Powered by Blogger.

Popular Posts Today

Nicki Minaj Mengaku Aborsi saat SMA

Written By Unknown on Thursday, January 1, 2015 | 4:47 PM


Los Angeles - Nicki Minaj mengambil hal-hal pribadi untuk musik barunya. Album barunya, The Pinkprint, menggali kehidupan pribadinya yang belum pernah diungkapkan kepada penggemarnya, termasuk hamil saat remaja, dan memutuskan untuk melakukan aborsi.


"Salah satu tujuan saya adalah untuk berbagi kehidupan pribadi saya, karena hal itu sangat privat," kaata Minaj kepada Rolling Stones.


Minaj mengaku hamil dengan cinta pertamanya saat SMA. "Saya pikir, saya akan mati. Saya masih remaja. Itu adalah hal paling sulit yang pernah saya alami," ujarnya pada majalah itu.


Minaj (32), mengungkapkan, keputusan tersebut sangat menghantuinya, namun hal itu bisa bertentangan jika dirinya mengatakan tidak mempunyai pilihan. "Saya belum siap. Saya tidak punya apapun untuk memberikan anak," ucapnya.


Album ini mengeksplorasi berbagai kesulitan yang dialami dalam hidupnya, seperti putus cinta dengan pacarnya sejak umur 11 tahun, Safaree Samuels.


"Penuh perjuangan untuk mengungkapkan semua ini. Saya memutuskan untuk tidak menyembunyikannya. Saya seorang wanita yang rentan, dan aku bangga dengan itu," jelas Minaj.


Penulis: Eko Priyatmono/EPR


Sumber:People


4:47 PM | 0 komentar | Read More

Perankan Stephen Hawking, Eddie Redmayne Tidak Tidur 9 Bulan

Written By Unknown on Wednesday, December 31, 2014 | 4:46 PM


Jakarta - Nama Eddie Redmayne tengah menjadi topik perbincangan di kalangan dunia pefilman Hollywood lantaran dinilai berhasil memerankan ilmuan Stephen Hawking di film The Theory of Everything. Aktingnya mendapatkan pujian dari para kritikus film dunia. Berkat perannya itu pula, Redmayne yang pernah terlibat dalam film Les Miserables, diganjar masuk nominasi Pemeran Pria Terbaik Penghargaan The Golde Globe.


Di balik kesuksesan memerankan Hawking, Redmayne mengaku mengalami masa sulit selama proses pengambilan gambar film tersebut. Dalam acara The Graham Norton Show, Redmayne bercerita, memerankan tokoh Hawking yang menderita penyakit Sklerosis Lateral Amiotrofik adalah pekerjaan yang sulit.


“Saya tidak tidur selama sembilan bulan,” kata Redmayne.


Sebelum proses pengambilan gambar dilakukan, Redmayne sempat bertemu dengan Hawking. Pertemuan dengan Hawking menjadi pertemuan yang kaku, saat Redmayne mencoba mengatakan kesamaan antara dirinya dengan sang ilmuwan.


Kepada Hawking, Redmyane mengatakan, keduanya sama-sama berzodiak Capricorn. Eddie harus menunggu enam menit untuk mendapatkan respons dari Hawking. Ia pun dikejutkan dengan jawaban Hawking terhadap penyataannya itu. Kata Redmayne, sang ilmuwan hanya menjawab, dirinya adalah seorang astronom bukan astrolog.


Setelah pertemuan itu, Redmayne mendapatkan gambaran tentang sosok Hawking. Tidak berhenti di situ, Redmayne terus melakukan riset tentang Hawking selama empat bulan.


Berkat aktingnya dalam film ini, Redmayne masuk dalam nominasi Aktor Terbaik untuk sejumlah penghargaan. Redmayne pun diperkirakan menjadi aktor yang paling berpotensi untuk membawa pulang Piala Oscar.


Saat disinggung soal kemungkinannya membawa pulang salah satu penghargaan di dunia film, Redmayne menanggapi dengan ramah. Menurut Redmayne, hadiah terbesar dalam memerankan sosok Hawking adalah ketika keluarga sang ilmuwan menonton film tersebut dan memberikan respons positif.


Suara Pembaruan


Penulis: RIZ/NAD


Sumber:Suara Pembaruan


4:46 PM | 0 komentar | Read More

Dewan Kesenian Jakarta Gagas Program "Kota yang Tenggelam"

Written By Unknown on Tuesday, December 30, 2014 | 4:46 PM


Jakarta - Fenomena penurunan tanah akibat eksploitasi air tanah yang berlebihan semakin mengkhawatirkan di DKI Jakarta. Komite Teater Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) menilai hal ini sebagai salah satu persoalan yang berpengaruh secara luar biasa pada kehidupan warga kota.


Kota Jakarta sendiri disinyalir sebagai salah satu kota di Asia yang sedang berada dalam proses tenggelam. Jika tidak dilakukan langkah-langkah penanggulangan, Jakarta diperkirakan akan tenggelam pada 2030.


Bagi Komite Teater DKJ, kesenian selalu berasal dari kehidupan sehari-hari yang nyata dan sangat dekat dengan pelaku serta penontonnya. Isu penting inilah yang menarik Komite Teater DKJ untuk menggagas program "Kota yang Tenggelam".


Pada tahap pertama program "Kota yang Tenggelam”, DKJ menggandeng Teater Kubur dan Lab Teater Ciputat dalam serangkaian diskusi dan riset lapangan. Menurut Ketua Komite Teater DKJ, Dewi Noviani, riset ini penting karena merupakan bagian tak terpisahkan dalam berkesenian.


Pada tahap yang digelar sejak Oktober sampai Desember 2013 lalu ini, para seniman mendiskusikan masalah tersebut dengan pemerhati masalah perkotaan Marco Kusumawijaya, aktivis Urban Poor Consortium Wardah Hafidz, dan Peneliti AMRTA Institute Irfan Zamzami.


“Bagi Komite Teater DKJ, riset adalah bagian yang tak terpisahkan dari sebuah proses berkesenian,” ungkap Ketua Komite Teater DKJ, Dewi Noviani.


Dilanjutkannya, hasil dari riset dan diskusi tadi akan diwujudkan dalam bentuk pertunjukan teater yang secara partisipatif melibatkan warga.


“Kami ingin dengan pelibatan warga dalam program ini mereka bisa saling mengetahui masalah di sekitarnya dan terbentuk rasa kebersamaan,” lanjut Dewi.


Ada pun rangkaian acara “Kota yang Tenggelam” akan diadakan dan dibagi menjadi dua agenda. Agenda pertama Pentas Pendampingan Masyarakat Kapuk Teko oleh Teater Kubur yang akan diadakan pada Selasa, 30 Desember 2014 di Kapuk Teko RW 01, Kelurahan Kapuk, Cengkareng Jakarta Barat mulai pukul 15.30 WIB.


Agenda kedua adalah Sedekah Sungai oleh Lab Teater Ciputat dan Warga Sangga Buana & Pondok Pinang yang akan diadakan pada Rabu, 31 Desember 2014 di Hutan Kota Sangga Buana-Karang Tengah Lebak Bulus Jakarta Selatan mulai pukul 13.00 WIB.


Penulis: Kharina Triananda/JAS


Sumber:PR


4:46 PM | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger