Powered by Blogger.

Popular Posts Today

Calon Penerima Piala Dewantara untuk "Apresiasi Film Bioskop"

Written By Unknown on Saturday, November 2, 2013 | 4:47 PM


Jakarta - Dewan juri Apresiasi Film Indonesia (AFI) 2013 akhirnya merampungkan penetapan calon penerima Piala Dewantara AFI 2013.


Setelah mengumumkan 16 kategori pada 31 Oktober 2013 kemarin, tim dewan juri yang diketuai oleh Totok Indrarto, dengan anggota : Mathias Muchus, Erwin Arnada, Nirwan Dewanto, Jajang C Noer, Dana Riza, Linda Christanty, Hafiz Rancajale, dan Wahyu Aditya, menetapkan empat calon penerima Piala Dewantara untuk Apresiasi Film Bioskop AFI 2013.


Keempat calon penerima Piala Derawan tersebut adalah : 9 Summers 10 Autumn (Sutradara: Ifa Isfansyah | Produksi: Angka Fortuna Sinema), Atambua 39 Derajat Celcius (Sutradara: Riri Riza | Produksi: Miles Film), Cinta Tapi Beda (Sutradara: Hestu Saputra, Hanung Bramantyo | Produksi: Multivision Plus Picture), dan Demi Ucok (Sutradara: Sammaria Simanjuntak | Produksi: Kepompong Gendut).


Ketua Tim Ahli AFI 2013, Ichwan Persada, menjelaskan daftar ini merupakan hasil seleksi dari 86 judul film yang beredar di bioskop selama periode 1 November 2012 – 10 Oktober 2013. Film tersebut lantas diseleksi menjadi daftar pendek oleh Tim Ahli yang kemudian menghasilkan 15 judul film untuk dinilai Dewan Juri.


“Oleh dewan juri telah ditetapkan empat nama calon penerima penghargaan tersebut,” kata Ichwan.


Malam puncak penghargaan AFI 2013 yang digagas oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemendikbud) ini rencananya akan digelar pada 4 November 2013 mulai pukul 18.30 WIB, di Plaza Selatan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta.


Sehari sebelum penyerahan Piala Dewantara untuk 18 kategori, AFI melalui "Gerakan Film Indonesia" juga akan menggelar Karnaval AFI dan Kampung Film Indonesia. Karnaval AFI akan dilaksanakan di event car free day mulai pukul 06.00 Wib. Sementara Kampung Film Indonesia akan dimulai setelah karnaval usai di Plaza Selatan GBK.


4:47 PM | 0 komentar | Read More

Hakim Agung Andi Ayyub Akan Bersaksi di Pengadilan Tipikor

Written By Unknown on Thursday, October 31, 2013 | 4:39 PM







JAKARTA, KOMPAS.com - Hakim Agung Andi Abu Ayyub Saleh menjanjikan akan membeberkan perkara dugaan suap dalam penanganan kasasi terdakwa Hutomo Wijaya Onggowarsito (HWO). Andi mengatakan, ia akan menyampaikan keterangannya dalam kesaksian pada sidang dengan terdakwa Mario Cornelio Bernardo, Senin (4/11/2013), di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Kuningan, Jakarta Selatan.

"Tanggal 4 kau hadir. Saya akan bicara di situ. Saya jelaskan semua yang sebenarnya," kata Andi Ayyub sai pelantikan empat orang hakim agung di Gedung MA Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Kamis (31/10/2013).

Ia mengatakan, meski pemanggilan dirinya oleh Majelis Hakim Pengadilan Tipikor menyalahi prosedur, dia akan tetap menghadiri persidangan. Seharusnya kata dia, pemanggilan hakim agung sebagai saksi dalam peradilan harus atas izin presiden.

"Tapi untuk semangat pemberantasan korupsi, saya akan hadir," katanya.

Sebelumnya, Andi Abu Ayyub Saleh disebut meminta sejumlah uang terkait perngurusan perkara kasasi milik terdakwa Hutomo Wijaya Onggowarsito (HWO) yang masuk ke MA. Hal itu terungkap dari kesaksian staf kepaniteraan yang bekerja padanya, Suprapto. Ketika bersaksi untuk terdakwa Djodi Supratman, Suprapto mengaku untuk membantu kasasi perkara pidana yang dimintakan oleh Djodi dijanjikan mendapat komisi sebesar Rp 150 juta.

Tetapi, kemudian Suprapto mengatakan bahwa Andi Abu Ayyub Saleh selaku hakim pembaca dua meminta tambahan, sehingga permintaan komisi menjadi Rp 250 juta. Selanjutnya, Suprapto mengatakan, Andi Abu Ayyub kembali meminta tambahan Rp 300 juta. Walaupun, akhirnya menyatakan tidak bisa membantu memuluskan keinginan, yaitu mengabulkan kasasi jaksa untuk menghukum terdakwa Hutomo Wijaya Onggowarsito.

"Penambahan Rp 300 juta dari Bapak saya (Andi Abu Ayyub)," kata Suprapto ketika bersaksi dalam sidang dengan terdakwa Djodi Supratman di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (21/10).

Namun, lanjut Suprapto, uang komisi tersebut belum ada yang terealisasi atau diterima olehnya maupun Andi Abu Ayyub.




Editor : Inggried Dwi Wedhaswary
















4:39 PM | 0 komentar | Read More

Red Bull Yakin Vettel Akan Bertahan

Written By Unknown on Wednesday, October 30, 2013 | 4:47 PM





YAS MARINA, KOMPAS.com - Para petinggi Red Bull Racing yakin bahwa Sebastian Vettel tak akan tertarik untuk membalap dengan tim lain di Formula 1, selama mereka bisa menyediakan mobil yang bagus untuknya.

Vettel meraih gelar juara dunia keempatnya setelah memenangi GP India, akhir pekan kemarin, dengan tiga seri masih tersisa. Hal ini memunculkan dugaan bahwa pebalap Jerman tersebut akan mencari tantangan barus bersama tim lain, seperti yang dilakukan Michael Schumacher pada 1996 saat meninggalkan Benneton untuk bergabung dengan Ferrari.

Tetapi kepala tim Red Bull, Christian Horner yakin Vettel punya loyalitas tinggi terhadap timnya. "Saya rasa semua pebalap akan senang mengendarai mobil kami saat ini. Sebastian menikmati membalap untuk tim, dia besar bersama tim dan dia adalah bagian dari tim, kenapa dia ingin berada di tempat lain?"

"Dia mendapatkan semua suksesnya bersama mobil yang diproduksi di Milton Keynes, dia adalah anggota dari program Red Bull yunior, dan Dietrich Mateschitz sudah mendukungnya sejark dia berumur 13 atau 14 tahun."

"Tentu saja tidak ada garansi, tapi ini bukan soal kontrak atau sejenis itu. Ini tentang hubungan, kepercayaan penuh Sebastian pada tim, dan kepercayaan penuh tim pada Sebastian," tutur Horner.

Mateschitz adalah pengusaha asal Austria yang jadi pendiri perusahaan minuman enargi, Red Bull. Dia adalah pemegang 49 persen saham perusahaan ini.

Kepala teknik Red Bull, Adrian Newey tak menutup mata bahwa kemungkinan Vettel akan pergi selalu ada. "Mungkin saja. Tapi Sebastian yang saya tahu sangat mengerti soal statistik, dan dia juga sangat tertarik dengan sejarah olahraga ini," kata Newey.

"Dia senang dengan atmosfer yang ada di Red Bull. Kami berhasil membentuk tim yang jujur dan kami tidak berpura-pura menjadi sesuatu yang bukan kami. Kami mencoba agar kaki kami tetap menginjak bumi. Kami punya atmosfer yang kreatif di tim, dan kami bekerja keras."

"Saya rasa Seb menghargai itu dan semoga seluruh rekan kerja saya di tim menghargai itu juga. Empat juara dunia ini lebih dari segalanya, hasil kerja keras dan kreativitas serta bakat semua orang di Milton Keynes."




Editor : Pipit Puspita Rini















4:47 PM | 0 komentar | Read More

F dan DR Jadi Tersangka Perusakan Rumah Adiguna Sutowo


Jakarta-Pihak Polda Metro Jaya akhirnya menetapkan perempuan berinisial F dan sopir F berinisial DR sebagai tersangka perusak rumah Adiguna Sutowo yang terjadi akhir pekan lalu. Polisi tetap melanjutkan proses kasus ini meski Senin (28/10) pengusaha Adiguna Sutowo mengaku dialah yang merusak rumahnya sendiri.


Penetapan F dan DR sebagai tersangka diungkapkan Kombes Rikwanto, Kabid Humas Polda Metro Jaya di kantornya, Rabu (30/10). "F sudah tersangka, bersama DR. Hal itu berdasarkan penyidikan dan penyelidikan yang dilakukan oleh pihak Polres Jakarta Timur dan Polda Metro Jaya," ungkap Rikwanto.


Meski telah ditetapkan sebagai tersangka, namun polisi belum menjadwalkan akan memeriksa keduanya dalam waktu dekat. "Kami masih mencari dan menyelidiki keberadaan wanita yang berinsial F. Penetapan ini berdasarkan saksi-saksi di lapangan dan penyidikan yang dilakukan polisi," lanjut Rikwanto.


Dijelaskan Rikwanto, meski Adiguna Sutowo mengaku merusak rumahnya sendiri, namun polisi belum akan memanggil yang bersangkutan. "Belum ada rencana memanggil atau memeriksa AS. Kalau ada perkembangan baru perlu diperiksa," tutur Rikwanto.


Terkait itu pengacara Vika Dewayani, sebagai penghuni rumah yang dirusak tersangka, menyatakan kliennya akan tetap melanjutkan kasus ini meski ada pengakuan yang berbeda dari pihak Adiguna.


"Kami akan tetap lanjutkan, karena berdasarkan keterangan saksi yang merusak rumah klien saya itu adalah seorang wanita. Kronologisnya berdasarkan saksi DR yang jadi sopir F menunjukan rumah Klien kami," ujar Syarifuddin Noor, pengacara Vika.


"Ketika sampai di rumahnya, mereka bertukar tempat. Setelah bertukar tempat dan sopir keluar. Wanita itu memundurkan mobil dan menabrak pagar rumah Pak Adiguna. Setelah itu dia melindas pagar dan menabrak mobil Mercy B 171 VAS. Kemudian mobil itu menghantam Alphard. Lalu menabrak kembali sehingga mengenai mobil Lexus," terang Syarifuddin saat ditemui di Polda Metro Jaya, kemarin.


4:46 PM | 0 komentar | Read More

Konvensi Capres Demokrat Tengah Meredup






JAKARTA, KOMPAS.com - Juru Bicara Komite Konvensi Partai Demokrat Rully Charis mengatakan bila hingar bingar konvensi tengah meredup. Pasalnya, para kandidat konvensi masih canggung melakukan aktivitas konvensi karena di saat bersamaan mayoritas kandidat masih mengemban tugas di jabatan lain.

Rully menyampaikan, dalam pengamatannya para kandidat konvensi masih menjunjung tinggi norma dan etika politk yang ada. Terlebih, saat publik menyoroti kinerja sebagian kandidat yang nyatanya masih menjabat sebagai penyelenggara negara.

"Dalam perjalanannya saya lihat mereka terlalu menjunjung tinggi norma dan etika politik sehingga membatasi ruang gerak mereka sendiri. Belum apa-apa sudah diributkan persoalan waktu yang dihabiskan untuk kampanye, asal dana, wajib mundur atau tidak, dan sebagainya," kata Rully saat dihubungi, Rabu (30/10/2013).

Menurut Rully, sorotan publik yang begitu besar pada konvensi capres Demokrat menimbulkan beban psikologis pada setiap kandidat. Khususnya bagi para kandidat yang saat ini masih menduduki jabatan publik.

"Disadari atau tidak, namun kita melihatnya dari kacamata positif saja, bahwa dari situasi ini akan lahir solusi yang lebih baik tanpa mencederai harapan publik akan capres yang bersih dan amanah," ujarnya.

Rully melanjutkan, pada pekan-pekan selanjutnya geliat konvensi akan kembali tumbuh karena masalah-masalah substansial yang ia sebutkan telah ditemukan jalan keluarnya. Ia sampaikan, Majelis Tinggi Partai Demokrat telah memberikan beberapa masukan pada semua kandidat dalam pertemuan khusus tertutup pada pekan lalu.

Setelah melalui tahap pra-konvensi, Konvensi Partai Demokrat secara resmi dimulai pada 15 September 2013 hingga akhir Desember 2013. Di dalam waktu tersebut akan dilakukan berbagai kegiatan, mulai dari pengenalan kandidat, wawancara media, dan dilakukan satu kali survei untuk semua kandidat konvensi yang dilakukan oleh tiga lembaga survei.

Di awal Januari sampai April 2014, pelaksanaan konvensi akan memasuki tahap baru. Kegiatan yang dilakukan adalah wawancara mendalam kepada para kandidat yang melibatkan komite dan tokoh lain sebagai pewawancaranya. Di periode itu juga akan digelar debat antarkandidat dan dilakukan lagi survei untuk menentukan hasil akhir.

Peran masyarakat dalam menentukan pemenang konvensi akan nampak dalam survei akhir tersebut. Seluruh dana terkait konvensi dijamin berasal dari sumber halal dan semua peserta konvensi wajib membuat rekening khusus sebagai wujud transparansi keuangan konvensi.




Editor : Caroline Damanik


















4:39 PM | 0 komentar | Read More

KPK Mengaku Serius Usut Dugaan Penyelewengan Bansos di Banten

Written By Unknown on Tuesday, October 29, 2013 | 4:39 PM






JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Bambang Widjojanto menyatakan serius mengusut setiap dugaan penyelewengan yang dilaporkan ke KPK, termasuk dugaan penyelewengan dana bantuan sosial (bansos) dan hibah di Provinsi Banten. Sejauh ini, laporan terkait bansos dan hibah di Banten itu belum masuk dalam proses penyelidikan di KPK.

“Sejak kapan KPK tidak serius?” kata Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto di Jakarta, Selasa (29/10/2013) saat ditanya mengenai tindaklanjut KPK atas laporan masyarakat mengenai dana bansos dan hibah di Banten.

KPK telah menerima sejumlah laporan masyarakat mengenai bansos dan hibah di Banten. Sekitar September 2011, Indonesia Corrupption Watch (ICW) melaporkan kepada KPK mengenai aliran dana hibah dan bansos menjelang pemilihan kepala daerah di Banten. ICW menduga ada indikasi tindak pidana korupsi terkait penyaluran dana tersebut yang mengakibatkan kerugian negara sekitar Rp 34,9 miliar pada 2011.


Menurut data ICW, ada empat modus penyelewengan anggaran yang dilakukan oknum kepala daerah setempat, yakni lembaga penerima hibah fiktif, pengulangan alamat lembaga penerima hibah, pemotongan dana hibah, serta aliran dana hibah kepada lembaga yang dipimpin kerabat gubernur Banten. Bukan hanya ICW, laporan mengenai dana bansos dan hibah Banten juga disampaikan Aliansi Independen Peduli Publik (Alipp) yang tergabung dalam Jaringan Warga untuk Reformasi (Jawara Banten) kepada KPK beberapa waktu lalu.

Direktur Eksekutif Aliansi Alipp Uday Suhada saat menyambangi Gedung KPK, mengatakan, persoalan korupsi di Banten yang menjerat Tubagus Chaery Wardana, adik dari Ratu Atut, bukan hanya yang berkaitan dengan pemberian suap kepada Ketua MK nonaktif, Akil Mochtar.

Menurut Uday, dalam surat pencegahan para tersangka dan Ratu Atut yang dikirimkan KPK kepada Imigrasi tertulis bahwa pencegahan dilakukan bukan terkait penyidikan kasus dugaan suap kepada Akil saja, melainkan berkaitan dengan penyelidikan seputar pemilihan kepala daerah dalam periode 2011-2013.

“Artinya tidak menyangkut persoalan korupsi atau suap di Lebak dan Tangerang, tapi justru yang terjadi korupsi yang lebih besar pada 2011, yakni penggelontoran dana hibah Rp 340 miliar dan bansos Rp 60 miliar oleh Atut pada 221 lembaga pada saat itu. Itu sudah kita laporkan pada Agustus 2011 ke KPK,” kata Uday.

Menurutnya, beberapa proyek di Banten yang diselewengkan, di antaranya, pengalihan dana penguatan jalan Pandeglang-Serang ke lahan parkir Karang Sari di Pandeglang tanpa persetujuan DPRD; pembangunan rumah sakit di Balaraja; serta penyelewengan dana hibah dan bansos yang nilainya meningkat menjadi Rp 400 miliar.




Editor : Inggried Dwi Wedhaswary


















4:39 PM | 0 komentar | Read More

KPU: Tak Tepat Ini Disebut Kisruh DPT

Written By Unknown on Monday, October 28, 2013 | 4:39 PM






JAKARTA, KOMPAS.com -
Komisi Pemilihan Umum tetap meyakini Daftar Pemilih Tetap (DPT) Nasional untuk Pemilu 2014 akan lebih baik dibanding pemilu sebelumnya. KPU menganggap masalah DPT saat ini bukan masalah serius.


"Kalau disebut kisruh DPT tidak tepat lagi," kata Ketua KPU Husni Kamil Manik saat diskusi di Jakarta, Senin (28/10/2013).


Husni mengatakan, wajar DPT dikritisi semua pihak lantaran menyangkut kedaulatan rakyat untuk memilih. Semua pihak ingin agar pemilu 2014 lebih baik dibanding pemilu sebelumnya. Karena itu, kata dia, pihaknya sudah membangun data base seperti pemilu 2004 .


Husni menambahkan, pihaknya berharap kepada parpol atau pihak lain untuk menyerahkan data yang dimiliki sebagai pembanding data base KPU agar mereka yang berhak memilih bisa masuk dalam DPT. Namun, data tersebut harus berdasarkan fakta, bukan analisis.


Husni memberi contoh permintaan agar KPU mencoret pemilih dengan nama Pocong. Setelah nama itu dicoret, KPU di Singkawang, Kalimantan Barat protes. KPUD mengirimkan foto kartu keluarga yang terdapat nama Pocong dan foto Pocong bersama-sama anggota KPUD Singkawang.


"Memang di sana ada orangnya, namanya pcong. Ini temuan lapangan yang hanya baca di Jakarta seakan-akan tidak ada. Kalau ada kekurangan pemilih yang tidak layak masuk, silahkan kasih masuskan. Tapi ini harus temuan lapangan, bukan analisis," kata Husni.


Husni menambahkan, banyak problem dalam penyusunan DPT lantaran setiap hari ada orang meninggal, berusia 17 tahun, atau menikah. Banyak juga orang yang tidak tahu tanggal lahirnya.


"Yang menjadi problem sebelum sensus dia sudah meninggal tapi masih dimasukkan. Jadi, kalau partai-partai punya data pembanding silahkan (dimasukkan). Tapi mohon tidak berdasarkan analisa karena belum tentu tepat di lapangan," pungkasnya.





Editor : Caroline Damanik







Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:











4:39 PM | 0 komentar | Read More

Dihadiri Basuki, Sidang Paripurna Hanya 15 Menit






JAKARTA, KOMPAS.com - Rapat paripurna Pembentukan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Perseroan Terbatas (PT) Penjamin Kredit Daerah Jakarta, pada Senin (28/10/2013) dihadiri Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Namun, seluruh fraksi tidak menyampaikan dan membacakan pandangan mereka. Paripurna pun hanya berlangsung 15 menit.

Padahal, rapat ini sudah tertunda selama empat jam dari jadwal, yang seharunya dimulai pada pukul 10.00. Namun karena pimpinan DPRD DKI menerima tamu dari DPRD salah satu kota di Korea Selatan, paripurna baru dimulai pukul 14.00.

Berdasarkan agenda, paripurna itu seharusnya untuk penyampaian pandangan umum fraksi terhadap rancangan peraturan daerah (raperda) tentang pembentukan PT Jamkrida. Masing-masing perwakilan fraksi hanya membacakan sedikit sambutan, tidak disertai dengan pandangan mereka.

Tak lebih dari tiga menit, tiap fraksi menyampaikan laporan fraksi. Diawali dengan anggota fraksi Partai Golongan Karya (Golkar) Taufik Azhar. Tanpa disangka, ia hanya mengucapkan selamat Sumpah Pemuda kepada yang menghadiri rapat tersebut.

"Kami menyerahkan laporan pemandangan tentang usulan pembentukan BUMD PT Penjamin Kredit Daerah DKI kepada pimpinan. Dalam hal ini, izinkan kami juga menyampaikan Selamat Sumpah Pemuda. Wassalamualaikum," kata Taufik.

Penyampaian Taufik yang singkat itu sempat membuat heboh ruang rapat paripurna. Tapi rupanya, apa yang dilakukan fraksi Golkar diikuti fraksi-fraksi lainnya, seperti fraksi Partai Gerindra, fraksi Partai Demokrat, fraksi PDI Perjuangan, Hanura-Damai Sejahtera, PAN-PKB, dan PKS. Rapat paripurna ini juga hanya dihadiri oleh 25 dari 94 anggota DPRD DKI.

Menanggapi hal itu, Basuki mengaku tak mempermasalahkan hal tersebut. "Enggak masalah, enggak apa-apa kok. Aku baca langsung selesai, kok," ujar Basuki.




Editor : Ana Shofiana Syatiri


















4:24 PM | 0 komentar | Read More

Pedrosa Kesulitan Saat Keluar Tikungan

Written By Unknown on Sunday, October 27, 2013 | 4:46 PM





MOTEGI, KOMPAS.com - Dani Pedrosa gagal mencatat hat-trick kemenangan di GP Jepang. Tak hanya itu, pebalap Repsol Honda ini juga tak lagi punya kesempatan untuk meraih gelar juara dunia musim ini, setelah hanya finis ketiga di Sirkuit Twin Ring Motegi, Minggu (27/10/2013).

Sebelum balapan hari ini, Pedrosa merupakan salah satu calon kuat juara di Motegi. Start dari posisi keempat, Pedrosa berhasil melewati Valentino Rossi pada lap kedua, yang mengantarnya mengunci posisi ketiga.

Sepanjang balapan dia mampu bersaing dengan Jorge Lorenzo dan Marc Marquez. Tetapi setelah lap ke-16, Lorenzo menambah kecepatannya dan Pedrosa tak mampu untuk mengimbangi, hingga balapan berakhir.

"Hari ini bukanlah balapan terbaik saya. Saya mencoba melakukan yang terbaik tapi saya sangat kesulitan saat keluar dari tikungan, dibandingkan mereka berdua (Lorenzo dan Marquez). Saya melakukan start dengan baik tapi kehilangan dua posisi pada tikungan pertama," kata Pedrosa.

"Saya berusaha tenang saat start dan tidak ingin membuat kesalahan. Tetapi, saya tidak bisa melewati tikungan secepat biasanya. Pada pertengahan balapan saat Jorge menambah kecepatan, saya tidak bisa mengimbangi. Pada akhirnya, tak ada yang tersisa. Saya tidak bisa tampil seperti yang saya inginkan, tapi kami harus mencoba dan berkembang."

Pedrosa sudah mencatat 12 podium musim ini, yang mengantarnya berada di peringkat tiga klasemen, tertinggal 38 poin dari Marquez di posisi pertama.




Editor : Pipit Puspita Rini















4:46 PM | 0 komentar | Read More

Wajah Barry 'Saint Loco' Disiram Air Keras Usai Manggung Di Malang


Malang, Jawa Timur - Nasib naas menimpa personel group band Saint loco, Barry Manoch usai manggung di Malang, Jawa Timur, Sabtu (26/10) malam, pasalnya wajah Barry dilempar dengan botol berisi cairan air keras oleh seorang oknum penonton kala Barry dan personel Saint Loco lainnya tengah meladeni sesi foto dengan fans usai manggung.


Akibat insiden itu, wajah Barry 80% rusak parah. Hal tersebut diungkapkan Manajer Saint Loco, Ingga Jaya Purda saat dihubungi sejumlah wartawan dengan telepone, Minggu (27/10).


"Wajah Barry 80 persen luka-luka. Mata belum bisa melihat yang sebelah kiri. Kalau mata kanan penglihatan masih agak kabur," ungkap Ingga.


Dilanjutkan Ingga, insiden penyiraman cairan air keras itu berawal kala personel Saint Loco tengah meladeni sesi foto dan tanda tangan kepada fansnya usai manggung digelarnya.


"Jadi anak-anak sedang kumpul-kumpul dan ngobrol dengan fansnya, tiba-tiba ada seseorang melempar botol berisi cairan air keras dan langsung kabur. Kita sempat mengejarnya, tapi gak dapat. Orangnya seh terlihat di CCTV, tapi sampai sekarang belum ketangkap," lanjut Ingga.


Akibat insiden tersebut, Barry langsung dilarikan ke rumah sakit untuk menjalani perawatan yang intensif.


"Kata dokter, bentuk lukanya, luka bakar. Pertolongan baru pengobatan buat muka. Karena ini bahan kimia, kata dokter masih bisa bereaksi sampai tiga atau empat hari. Beda kalau kena luka bakar api. Kalau kena luka bakar api kan langsung ya, kalau ini bertahap, bisa bertambah parah," tuturnya.


Hingga kini Barry masih dirawat secara intensif di Unit Gawat Darurat (UGD) RSSA Malang, rencananya siang ini pihak management Saint Loco berencana akan membawa Barry ke Jakarta untuk penanganan yang lebih intensif.


4:46 PM | 0 komentar | Read More

Survei PWS: Eko Patrio Masuk Alternatif Capres PAN






JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Eko Patrio masuk dalam daftar tokoh muda yang dianggap publik mampu menjadi alternatif calon presiden 2014 dari Partai Amanat Nasional (PAN).

Demikian salah satu poin dari hasil survei yang dilakukan Political Weather Station (PWS) mengenai tokoh muda dan alternatif 2014. Survei ini dilakukan terhadap 1.070 responden di 34 provinsi dalam kurun waktu 21 September hingga 24 Oktober 2013.

Responden dalam survei ini sebagian besar berasal dari kalangan menengah ke bawah dengan latar pendidikan sebagian besar lulusan sekolah lanjutan tingkat atas (SLTA). Metode survei ini dilakukan melalui wawancara tatap muka dengan pedomen kuesioner.

“Lalu Eko Patrio, saya enggak tahu, kalau kemudian Eko punya duit dan sekarang muncul, mungkin enak mana punya pemimpin jenaka atau rakyat yang jenaka,” kata peneliti PWS, Imam Sofyan saat memaparkan hasil survei di Jakarta, Minggu (27/10/2013).

Menurut hasil survei tersebut, Eko yang pernah berprofesi sebagai pelawak ini masuk dalam daftar alternatif capres PAN bersamaan dengan politikus PAN lainnya, yakni Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan, dan Taufik Kurniawan, dan Drajad Wibowo.

Eko berada di posisi paling bawah dibandingkan tiga nama lainnya. Posisi pertama ada Zulkifli Hasan dengan 8,8 persen responden, diikuti Drajad dengan 6,9 persen, Taufik 5,6 persen, lalu Eko 2,8 persen.

Adapun sebagian besar responden, yakni 75,79 persen memilih untuk tidak menjawab atau tidak tahu. Menurut Imam, keempat nama ini merupakan nama yang dimunculkan oleh para responden sendiri.

Peneliti PWS mengajukan pertanyaan terbuka mengenai siapakah tokoh muda dan alternatif calon pemimpin masa depan dari PAN. Imam menduga, nama Eko masuk sebagai calon presiden alternatif dari PAN karena memang dukungan untuk Eko di Nganjuk, Jawa Timur, cukup kuat.

“Eko Patrio muncul karena katanya di Nganjuk nyaman ya dengan Eko. Dia memang punya basis kuat di Nganjuk,” ujar Imam.




Editor : Bambang Priyo Jatmiko
















4:39 PM | 0 komentar | Read More

Pelaku Juga Banting Televisi di Rumah Adiguna Sutowo






JAKARTA, KOMPAS.com - Selain menabrakkan mobil pada pagar rumah dan kendaraan milik pengusaha Adiguna Sutowo, pelaku juga membanting televisi 32 inch yang berada di dapur.

Kasubag Humas Polres Metro Jakarta Timur, Komisaris Sri bhayangkari menjelaskan, pelaku dengan mengendarai mobil Mercy B 712 NDR menabrakkan mobil ke pagar rumah. Lalu mobil tersebut masuk ke dalam dan menabrak mobil Lexus B 171 AV, Mercy B 171 VAS, dan Alphard, yang terparkir di halaman rumah.

Benturan mobil tersebut sangat kencang, yang menyebabkan mobil Mercy milik Adiguna SUtowo melaju dan menabrak tembok dapur hingga jebol. Lalu pelaku turun dan berteriak-teriak memanggil nama Vika, istri Adiguna.

"Di dapur ada TV 32 inch. Lalu dia membanting TV tersebut," kata Sri ketika dihubungi, Minggu (27/10/2013).

Selain itu pelaku juga mengambil payung yang didapatnya dari salah satu mobil yang ditabrak, yang ia gunakan untuk merusak mobil Lexus. Seorang sopir Adiguna berinisial D lalu menenangkan pelaku yang semakin memberingas.

Tak lama kemudian sebuah mobil Honda Civic datang dengan dikendarai seorang berinisial H, yang ikut melerai dan membujuk pelaku untuk pulang. Setelah berhasil membujuk pelaku pulang, mobil pelaku yang ditinggal akhirnya dibawa oleh mobil derek.

Polisi sampai saat ini sedang melakukan pengejaran terhadap pelaku yang diduga berinisial F.




Editor : Bambang Priyo Jatmiko


















4:23 PM | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger