:31:42 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/01/11/1354307-pri-gubernur-bank-indonesia-darmin-nasution-t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Bank Indonesia BI meyakinkan rencana redenominasi Rupiah tidak akan meningkatkan angka inflasi. <a href="http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/23/15314230/BI.Redenominasi..Inflasi.Aman">[...]</a> http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/23/15314230/BI.Redenominasi..Inflasi.Aman http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/23/15251090/Harga.Rumah.Makin.Liar Wed , 23 Jan 2013 15:25:10 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/10/05/1231564t.JPG" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Tiga tahun terakhir, harga rumah dan apartemen di Jakarta dan sekitarnya terus melonjak. <a href="http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/23/15251090/Harga.Rumah.Makin.Liar">[...]</a> http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/23/15251090/Harga.Rumah.Makin.Liar http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/23/14385987/Indonesia.Kekurangan.Pilot Wed , 23 Jan 2013 14:38:59 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2011/06/22/0907402t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono menyatakan, industri penerbangan Indonesia kekurangan pilot. <a href="http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/23/14385987/Indonesia.Kekurangan.Pilot">[...]</a> http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/23/14385987/Indonesia.Kekurangan.Pilot http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/23/14203811/Intraco.Penta.Targetkan.Penjualan.Naik.20.Persen. Wed , 23 Jan 2013 14:20:38 UTC+0700Pertumbuhan industri tersebut cenderung meningkat, maka kebutuhan terhadap alat berat akan meningkat pula <a href="http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/23/14203811/Intraco.Penta.Targetkan.Penjualan.Naik.20.Persen.">[...]</a> http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/23/14203811/Intraco.Penta.Targetkan.Penjualan.Naik.20.Persen. http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/23/13401821/BI.Arahkan.Rupiah.ke.Nilai.Wajar Wed , 23 Jan 2013 13:40:18 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/01/05/1413202-pri--rupiah-menguat-tipis-terhadap-dollar-as--t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Pergerakan nilai tukar rupiah saat ini dinilai tidak mencerminkan kondisi fundamental perekonomian Indonesia. <a href="http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/23/13401821/BI.Arahkan.Rupiah.ke.Nilai.Wajar">[...]</a> http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/23/13401821/BI.Arahkan.Rupiah.ke.Nilai.Wajar http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/23/13241088/BKF.Usul.Kendaraan.Pribadi.Dilarang.Pakai.BBM.Bersubsidi Wed , 23 Jan 2013 13:24:10 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/01/12/1230338-pri--antisipasi-kuota-bbm-bersubsidi-jebol--t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral ESDM Nomor 1 Tahun 2013 tentang pengendalian Penggunaan Bahan Bakar Minyak BBM dinilai tidak <a href="http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/23/13241088/BKF.Usul.Kendaraan.Pribadi.Dilarang.Pakai.BBM.Bersubsidi">[...]</a> http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/23/13241088/BKF.Usul.Kendaraan.Pribadi.Dilarang.Pakai.BBM.Bersubsidi http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/23/1217375/Asian.Agri.Masih.Menunggu.Salinan.Keputusan.MA Wed , 23 Jan 2013 12:17:37 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2010/04/09/2243494t.JPG" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Asian Agri Group masih menunggu salinan keputusan resmi Mahkamah Agung terkait putusan denda sebesar Rp 1,25 triliun. <a href="http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/23/1217375/Asian.Agri.Masih.Menunggu.Salinan.Keputusan.MA">[...]</a> http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/23/1217375/Asian.Agri.Masih.Menunggu.Salinan.Keputusan.MA http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/23/11331517/Bank.Mandiri.Kucuri.XL.Rp.3.Triliun Wed , 23 Jan 2013 11:33:15 UTC+0700PT Bank Mandiri Tbk BMRI memberikan pinjaman kepada PT XL Axiata Tbk EXCL sebesar Rp 3 triliun. <a href="http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/23/11331517/Bank.Mandiri.Kucuri.XL.Rp.3.Triliun">[...]</a> http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/23/11331517/Bank.Mandiri.Kucuri.XL.Rp.3.Triliun http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/23/11130521/Apa.Dampak.jika.Redenominasi.Tidak.Dilakukan Wed , 23 Jan 2013 11:13:05 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/12/19/1246128-menyusun-uang-t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Menteri Keuangan Agus Martowardojo menjelaskan pemerintah akan melakukan redenominasi rupiah. <a href="http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/23/11130521/Apa.Dampak.jika.Redenominasi.Tidak.Dilakukan">[...]</a> http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/23/11130521/Apa.Dampak.jika.Redenominasi.Tidak.Dilakukan http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/23/10525572/Menkeu.Nilai.Tukar.Rupiah.Terlalu.Rendah Wed , 23 Jan 2013 10:52:55 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/01/12/1316412-pri-uang-rupiah-t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Nilai tukar rupiah yang terlalu rendah terhadap dollar AS adalah salah satu alasan di balik rencana melakukan redenominasi mata uang. <a href="http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/23/10525572/Menkeu.Nilai.Tukar.Rupiah.Terlalu.Rendah">[...]</a> http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/23/10525572/Menkeu.Nilai.Tukar.Rupiah.Terlalu.Rendah http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/23/10105686/Lemak.Alkohol.Bebas.Tuduhan.Dumping.dari.UE Wed , 23 Jan 2013 10:10:56 UTC+0700Perusahaan Indonesia melakukan upaya hukum dengan mengajukan gugatan ke European Court of Justice ECJ pada awal Januari 2012. <a href="http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/23/10105686/Lemak.Alkohol.Bebas.Tuduhan.Dumping.dari.UE">[...]</a> http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/23/10105686/Lemak.Alkohol.Bebas.Tuduhan.Dumping.dari.UE http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/23/09522599/Harga.Emas.Antam.Mulai.Merosot Wed , 23 Jan 2013 09:52:25 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/01/15/1147582-kum--harga-emas-turun-tipis--t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Harga emas Antam mengalami penurunan sebesar Rp 1.000 per gram, baik untuk harga jual maupun harga pembelian kembali. <a href="http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/23/09522599/Harga.Emas.Antam.Mulai.Merosot">[...]</a> http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/23/09522599/Harga.Emas.Antam.Mulai.Merosot http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/23/09502423/BCA.Tak.Khawatir.Pengawasan.Konglomerasi.OJK Wed , 23 Jan 2013 09:50:24 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/01/20/1551445t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">PT Bank Central Asia Tbk BCA menyebut tidak khawatir mengenai Otoritas Jasa Keuangan OJK yang akan melakukan pengawasan terhadap konglomerasi. <a href="http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/23/09502423/BCA.Tak.Khawatir.Pengawasan.Konglomerasi.OJK">[...]</a> http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/23/09502423/BCA.Tak.Khawatir.Pengawasan.Konglomerasi.OJK http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/23/09381873/Harga.Minyak.Melesat.Naik Wed , 23 Jan 2013 09:38:18 UTC+0700Kepercayaan investor di Jerman yang melonjak pesat mendongkrak harga minyak mentah dunia. Harga minyak mentah Februari naik 68 sen per barrel. <a href="http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/23/09381873/Harga.Minyak.Melesat.Naik">[...]</a> http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/23/09381873/Harga.Minyak.Melesat.Naik


4:48 PM | 0 komentar | Read More

Pengakuan Lance Armstrong Ditonton 28 Juta Orang


JAKARTA, KOMPAS.com — Wawancara Lance Armstrong bersama Oprah Winfrey, melalui siaran TV kabel Oprah Winfrey Network, disaksikan oleh sekitar 28 juta penonton di seluruh dunia.


Dalam wawancara itu, Armstrong mengaku telah menggunakan doping selama bertahun-tahun menjadi seorang atlet balap sepeda. Demikian kata sumber Reuters, di Los Angeles, Selasa (22/1/2013).


Penonton acara tersebut diperkirakan dari Amerika berjumlah sekitar 12,2 juta orang dan belahan bumi lain diperkirakan sekitar 15 juta orang. Adapun yang menonton melalui tayangan online Oprah.com sekitar 800.000 orang.


Wawancara eksklusif tersebut berlangsung dalam dua bagian, masing-masing berdurasi sekitar 2,5 jam. Wawancara itu disiarkan ke lebih dari 190 negara dalam 30 bahasa melalui jaringan TV kabel.


Di Amerika Serikat, sejak awal, acara tersebut telah menyedot banyak perhatian penonton saat Armstrong secara dramatis mengakui telah menggunakan doping untuk semua tujuh gelar juara Tour de France yang diraihnya.


Sekitar 3,2 juta orang Amerika menyaksikan acara itu pada Kamis malam pertama disiarkan, kemudian saat tayangan ulang meningkat menjadi 4,3 juta orang.


Pada hari Jumat, jumlah penonton sekitar 1,8 juta orang, kemudian meningkat di tayangan ulang menjadi menjadi 2,4 juta orang. Namun, wawancara bersama Armstrong pada hari Kamis belum bisa memecahkan rekor jumlah penonton saat wawancara bersama keluarga dari Whitney Houston di akhir Maret 2012 dengan jumlah 3,5 juta penonton di AS.


Akan tetapi, OWN mengatakan siaran pada hari Jumat menandai rekor rating tertinggi dari penayangan acara di TV kabel dalam jangka pendek sampai saat ini.


Winfrey berhenti bersiaran di TV AS untuk acara Oprah Winfrey Show tahun 2011 setelah 25 tahun acara itu berlangsung. Winfrey kemudian meluncurkan Oprah Winfrey Network (OWN), sebuah program yang berorientasi pada gaya hidup, khususnya untuk para wanita muda yang telah berjuang untuk menemukan pijakan.


Wawancara bersama Armstrong sendiri berlangsung dari permintaan para pengemar Winfrey.






Editor :


Tjahja Gunawan Diredja









4:46 PM | 0 komentar | Read More

Sambil Menangis, Nikita Mirzani Sangkal Tuduhan


Nikita Mirzani yang jatuh pingsan usai sidang di PN Jakarta Selatan, Rabu (23/1).

Nikita Mirzani yang jatuh pingsan usai sidang di PN Jakarta Selatan, Rabu (23/1). (sumber: Beritasatu.com/Chairul Fikrie)




Nikita mengaku tidak melakukan tindakan yang dituduhkan.

Rasanya beban berat kini tengah dihadapi artis dan pemain film Nikita Mirzani. Beban berat itu membuat Nikita Mirzani jatuh pingsan usai menjalani sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (23/1).

Nikita pingsan setelah terkejut mendengar bantahan atas eksepsi yang diajukannya pekan lalu.

"Aku dari pagi memang sudah panas badannya. Terus tadi didepan hakim saat sidang sempat bengong dan nge-blank," ungkap Nikita.

Nikita juga mengakui dirinya sedih dan menangis bila memikirkan kasus penganiayaan yang dituduhkan kepadanya.

"Aku menangis karena aku mengingat tuduhan pemukulan itu. Padahal aku tidak melakukan itu. Tapi kenapa dia (korban Beverly) bilang begitu," ungkap artis kelahiran 17 Maret 1986 itu.

Lebih lanjut Nikita mengungkapkan bukan dialah yang melakukan tindakan peenganiayaan itu, tapi temannya bernama Army yang telah melakukannya.

"Demi Allah gak ada tindakan pemukulan kepada korban dan tidak benar bila aku melakukan penamparan juga pelemparan gelas. Semua itu yang melakukan Army, yang aku lakukan hanya melerai," lanjut pemain film 'Nenek Gayung' itu

Ibu satu anak itu juga mengaku tidak ingin lagi mengenal Army karena tuduhannya itulah yang membuat dirinya dijebloskan ke Tahanan Polda beberapa waktu lalu.

"Aku gak mau ketemu ama dia (Army) lagi. Dia yang bikin aku mendekam dipenjara kemarin," tegasnya, sambil menangis.

"Aku berharap seemuanya cepat selesai. Nanti kita bisa sama-sama melihat CCTV nya. Semoga kebenaran bisaa terungkap."

4:46 PM | 0 komentar | Read More

Jelang Pemilihan Hakim Agung, KY Usul Tolak 1 Calon


JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) akan segera memilih delapan hakim agung dari 24 calon yang telah menjalani uji kelayakan dan kepatutan selama hampir dua pekan. Namun, menjelang pemilihan itu, Komisi III menerima surat dari Komisi Yudisial (KY) yang isinya berisi usulan penolakan salah satu hakim yang dianggap tidak bersih, yakni Nommy HT Siahaan.


Adanya surat ini pun dibenarkan oleh Ketua Komisi III I Gede Pasek Suardika. Menurut Pasek, seharusnya KY tidak usah mengirim surat lagi karena proses sepenuhnya menjadi kewenangan Komisi III. Apalagi, surat itu berdasarkan pendapat pribadi seorang yang tidak diketahui latar belakangnya.


"KY harusnya tidak usah kirim surat lagi, apalagi personal. Ini kan tidak pas," tukas Pasek, Rabu (23/1/2013), di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta.


Seperti diketahui, Komisi III telah merampungkan seleksi 24 calon hakim agung. Seluruh calon hakim agung itu merupakan hasil seleksi awal yang dilakukan Komisi Yudisial. Pasek pun menyayangkan sikap KY yang mengirimkan surat usulan penolakan terhadap salah satu calom hakim agung itu. Seharusnya, hal ini sudah terdeteksi lebih dulu oleh KY di tahap awal.


"Ini ternyata belum final tapi sudah dilimpahkan ke sini," tutur Pasek.


Adapun, surat yang diterima Komisi III DPR itu dikirimkan oleh Ketua KY Eman Suparman pada tanggal 16 Januari 2012 silam. Surat ini baru disebar sekretariat komisi ke seluruh anggota Komisi III.


Isi surat itu adalah sebagai berikut:


16 Januari 2013


Kepada:Ketua DPR RI dan Ketua Komisi III DPR
Bersama ini dengan hormat kami sampaikan bahwa Baharuddin Sapunan SH dengan surat tanggal 20 Desember 2012 yang ditujukan kepada Ketua KY menyampaikan keberatannya atas pengusulan DR Nommy HT sebagai calon hakim agung karena dianggap bukan hakim bersih yang layak menjadi hakim agung.


Sehubungan dengan surat tersebut, diterima oleh KY setelah pengumuman hasil selesi calon hakim agung, maka surat dimaksud kami teruskan kepada pimpinan DPR atas perhatian dan kerja samanya kami ucapkan terima kasih.


Ttd.
Prof. Dr. . Eman Suparman, SH MH.












4:39 PM | 0 komentar | Read More

Tumpukan Sampah Hasil Banjir Mulai Dibenahi





Tumpukan Sampah Hasil Banjir Mulai Dibenahi





Penulis : Alfiyyatur Rohmah | Rabu, 23 Januari 2013 | 15:49 WIB













Alfiyyatur Rohmah


Tumpukan sampah di atas rel kereta Pesing Garden, Kedoya Utara sedang dibersihkan oleh petugas kebersihan pada Rabu (23/1/2013). Tumpukan sampah tersebut akan dibawa ke tempat pembuangan sampah terakhir di Bantar Gebang, Bekasi.




TERKAIT:





JAKARTA, KOMPAS.com - Tumpukan sampah pasca banjir yang menyebar di wilayah Jakarta menjadi lebih banyak dan tersebar di beberapa titik. Sampah tersebut terletak di daerah bekas pengungsian yang mayoritas berada di pinggir jalan.


"Setelah banjir selesai, kita sudah angkut sampahnya sebanyak enam truk. Tapi enggak bisa cepat karena jarak pembuangan sampah terakhirnya jauh," kata Kusno, Petugas Seksi Kebersihan Kecamatan Kebon Jeruk pada Rabu (23/1/2013).


Kusno melanjutkan, untuk membuang sampah-sampah tersebut, seksi kebersihan harus mengantarkannya ke Bantar Gebang. Untuk mencapai lokasi pembuangan akhir, truk sampah harus melalui jalan yang macet dan antrean truk pengangkut sampah yang cukup panjang.


Kusno mengungkapkan, di wilayah Kebon Jeruk, sampah paling banyak berada di atas rel Pesing Garden Kedoya Utara, Kebon Jeruk. Saat banjir, air mencapai ketinggian 1,5 meter di pemukiman warga. Sedangkan daerah pengungsian Kedoya Selatan tidak banyak sampah yang menyebar.


Untuk membersihkan sampah-sampah tersebut, seksi kebersihan Kecamatan memiliki 50 orang petugas. Setiap harinya, terdapat 8 orang yang ditugaskan khusus untuk mengangkut sampah-sampah hasil banjir.


Sedangkan 42 orang lainnya disebar ke jalan-jalan di sepanjang Kebon Jeruk.Wilayah Kebon Jeruk baru bisa bersih kembali kalau sudah dibersihkan selama seminggu ke depan. "Ini sampah hasil banjir sudah banyak sekali. Bisa bersih seperti semula mungkin satu minggu ke depan," kata Kusno.


Pantauan Kompas.com, tumpukan sampah di bekas lokasi pengungsian Kedoya Utara sudah mulai dibersihkan. Terdapat 2 mobil truk sampah yang digunakan untuk mengangkut sampah. Selain itu, tumpukan sampah di lokasi bekas pengungsian Wijaya Kusuma juga mulai dibersihkan.


Terdapat satu truk sampah yang sedang mengangkut sampah di lokasi tersebut. Sedangkan sampah di Tanah Sereal, Tambora dan Jati Pulo, Palmeraj masih banyak dan bertumpuk. Kendaraan tidak bisa melintas di jalan-jalan tersebut karena terhalang tumpukan sampah.


















4:23 PM | 0 komentar | Read More

KOMPAS.com - Bisnis Keuangan

Written By Unknown on Tuesday, January 22, 2013 | 4:48 PM

KOMPAS.com - Bisnis KeuanganKOMPAS.comIndonesia Pertahankan Bea Keluar Progresif untuk CPOAntisipasi Gangguan Distribusi DisiapkanAjak Rapat Bank Swasta, Mayoritas Kursi Komisi XI KosongCathay Pacific Tawarkan Karyawan Pensiun DiniCuaca Ekstrem, Tangkapan Hasil Laut MenurunWen Jiabao Minta Bank Sentral Dorong Reformasi KeuanganKemahalan, BRI Tunda Akuisisi Perusahaan SekuritasHarga Karet Naik Tajam karena Stimulus JepangSNI Wajib Diperluas untuk 200 ProdukPenyidik Pengawasan Barang DitambahOmzet Pedagang Bakso Anjlok Rp 7,5 Miliar Per HariHarga Belum Turun, Impor Daging DievaluasiBahrain Dukung Mari Elka Jadi Dirjen WTOMenko Perekonomian Tidak Setuju Ibu Kota DipindahTepung Terigu Asal Sri Lanka Aman Dikonsumsi


Notice: Undefined index: HTTP_USER_AGENT in /www/cyb2-wskcwp-02/public_html/kompascom2011/index.php on line 13
http://www.kompas.com/ News and Service Tue , 22 Jan 2013 16:20:09 +0000 id 2013 Kompas Cyber Media hourly 1 http://www.kompas.com http://www.kompas.com/data/images/logo_kompas_putih.gif 144 20 KOMPAS.com, Lebih Lengkap, Lebih Luas http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/22/16073286/Indonesia.Pertahankan.Bea.Keluar.Progresif.untuk.CPO. Tue , 22 Jan 2013 16:07:32 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2011/10/07/2130084t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Indonesia akan tetap mempertahankan sistem bea keluar CPO progresif, yang dihitung berdasarkan referensi harga internasional. <a href="http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/22/16073286/Indonesia.Pertahankan.Bea.Keluar.Progresif.untuk.CPO.">[...]</a> http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/22/16073286/Indonesia.Pertahankan.Bea.Keluar.Progresif.untuk.CPO. http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/22/1602068/Antisipasi.Gangguan.Distribusi.Disiapkan Tue , 22 Jan 2013 16:02:06 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/01/26/2132404t.JPG" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Kementerian Perdagangan bersama sejumlah asosiasi bisnis menyiapkan antisipasi gangguan distribusi. <a href="http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/22/1602068/Antisipasi.Gangguan.Distribusi.Disiapkan">[...]</a> http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/22/1602068/Antisipasi.Gangguan.Distribusi.Disiapkan http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/22/15435042/Ajak.Rapat.Bank.Swasta..Mayoritas.Kursi.Komisi.XI.Kosong Tue , 22 Jan 2013 15:43:50 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/12/26/0903263-gedung-dpr-wakil-rakyat-t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Komisi XI DPR mengadakan rapat dengar pendapat umum dengan enam bank swasta. Namun mayoritas kursi anggota Komisi XI DPR, kosong. <a href="http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/22/15435042/Ajak.Rapat.Bank.Swasta..Mayoritas.Kursi.Komisi.XI.Kosong">[...]</a> http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/22/15435042/Ajak.Rapat.Bank.Swasta..Mayoritas.Kursi.Komisi.XI.Kosong http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/22/15411915/Cathay.Pacific.Tawarkan.Karyawan.Pensiun.Dini. Tue , 22 Jan 2013 15:41:19 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/02/01/1944231t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Maskapai penerbangan asal Hong Kong, Cathay Pacific, menawarkan pensiun dini kepada sejumlah awak kabinnya. <a href="http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/22/15411915/Cathay.Pacific.Tawarkan.Karyawan.Pensiun.Dini.">[...]</a> http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/22/15411915/Cathay.Pacific.Tawarkan.Karyawan.Pensiun.Dini. http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/22/15331557/Cuaca.Ekstrem..Tangkapan.Hasil.Laut.Menurun Tue , 22 Jan 2013 15:33:15 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/09/07/1838197t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Kondisi cuaca ekstrem yang terjadi akhir-akhir ini menyebabkan nelayan tidak berani melaut. <a href="http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/22/15331557/Cuaca.Ekstrem..Tangkapan.Hasil.Laut.Menurun">[...]</a> http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/22/15331557/Cuaca.Ekstrem..Tangkapan.Hasil.Laut.Menurun http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/22/1521581/Wen.Jiabao.Minta.Bank.Sentral.Dorong.Reformasi.Keuangan. Tue , 22 Jan 2013 15:21:58 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/11/06/0833067-pm-china-wen-jiabao-t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Perdana Menteri China, Wen Jiabao, mendesak bank sentral untuk mendukung reformasi keuangan. <a href="http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/22/1521581/Wen.Jiabao.Minta.Bank.Sentral.Dorong.Reformasi.Keuangan.">[...]</a> http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/22/1521581/Wen.Jiabao.Minta.Bank.Sentral.Dorong.Reformasi.Keuangan. http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/22/15113246/Kemahalan..BRI.Tunda.Akuisisi.Perusahaan.Sekuritas Tue , 22 Jan 2013 15:11:32 UTC+0700Rencana Bank Rakyat Indonesia BRI untuk mengakuisisi dua perusahaan sekuritas di tahun ini masih kandas. Sebabnya, sekuritas itu menginginkan ha <a href="http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/22/15113246/Kemahalan..BRI.Tunda.Akuisisi.Perusahaan.Sekuritas">[...]</a> http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/22/15113246/Kemahalan..BRI.Tunda.Akuisisi.Perusahaan.Sekuritas http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/22/15011372/Harga.Karet.Naik.Tajam.karena.Stimulus.Jepang Tue , 22 Jan 2013 15:01:13 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/01/26/1510517t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Harga karet berjangka di bursa Tokyo pada perdagangan Selasa 22/1/2013, meningkat tajam. <a href="http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/22/15011372/Harga.Karet.Naik.Tajam.karena.Stimulus.Jepang">[...]</a> http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/22/15011372/Harga.Karet.Naik.Tajam.karena.Stimulus.Jepang http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/22/14425047/SNI.Wajib.Diperluas.untuk.200.Produk Tue , 22 Jan 2013 14:42:50 UTC+0700Tahun ini pemerintah akan memperluas penerapan SNI wajib, yang semula hanya untuk 90 produk nantinya diperluas ke 200 produk. <a href="http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/22/14425047/SNI.Wajib.Diperluas.untuk.200.Produk">[...]</a> http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/22/14425047/SNI.Wajib.Diperluas.untuk.200.Produk http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/22/14290668/Penyidik.Pengawasan.Barang.Ditambah Tue , 22 Jan 2013 14:29:06 UTC+0700Kementerian Perdagangan tahun ini menambah tenaga penyidik pegawai negeri sipil PPNS. <a href="http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/22/14290668/Penyidik.Pengawasan.Barang.Ditambah">[...]</a> http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/22/14290668/Penyidik.Pengawasan.Barang.Ditambah http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/22/14270658/Omzet.Pedagang.Bakso.Anjlok.Rp.7.5.Miliar.Per.Hari Tue , 22 Jan 2013 14:27:06 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/01/22/1358196-stiker-bakso-bebas-babi-t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Asosiasi Pedagang Mie dan Bakso menyatakan, isu bakso yang dicampur daging babi menyebabkan omzet pedagang bakso anjlok. <a href="http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/22/14270658/Omzet.Pedagang.Bakso.Anjlok.Rp.7.5.Miliar.Per.Hari">[...]</a> http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/22/14270658/Omzet.Pedagang.Bakso.Anjlok.Rp.7.5.Miliar.Per.Hari http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/22/14183869/Harga.Belum.Turun..Impor.Daging.Dievaluasi Tue , 22 Jan 2013 14:18:38 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/11/19/2030573-daging-sapi-t.JPG" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Sampai sekarang harga daging masih tinggi yakni di kisaran Rp 90.000 per kilogram <a href="http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/22/14183869/Harga.Belum.Turun..Impor.Daging.Dievaluasi">[...]</a> http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/22/14183869/Harga.Belum.Turun..Impor.Daging.Dievaluasi http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/22/14163786/Bahrain.Dukung.Mari.Elka.Jadi.Dirjen.WTO Tue , 22 Jan 2013 14:16:37 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2011/11/09/1945497t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Pemilihan Dirjen WTO yang baru diperkirakan akan berlangsung lebih dari satu putaran karena banyaknya kandidat yang mencalonkan diri. <a href="http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/22/14163786/Bahrain.Dukung.Mari.Elka.Jadi.Dirjen.WTO">[...]</a> http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/22/14163786/Bahrain.Dukung.Mari.Elka.Jadi.Dirjen.WTO http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/22/14023074/Menko.Perekonomian.Tidak.Setuju.Ibu.Kota.Dipindah Tue , 22 Jan 2013 14:02:30 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/01/18/1101093-set-kawasan-bundaran-hotel-indonesia-dan-jalan-mh-thamrin-jakarta-terendam-banjir-t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Menteri Koordinator bidang Perekonomian Hatta Rajasa mengaku tidak setuju atas wacana pengalihan ibu kota negara Indonesia dipindahkan. <a href="http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/22/14023074/Menko.Perekonomian.Tidak.Setuju.Ibu.Kota.Dipindah">[...]</a> http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/22/14023074/Menko.Perekonomian.Tidak.Setuju.Ibu.Kota.Dipindah http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/22/13590524/Tepung.Terigu.Asal.Sri.Lanka.Aman.Dikonsumsi Tue , 22 Jan 2013 13:59:05 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/11/09/1124437-wsi----terigu-ilegal-dari-srilangka--t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Produk tersebut sebelumnya diduga mengandung Pottasium Bromate <a href="http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/22/13590524/Tepung.Terigu.Asal.Sri.Lanka.Aman.Dikonsumsi">[...]</a> http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/22/13590524/Tepung.Terigu.Asal.Sri.Lanka.Aman.Dikonsumsi


KOMPAS.com - Bisnis KeuanganKOMPAS.comIndonesia Pertahankan Bea Keluar Progresif untuk CPOAntisipasi Gangguan Distribusi DisiapkanAjak Rapat Bank Swasta, Mayoritas Kursi Komisi XI KosongCathay Pacific Tawarkan Karyawan Pensiun DiniCuaca Ekstrem, Tangkapan Hasil Laut MenurunWen Jiabao Minta Bank Sentral Dorong Reformasi KeuanganKemahalan, BRI Tunda Akuisisi Perusahaan SekuritasHarga Karet Naik Tajam karena Stimulus JepangSNI Wajib Diperluas untuk 200 ProdukPenyidik Pengawasan Barang DitambahOmzet Pedagang Bakso Anjlok Rp 7,5 Miliar Per HariHarga Belum Turun, Impor Daging DievaluasiBahrain Dukung Mari Elka Jadi Dirjen WTOMenko Perekonomian Tidak Setuju Ibu Kota DipindahTepung Terigu Asal Sri Lanka Aman Dikonsumsi


Notice: Undefined index: HTTP_USER_AGENT in /www/cyb2-wskcwp-02/public_html/kompascom2011/index.php on line 13
http://www.kompas.com/ News and Service Tue , 22 Jan 2013 16:20:09 +0000 id 2013 Kompas Cyber Media hourly 1 http://www.kompas.com http://www.kompas.com/data/images/logo_kompas_putih.gif 144 20 KOMPAS.com, Lebih Lengkap, Lebih Luas http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/22/16073286/Indonesia.Pertahankan.Bea.Keluar.Progresif.untuk.CPO. Tue , 22 Jan 2013 16:07:32 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2011/10/07/2130084t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Indonesia akan tetap mempertahankan sistem bea keluar CPO progresif, yang dihitung berdasarkan referensi harga internasional. <a href="http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/22/16073286/Indonesia.Pertahankan.Bea.Keluar.Progresif.untuk.CPO.">[...]</a> http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/22/16073286/Indonesia.Pertahankan.Bea.Keluar.Progresif.untuk.CPO. http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/22/1602068/Antisipasi.Gangguan.Distribusi.Disiapkan Tue , 22 Jan 2013 16:02:06 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/01/26/2132404t.JPG" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Kementerian Perdagangan bersama sejumlah asosiasi bisnis menyiapkan antisipasi gangguan distribusi. <a href="http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/22/1602068/Antisipasi.Gangguan.Distribusi.Disiapkan">[...]</a> http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/22/1602068/Antisipasi.Gangguan.Distribusi.Disiapkan http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/22/15435042/Ajak.Rapat.Bank.Swasta..Mayoritas.Kursi.Komisi.XI.Kosong Tue , 22 Jan 2013 15:43:50 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/12/26/0903263-gedung-dpr-wakil-rakyat-t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Komisi XI DPR mengadakan rapat dengar pendapat umum dengan enam bank swasta. Namun mayoritas kursi anggota Komisi XI DPR, kosong. <a href="http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/22/15435042/Ajak.Rapat.Bank.Swasta..Mayoritas.Kursi.Komisi.XI.Kosong">[...]</a> http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/22/15435042/Ajak.Rapat.Bank.Swasta..Mayoritas.Kursi.Komisi.XI.Kosong http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/22/15411915/Cathay.Pacific.Tawarkan.Karyawan.Pensiun.Dini. Tue , 22 Jan 2013 15:41:19 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/02/01/1944231t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Maskapai penerbangan asal Hong Kong, Cathay Pacific, menawarkan pensiun dini kepada sejumlah awak kabinnya. <a href="http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/22/15411915/Cathay.Pacific.Tawarkan.Karyawan.Pensiun.Dini.">[...]</a> http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/22/15411915/Cathay.Pacific.Tawarkan.Karyawan.Pensiun.Dini. http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/22/15331557/Cuaca.Ekstrem..Tangkapan.Hasil.Laut.Menurun Tue , 22 Jan 2013 15:33:15 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/09/07/1838197t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Kondisi cuaca ekstrem yang terjadi akhir-akhir ini menyebabkan nelayan tidak berani melaut. <a href="http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/22/15331557/Cuaca.Ekstrem..Tangkapan.Hasil.Laut.Menurun">[...]</a> http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/22/15331557/Cuaca.Ekstrem..Tangkapan.Hasil.Laut.Menurun http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/22/1521581/Wen.Jiabao.Minta.Bank.Sentral.Dorong.Reformasi.Keuangan. Tue , 22 Jan 2013 15:21:58 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/11/06/0833067-pm-china-wen-jiabao-t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Perdana Menteri China, Wen Jiabao, mendesak bank sentral untuk mendukung reformasi keuangan. <a href="http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/22/1521581/Wen.Jiabao.Minta.Bank.Sentral.Dorong.Reformasi.Keuangan.">[...]</a> http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/22/1521581/Wen.Jiabao.Minta.Bank.Sentral.Dorong.Reformasi.Keuangan. http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/22/15113246/Kemahalan..BRI.Tunda.Akuisisi.Perusahaan.Sekuritas Tue , 22 Jan 2013 15:11:32 UTC+0700Rencana Bank Rakyat Indonesia BRI untuk mengakuisisi dua perusahaan sekuritas di tahun ini masih kandas. Sebabnya, sekuritas itu menginginkan ha <a href="http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/22/15113246/Kemahalan..BRI.Tunda.Akuisisi.Perusahaan.Sekuritas">[...]</a> http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/22/15113246/Kemahalan..BRI.Tunda.Akuisisi.Perusahaan.Sekuritas http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/22/15011372/Harga.Karet.Naik.Tajam.karena.Stimulus.Jepang Tue , 22 Jan 2013 15:01:13 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/01/26/1510517t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Harga karet berjangka di bursa Tokyo pada perdagangan Selasa 22/1/2013, meningkat tajam. <a href="http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/22/15011372/Harga.Karet.Naik.Tajam.karena.Stimulus.Jepang">[...]</a> http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/22/15011372/Harga.Karet.Naik.Tajam.karena.Stimulus.Jepang http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/22/14425047/SNI.Wajib.Diperluas.untuk.200.Produk Tue , 22 Jan 2013 14:42:50 UTC+0700Tahun ini pemerintah akan memperluas penerapan SNI wajib, yang semula hanya untuk 90 produk nantinya diperluas ke 200 produk. <a href="http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/22/14425047/SNI.Wajib.Diperluas.untuk.200.Produk">[...]</a> http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/22/14425047/SNI.Wajib.Diperluas.untuk.200.Produk http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/22/14290668/Penyidik.Pengawasan.Barang.Ditambah Tue , 22 Jan 2013 14:29:06 UTC+0700Kementerian Perdagangan tahun ini menambah tenaga penyidik pegawai negeri sipil PPNS. <a href="http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/22/14290668/Penyidik.Pengawasan.Barang.Ditambah">[...]</a> http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/22/14290668/Penyidik.Pengawasan.Barang.Ditambah http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/22/14270658/Omzet.Pedagang.Bakso.Anjlok.Rp.7.5.Miliar.Per.Hari Tue , 22 Jan 2013 14:27:06 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/01/22/1358196-stiker-bakso-bebas-babi-t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Asosiasi Pedagang Mie dan Bakso menyatakan, isu bakso yang dicampur daging babi menyebabkan omzet pedagang bakso anjlok. <a href="http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/22/14270658/Omzet.Pedagang.Bakso.Anjlok.Rp.7.5.Miliar.Per.Hari">[...]</a> http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/22/14270658/Omzet.Pedagang.Bakso.Anjlok.Rp.7.5.Miliar.Per.Hari http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/22/14183869/Harga.Belum.Turun..Impor.Daging.Dievaluasi Tue , 22 Jan 2013 14:18:38 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/11/19/2030573-daging-sapi-t.JPG" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Sampai sekarang harga daging masih tinggi yakni di kisaran Rp 90.000 per kilogram <a href="http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/22/14183869/Harga.Belum.Turun..Impor.Daging.Dievaluasi">[...]</a> http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/22/14183869/Harga.Belum.Turun..Impor.Daging.Dievaluasi http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/22/14163786/Bahrain.Dukung.Mari.Elka.Jadi.Dirjen.WTO Tue , 22 Jan 2013 14:16:37 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2011/11/09/1945497t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Pemilihan Dirjen WTO yang baru diperkirakan akan berlangsung lebih dari satu putaran karena banyaknya kandidat yang mencalonkan diri. <a href="http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/22/14163786/Bahrain.Dukung.Mari.Elka.Jadi.Dirjen.WTO">[...]</a> http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/22/14163786/Bahrain.Dukung.Mari.Elka.Jadi.Dirjen.WTO http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/22/14023074/Menko.Perekonomian.Tidak.Setuju.Ibu.Kota.Dipindah Tue , 22 Jan 2013 14:02:30 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/01/18/1101093-set-kawasan-bundaran-hotel-indonesia-dan-jalan-mh-thamrin-jakarta-terendam-banjir-t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Menteri Koordinator bidang Perekonomian Hatta Rajasa mengaku tidak setuju atas wacana pengalihan ibu kota negara Indonesia dipindahkan. <a href="http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/22/14023074/Menko.Perekonomian.Tidak.Setuju.Ibu.Kota.Dipindah">[...]</a> http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/22/14023074/Menko.Perekonomian.Tidak.Setuju.Ibu.Kota.Dipindah http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/22/13590524/Tepung.Terigu.Asal.Sri.Lanka.Aman.Dikonsumsi Tue , 22 Jan 2013 13:59:05 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/11/09/1124437-wsi----terigu-ilegal-dari-srilangka--t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Produk tersebut sebelumnya diduga mengandung Pottasium Bromate <a href="http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/22/13590524/Tepung.Terigu.Asal.Sri.Lanka.Aman.Dikonsumsi">[...]</a> http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/22/13590524/Tepung.Terigu.Asal.Sri.Lanka.Aman.Dikonsumsi


4:48 PM | 0 komentar | Read More

Roy Suryo: Saya Belum Tahu Banyak




Roy Suryo: Saya Belum Tahu Banyak





Penulis : Fransiskus Pati | Selasa, 22 Januari 2013 | 15:23 WIB













KOMPAS/RIZA FATHONI


Roy Suryo




TERKAIT:





JAKARTA, KOMPAS.com — Menteri Pemuda dan Olahraga Roy Suryo melakukan kunjungan ke beberapa pemusatan latihan nasional (pelatnas) di Jakarta, Selasa (22/1/2013), untuk meninjau perkembangan atlet, pelaksanaan latihan, dan sarana prasarana.  


Dalam kunjungannya ke Pelatnas Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Cipayung, Jakarta Timur, Roy meminta kepada semua pihak untuk mendukung kemajuan olahraga nasional.


Roy mengakui, ia belum mengetahui secara lebih dalam tentang olahraga di Indonesia. "Saya memang belum tahu banyak sehingga saya mencoba untuk belajar banyak tentang olahraga," kata Roy.  


Menurut Roy, pihaknya siap memberi dukungan dengan segala daya yang dimiliki demi kemajuan olahraga di Indonesia. "Kita mempunyai semangat yang sama di tengah keterbatasan, tetapi negara harus hadir untuk memberikan dukungan," tambah Roy.



















4:46 PM | 0 komentar | Read More

Penculik Nana Kirimkan Foto Dalam Kondisi Terikat


Siti Nurjanah (Anak Nassar - Muzdhalifah) yang mengalami penculikan.

Siti Nurjanah (Anak Nassar - Muzdhalifah) yang mengalami penculikan. (sumber: BeritaSatu.com/Chairul Fikrie)




Mulut Nana dilakban dan tangannya dalam kondisi terikat.

Tangerang

- Kasus penculikan yang menimpa Siti Nurjanah atau yang akrab dipanggil Nana buah hati pasangan artis dan pedangdut Nassar KDI dan Muzdhalifah memasuki babak baru.

Pasalnya Selasa (22/01) sekitar pukul 11.30 WIB rumah pasangan Nassar di kawasan Tangerang dihebohkan dengan adanya kiriman paket berisikan photo Nana yang sedang dilakban dan terikat tangannya.

Kontan saja seisi rumah langsung berteriak histeris atas kiriman paket tersebut. Dalam paket tersebut juga berisikan tulisan sang anak, Siti Nurjanah dan foto-foto terbaru dari tempat penculikan.

Dalam tulisan di foto tersebut diantaranya berbunyi,  "Ini Nana, orang di rumah harus mengikuti perintah om. Nana takut kalau nanti dijual."

Tampak pula foto-foto Nana yang mulutnya sedang di tutup lakban dengan tangan terikat. Pantauan Beritasatu.com setelah menerima paket itu, Nia sang kakak langsung histeris.

Kendati begitu Nassar dan Muzdhalifah tidak terlihat di berada di rumah tersebut.

Tak lama berselang datang tim dari pihak kepolisian untuk meneliti paket tersebut. Nana sendiri hingga saat ini masih hilang sejak diculik pada Kamis (17/01) pagi hari didepan sekolahnya, SDN 6 Kota Tangerang.

Hingga saat ini Nassar dan istrinya Muzdhalifah setiap hari menggelar pengajian di rumahnya.

"Saya akan mengadakan pengajian ini sampai Nana ditemukan," ungkap Nassar beberapa hari lalu.

4:46 PM | 0 komentar | Read More

KPK: Hartati akan Dikembalikan ke Rutan di Gedung KPK


JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi Pemberantasan Korupsi menolak permintaan terdakwa kasus suap Buol Hartati Murdaya Poo yang meminta tetap ditahan di Rumah Tahanan Guntur, Manggarai, Jakarta Selatan. Juru Bicara KPK Johan Budi mengatakan, Hartati bersama delapan tahanan lainnya akan dikembalikan ke rumah tahanan yang berlokasi di basement Gedung KPK, Kuningan, Jakarta.


"Sudah disampaikan ke pimpinan mengenai pernyataan Hartati di pengadilan. Kesimpulannya akan dikembalikan lagi," kata Johan di Jakarta.


Hal ini merespon permintaan Hartati dalam persidangan agar tetap ditahan di Rutan Guntur saja. Pihak Hartati khawatir rutan di basement Gedung KPK akan kebanjiran lagi sehingga membahayakan keselamatan para tahanan. Johan mengatakan, sembilan tahanan yang diungsikan ke Rutan Guntur memang tidak akan dikembalikan ke basement Gedung KPK dalam waktu dekat. Perbaikan rutan di basement KPK, katanya, belum selesai.


Johan juga menepis anggapan Rutan Guntur lebih nyaman dibanding di basement Gedung KPK. Menurutnya, standar pembangunan Rutan Guntur dan rutan di basement Gedung KPK, sama saja.


"Tanya saja ke Hartati kenapa lebih kerasan di Guntur," ucap Johan.


Sejauh ini, menurutnya, ada 12 tersangka yang ditahan di Rutan Guntur. Sembilan di antaranya berasal dari Rutan di basement KPK yang terpaksa diungsikan karena banjir. Johan menambahkan, pembangunan sel Rutan Guntur belum sepenuhnya selesai. Karena itulah, menurutnya, ada empat tahanan yang terpaksa digabung dalam satu ruangan.


"Ini kan sifatnya sementara, belum selesai semuanya, masih proses," ujar Johan.


Adapun sembilan tahanan yang dipindahkan ke Rutan Guntur di antaranya, mantan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Miranda S Goeltom (kasus suap cek perjalanan), Direktur Utama PT Hardaya Inti Plantation Hartati Murdaya (kasus suap Buol), mantan pejabat Departemen Kesehatan Ratna Dewi Umar (kasus alat kesehatan flu burung), Direktur Keuangan PT Anugerah Nusantara Neneng Sri Wahyuni (kasus PLTS), mantan Bupati Buol Amran Batalipu (kasus dugaan suap Buol), petinggi PT HIP Yani Anshori dan Gondo Sudjono (kasus suap Buol), serta anggota DPRD Riau, Syarief Hidayat, dan Mohammad Roem Zein (kasus suap PON Riau).


Terkait upaya antisipasi banjir, menurut Johan, KPK sudah melakukan sejumlah persiapan. "Ada pompa di belakang, ada karung-karung pasir, tentu akan ada langkah-langkag permanen tapi sementara ini antisipasinya kesiapaan listrik, pengamanan genset, dan kesiapan sumber daya manusia," kata Johan.


Berita terkait dapat diikuti dalam topik:
Hartati dan Dugaan Suap Bupati Buol












4:39 PM | 0 komentar | Read More

Jokowi Jabarkan Masalah Banjir kepada DPRD





Jokowi Jabarkan Masalah Banjir kepada DPRD





Penulis : Kurnia Sari Aziza | Selasa, 22 Januari 2013 | 16:00 WIB












JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo, Selasa (22/1/2013), sidang tadi menggelar "Silaturahmi Gubernur Provinsi DKI Jakarta bersama Ketua, Wakil Ketua, Ketua Komisi, dan Ketua Fraksi DPRD DKI Jakarta terkait Tanggap Darurat Bencana" di Balai Agung Balaikota DKI Jakarta.


Mantan Wali Kota Solo tersebut memaparkan kondisi dan situasi Ibu Kota yang sedang dalam status tanggap darurat. Pemaparannya itu serupa dengan pemaparan yang ia sampaikan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan MPR/DPR/DPD.


Jokowi kembali melaporkan terkait pengerjaan perbaikan tanggul jebol Kanal Banjir Barat (KBB) di Latuharhary sudah selesai.


"Jebolnya tanggul Latuharhary tadi malam sudah kita anggap selesai. Sudah bisa dilewati kereta api dan sudah kita serahkan pada Kementerian Pekerjaan Umum untuk ditindaklanjuti secara teknis," kata Jokowi.


Selain itu ia juga melaporkan kondisi terakhir banjir di Gedung UOB. Jokowi mengaku pihaknya telah mengontrol lokasi sampai Selasa dini hari pukul 03.00 dini hari dan ia melaporkan masih ada separuh genangan dan diharapkan malam ini genangan di Gedung UOB sudah surut dan tidak ada korban kembali.


Kemudian permasalahan pompa di Stasiun Pompa Waduk Pluit, Jokowi melaporkan dari tujuh pompa yang ada, empat pompa itu terendam oleh genangan banjir.


"Hanya tiga pompa yang sudah bisa jalan. Kalau semua pompanya bisa berjalan, ya dua hari banjir bisa surut," kata Jokowi.


Jokowi merencanakan untuk antisipasi jangka panjangnya, akan meninggikan pompa, mesin, dan dinamo di dalam stasiun pompa tersebut agar tidak kembali tergenang oleh banjir.


"Mestinya pompa dan dinamo dibuat setinggi-tingginya sehingga menyulitkan dan untuk pompa air di situ butuh sebuah pompa yang lebih besar. Kami coba dari laut pun untuk kirim pompa kecil bisa, tapi pompa besar sulit," ujarnya.


Oleha karena itu, Jokowi mengusulkan agar semua program yang berkaitan dengan banjir agar dipercepat. Ia kembali mengingatkan kepada para Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI karena peristiwa banjir sudah bertahun-tahun terjadi di Ibu Kota.


















4:23 PM | 0 komentar | Read More

Mangkir Dipanggil DPR, Dahlan Pilih Ngurus Sapi

Written By Unknown on Monday, January 21, 2013 | 4:48 PM


JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri BUMN Dahlan Iskan sudah empat kali tidak memenuhi panggilan Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Senin (21/1/2013). Dahlan justru memilih untuk mengunjungi program integrasi sapi dan sorghum di Makassar.


Pemanggilan Dahlan ini masih terkait dengan pembahasan masalah inefisiensi PT PLN yang mencapai Rp 37,6 triliun saat Dahlan menjadi direktur utama perusahaan listrik pelat merah itu.


"Sapi sekarang menjadi bisnis yang penting. Saya lebih mengoptimalkan pengembangan bisnis sapi agar Indonesia mengurangi impor sapinya," kata Dahlan saat dihubungi Kompas.com dari Jakarta, Senin (21/1/2013).


Kunjungan Dahlan ini dalam rangka program Berdikari Integrated Farming. Program ini meliputi pembangunan ketahanan pangan melalui program integrasi peternakan sapi dan sorghum. Pengembangan program ini dilakukan di Bila River Ranch, kecamatan Pitu Riase, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan. Program ini melibatkan 400 peternak dan 800 petani dengan luas lahan sorghum 3.200 ha, 2.000 ha jagung. 400 ha rumput gajah.


"Program ini merupakan kerjasama antara Universitas Hasanuddin Makassar, Institut Pertanian Bogor, PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XII dan PTPN XIV," tambahnya.


Berdikari integrated farm adalah sistem peternakan sapi yang terpadu antara sapi betina produktif, anakan 6.000 sapi dan makanan dari hijau-hijauan dan konsentrat yang bekerjasama dengan para petani. Ke depan, hijauan ini juga akan dipanen dari sorghum. "Berdikari sekarang pada fokus pengembangan sapi, tidak lagi bisnis mebel dan asuransi," katanya.


Sekadar catatan, pemerintah Indonesia saat ini masih berupaya melakukan impor daging sapi khususnya dari Australia. Ini untuk mencukupi kebutuhan daging sapi dalam negeri.


Padahal, peternakan sapi di dalam negeri masih banyak, namun belum banyak dikembangkan. Di tanah air, distribusi sapi ini masih terhambat karena biaya distribusinya mahal, apalagi bila harus menggunakan kapal laut. Di sisi lain, distribusi ini terhambat karena gelombang air laut sedang tinggi.






Editor :


Erlangga Djumena









4:48 PM | 0 komentar | Read More

Murray Terus Melenggang, Hempaskan Simon Tiga Set



Australia Terbuka 2013


Murray Terus Melenggang, Empaskan Simon Tiga Set





Penulis : Rakaryan Sukarjaputra | Senin, 21 Januari 2013 | 16:03 WIB













MELBOURNE, KOMPAS.com — Unggulan ketiga tunggal putra Australia Terbuka 2013, Andy Murray, tanpa kesulitan terus melenggang ke perempat final setelah mengempaskan petenis Perancis yang menempati unggulan ke-14, Gilles Simon, 6-3, 6-1, 6-3, Senin (21/1/2013).


Murray, yang bermain sangat tenang, dengan mudah mendikte dan terus menekan Simon dengan servis-servis geledek serta pukulan-pukulan menyilang yang kerap tak bisa dikejar Simon. Murray mampu membuat 12 servis as dan 32 winner, tetapi melakukan 26 kali kesalahan sendiri.


Simon hanya bisa membuat 1 servis as, 21 winner, dan 41 kali kesalahan sendiri. Penampilan Murray, yang dari waktu ke waktu semakin mantap, membuat petenis Inggris Raya itu makin percaya diri untuk bisa meraih gelar turnamen Grand Slam keduanya pada tahun ini. Di perempat final, Murray akan berhadapan dengan petenis Perancis, Jeremy Chardy.



















4:46 PM | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger