Powered by Blogger.

Popular Posts Today

Kontingen Indonesia Rayakan HUT RI di Perkampungan Atlet AYG

Written By Unknown on Saturday, August 17, 2013 | 4:48 PM





JAKARTA, Kompas.com — Kontingen Indonesia yang turun di Asian Youth Games 2013 merayakan Hari Ulang Tahun Ke-68 Republik Indonesia dengan menggelar upacara bendera di perkampungan atlet di Universitas Teknologi Nanjing, China, Sabtu.
     
"Upacara penaikan bendera dilaksanakan usai acara penyambutan kontingen di Aula Universitas. Dengan diikuti oleh manajer, pelatih, dan beberapa atlet yang belum bertanding hari ini dengan dipimpin oleh Ketua Olimpiade Indonesia Rita Subowo," kata Chief de Mission (CDM) Indonesia Ade Lukman.

Menurut Ade Lukman, pelaksanaan upacara HUT RI di Nanjing sama dengan yang dilakukan di Indonesia mulai dari penghormatan bendera yang diiringi lagu Indonesia Raya. Setelah itu dilanjutkan pidato dari Ketua KOI Rita Subowo.
     
Dalam sambutannya, kata Ade, orang nomor satu di KOI itu meminta agar para atlet remaja yang tengah berjuang di AYG ini melanjutkan semangat kemerdekaan dalam pertandingan.  "Merayakan 17 Agustus di negeri orang terasa lain. Para atlet dan pelatih terasa lain, lebih emosional dan semangatnya lebih membangkitkan. Jadi semoga semangat kemerdekaan ini bisa diteruskan oleh atlet-atlet khususnya mereka yang bertanding di sini," kata Ade menirukan Rita Subowo.
     
Para atlet, manajer, pelatih, dan ofisial tim yang mengikuti upacara bendera menggunakan seragam kontingen lengkap dengan baju merah serta topi, jaket, dan celana putih.
     
Upacara terlihat hikmat meski sederhana dan berlangsung di dalam ruangan. Atlet yang ikut dalam upacara yakni dari cabang basket, angkat besi, dan golf.
     
Selesai upacar,a para atlet dan ofisial tim langsung berkeliling perkampungan atlet serta mengunjungi Asian Culture Village yang berada tepat di area luar perkampungan atlet untuk melihat persiapan pembukaan Asian Culture.
     
Indonesia sendiri pada Asian Culture Festival kali ini akan menampilkan budaya Betawi. Kontingen Indonesia mendapatkan jadwal untuk mempertunjukkan budayanya pada 19-21 Agustus mendatang. Sementara untuk AYG, 16-24 kontingen Indonesia diperkuat 104 atlet.




Editor : Tjahjo Sasongko















4:48 PM | 0 komentar | Read More

Gerindra: Presiden, Coba \"Blusukan\" ke Lapas






JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota Komisi III DPR dari Fraksi Gerindra Martin Hutabarat menilai,  pemerintah tidak memiliki konsep untuk mengatasi persoalan hukum yang terjadi di lembaga pemasyarakatan (lapas). Menurutnya, hal ini terlihat dari pidato kenegaraan presiden yang tidak menyinggung masalah bobroknya kondisi lapas.

"Bagaimana di lapas narkoba ada pabrik narkoba. Presiden cobalah sekali-kali blusukan ke lapas. Sidak dia ke sana supaya dia tahu apa persoalan (sebenarnya)," ujar Martin, di Jakarta, Sabtu (17/8/2013).

Martin mengatakan, dalam pidato kenegaraannya, Presiden seharusnya memaparkan bagaimana mengatasi persoalan di lapas, termasuk merehabilitas penghuni lapas yang dipenjara karena mengonsumsi narkoba. '

"Seharusnya, dalam setahun ke depan, pemerintah harus memiliki konsep untuk mengatasi ini," katanya.

Rencananya, Komisi III DPR akan membahas persoalan lapas dalam rapat kerja dengan Menteri Hukum dan HAM Amir Syamsuddin, pekan depan.

Setelah kasus ricuh di Lapas Tanjung Gusta, Medan, Sumatera Utara, dan kaburnya sejumlah narapidana dari Lapas Batam, Kementerian Hukum dan HAM (Kemenhuk dan HAM) bersama Bareskrim Polri menemukan adanya pabrik sabu di bengkel napi di Lapas Narkotika Kelas IIA Cipinang, Jakarta Timur. Dalam pabrik tersebut ditemukan bahan-bahan pembuat sabu atau ekstasi.

Tim penyidik Direktorat IV Narkoba Bareskrim Polri menetapkan sepuluh orang tersangka dalam kasus pabrik sabu di dalam Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Narkotika Cipinang. Sepuluh tersangka itu terancam dihukum mati. Sepuluh tersangka itu berinisial GW (PNS LP Narkotika Cipinang), MY, JW (ibu rumah tangga), HC, VC, AS, AH, TR, MT, dan FB (napi LP Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah).




Editor : Inggried Dwi Wedhaswary







Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:











4:39 PM | 0 komentar | Read More

Polisi Tewas Ditembak Naik Pangkat






JAKARTA, KOMPAS.com
- Dua anggota Polsek  Pondok Aren Bripka Maulana dan Aiptu Koes Hendratno yang tewas ditembak orang tak dikenal mendapat kenaikan pangkat. Pangkat baru tersebut mulai berlaku pada 17 Agustus 2013 ini.

"Aiptu Kus Hendratna  dinaikan menjadi Iptu, sedangkan Bripka  Maulana dinaikan  pangkatnya menjadi Aipda  terhitung mulai tanggal  17 Agustus," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto, Sabtu (17/8/2013).

Menurut Rikwanto, kenaikan pangkat tersebut berdasarkan Keputusan  KPLB (kenaikan pangkat luar biasa)  nomor: Kep/576/VIII/2013 TGL 17-8-2013 KPLBA.

Mabes Polri juga menganugerahkan kenaikan pangkat kepada Aiptu Dwiyatna (50), anggota Babinkamtibmas Polsek Cilandak, yang tewas ditembak orang tak dikenal di Ciputat, Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Aiptu Dwiyatna naik pangkat satu tingkat menjadi Ipda Anumerta.

Penghargaan satu tingkat itu diberikan kepada ketiga anggota polisi itu karena dinilai meninggal saat bertugas atau dinas.

Sebelumnya, Aipda Kus Hendratma ditembak orang tak dikenal di Jalan Graha Raya, tepat di depan Masjid Bani Umar, Kelurahan Prigi Baru, Kecamatan Pondok Aren, Bintaro, Tangerang Selatan, Jumat (16/8/2013) pukul 22.00 WIB.

Dengan mengendarai Toyota Avanza warna hitam, Tim Buser memburu pelaku. Namun, pengejaran itu menyebabkan mobil Tim Buser terperosok ke got di pinggir jalan. Pelaku kemudian menembak sopir Avanza (Bripka Maulana) yang baru keluar dari mobil.

Setelah itu, sempat terjadi baku tembak. Pelaku kemudian melarikan diri dengan merampas sepeda motor milik warga bernomor polisi B 6620 SFS.




Editor : Ana Shofiana Syatiri


















4:24 PM | 0 komentar | Read More

BI Yakin Nilai Tukar Rupiah Membaik

Written By Unknown on Friday, August 16, 2013 | 4:48 PM






JAKARTA, KOMPAS.com - Nilai tukar rupiah sudah menguat beberapa hari belakangan. Data per hari ini, nilai tukar berada di posisi Rp 9.929. Bank Indonesia (BI) yakin, rupiah terus akan menguat seiring dengan perbaikan ekonomi Amerika Serikat (AS).

"Meski ketidakpastian global masih tinggi, namun diperkirakan tekanan pada nilai tukar akan berkurang seiring dengan perbaikan ekonomi AS," jelas Direktur Departemen Komunikasi, Peter Jacobs, Jumat, (28/6/2013).

BI berharap, tingkat ekspor akan meningkat seiring perbaikan di negeri Paman Sam. Namun, untuk sementara ini, memang tekanan terhadap rupiah masih ada.

Oleh sebab itu, BI akan mementingkan langkah-langkah untuk menjaga stabilitas nilai tukar, moneter, dan makro ekonomi nasional. Namun, BI tidak akan menetapkan angka nilai tukar rupiah untuk bertahan di level nominal tertentu.

BI pun akan mengorbankan cadangan devisa untuk menjaga posisi nilai tukar. Peter bilang, BI tak akan menetapkan angka psikologis cadangan devisa sebesar US$ 100 miliar. Namun ia mengaku tak tahu berapa posisi cadev akhir bulan ini. Pada Mei kemarin, cadev Indonesia sudah menurun ke posisi US$ 105,149 miliar dari sebelumnya US$ 107,269 miliar di bulan April.

Menurut BI, posisi cadev saat ini masih cukup untuk mendukung stabilitas nilai tukar rupiah. "Karena jauh di atas kebutuhan standar internasional," sebut Peter.

Kemudian, bank sentral ini melihat adanya total outflow yang terjadi sebagai uang panas. Ini pun menurutnya lazim, melihat situasi perekonomian yang tidak pasti. Peter menyatakan posisi outflow sekarang cenderung menurun dan membuat nilai tukar Rupiah relatif stabil.

Untuk itu, BI juga berusaha untuk mengantisipasi kebutuhan likuiditas di pasar. Terlebih, adanya peningkatan kebutuhan valas untuk pembayaran utang luar negeri dan repatriasi keuntungan korporasi. Peningkatan ini umum terjadi di periode akhir bulan dan akhir semester.(Annisa Aninditya Wibawa)




Editor : Bambang Priyo Jatmiko













4:48 PM | 0 komentar | Read More

Sakit, Shezy Idris Batalkan Acara Aqiqah Bayi Mungilnya


Jakarta - Kelahiran Ayana Rizky Pratama Wirasanjaya pada Jumat (21/6), tentu saja membuat kebahagiaan pasangan Shezy Idris dan suaminya Krishna Adhyata bertambah. Bahkan rencananya, pasangan tersebut berencana segera menggelar acara aqiqah bayi mereka pada hari Minggu (18/8) besok.


Namun rencana itu ternyata harus batal digelar, karena Shezy harus dirawat di rumah sakit lantaran menderita sakit saluran kencing. Hal itu diungkapkan oleh ibunda Shezy, Sherly Daisy Idris, saat dihubungi melalui sambungan telepon, Kamis (15/8) sore.


"Iya, benar. Shezy saat ini sedang tergolek di rumah sakit, karena sakit di saluran Kencingnya. Padahal hari Minggu besok rencananya akan diadakan acara aqiqah buat Ayana. Pesiapannya yang sudah 70 persen harus di-cancel, karena yang punya acara sakit," ujar Sherly.


Lebih jauh, Sherly menambahkan bahwa kondisi Shezy yang kini tengah dirawat, turut berpengaruh pada kondisi bayinya yang masih harus menyusui.


"Karena sakit itu, tentunya berpengaruh pada kondisi ASI yang diproduksi Shezy. Otomatis juga berpengaruh sama anaknya. Karena nyusunya gak kenyang-kenyang, karena asupan ASI-nya sepertinya berkurang," lanjut Sherly.


Sherly dan keluarganya sendiri berharap agar kondisi Shezy bisa cepat membaik, agar kondisi bayinya juga tidak ikut-ikutan sakit karena kekurangan asupan gizi dari sang ibunda.


"Kami sekeluarga berharap Shezy cepat sembuh. Karena kasihan anaknya. Kan anaknya masih harus menyusui. Kalau ibunya sakit, otomatis asupan gizinya juga jadi berkurang. Nanti takutnya malah, anaknya sakit juga karena kekurangan asupan gizi," terang Sherly.


4:47 PM | 0 komentar | Read More

Rudi Bisa Jadi \"Justice Collaborator\", KPK: Tergantung Keikhlasannya...






JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad menyatakan pihaknya tidak akan menawarkan tersangka kasus suap, Rudi Rubiandini untuk menjadi saksi pelaku yang bekerja sama atau justice collaborator. Menurutnya, status bisa diberikan tergantung pada ketulusan dan keikhlasannya.

"KPK tidak akan menawarkan seseorang menjadi justice collaborator. Tapi kami melihat niat, keikhlasan dan ketulusan yang bersangkutan bongkar kasus ini," kata Abraham di Kompleks Parlemen, Jumat (16/8/2013).

Jika Rudi memang terlihat berniat, barulah mantan Wakil Menteri ESDM itu bisa ditetapkan sebagai justice collaborator. KPK, lanjutnya, mempertimbangkan perilaku Rudi selama diperiksa oleh penyidik.

"Apakah kooperatif sehingga bisa membongkar kasus ini secara keseluruhan," ucap Abraham.

Apakah sampai saat ini Rudi bersikap kooperatif?

"Saya tidak bisa mengungkapkan apa saja. Yang jelas kami masih mengorek keterangan dari yang bersangkutan," imbuh Abraham.

Sebelumnya, KPK menetapkan Rudi beserta Deviardi alias Ardi dan pengusaha Simon G Tanjaya sebagai tersangka dalam kasus suap. Rudi tertangkap tangan menerima 200.000 dollar AS dari Ardi. KPK kini tengah mengembangkan motif dari pemberian itu.

KPK juga telah menggeledah kantor Kernell Oil, kantor SKK Migas, dan Kementerian ESDM. Di kantor SKK Migas, KPK menyita 60.000 dollar Singapura, 2.000 dollar AS, dan kepingan emas seberat 180 gram. Sementara itu, dari ruang kerja Sekjen Kementerian ESDM Waryono Karyo, KPK menyita uang tunai 200.000 dollar AS dalam sebuah tas hitam. Asal-usul uang itu masih diselidiki KPK.




Editor : Caroline Damanik


















4:39 PM | 0 komentar | Read More

Jakarta Barat Kekurangan Petugas Kebersihan Saluran Air





JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Seksi Pengendalian Kebersihan Suku Dinas Kebersihan Jakarta Barat Supriyadi mengatakan, saat ini hanya ada 105 personel yang bertugas membersihkan saluran air mikro di wilayah tersebut. Menurutnya, jumlah ini sangat jauh dari jumlah ideal.


"Jumlah idealnya seharusnya ada 240 personel yang tersebar di delapan kecamatan," katanya saat dihubungi, Jumat (16/8/2013).


Supriyadi mengatakan telah mengajukan perekrutan personel tambahan kepada Dinas Kebersihan Provinsi DKI Jakarta. Namun sampai saat ini, belum ada keputusan tentang hal itu.


Ia menyebutkan, Sudin Kebersihan Jakarta Barat dan Dinas Kebersihan Provinsi memiliki tugas pokok dan fungsi penanganan sampah. Dinas Kebersihan Provinsi bertugas menangani sungai-sungai besar dengan lebar di atas 4 meter. "Sehingga untuk sejumlah kali besar, seperti Kali Sekretaris, Mookervart, Angke, itu tetap tupoksi dinas, kita hanya memonitor," ujarnya.


Saluran mikro merupakan saluran kecil yang menghubungkan sungai-sungai besar dengan saluran drainase di pemukiman penduduk. Untuk wilayah Jakarta Barat, ada 522 saluran mikro yang tersebar di wilayah ini.





Editor : Laksono Hari Wiwoho
















4:24 PM | 0 komentar | Read More

BI Yakin Nilai Tukar Rupiah Membaik

Written By Unknown on Thursday, August 15, 2013 | 4:48 PM






JAKARTA, KOMPAS.com - Nilai tukar rupiah sudah menguat beberapa hari belakangan. Data per hari ini, nilai tukar berada di posisi Rp 9.929. Bank Indonesia (BI) yakin, rupiah terus akan menguat seiring dengan perbaikan ekonomi Amerika Serikat (AS).

"Meski ketidakpastian global masih tinggi, namun diperkirakan tekanan pada nilai tukar akan berkurang seiring dengan perbaikan ekonomi AS," jelas Direktur Departemen Komunikasi, Peter Jacobs, Jumat, (28/6/2013).

BI berharap, tingkat ekspor akan meningkat seiring perbaikan di negeri Paman Sam. Namun, untuk sementara ini, memang tekanan terhadap rupiah masih ada.

Oleh sebab itu, BI akan mementingkan langkah-langkah untuk menjaga stabilitas nilai tukar, moneter, dan makro ekonomi nasional. Namun, BI tidak akan menetapkan angka nilai tukar rupiah untuk bertahan di level nominal tertentu.

BI pun akan mengorbankan cadangan devisa untuk menjaga posisi nilai tukar. Peter bilang, BI tak akan menetapkan angka psikologis cadangan devisa sebesar US$ 100 miliar. Namun ia mengaku tak tahu berapa posisi cadev akhir bulan ini. Pada Mei kemarin, cadev Indonesia sudah menurun ke posisi US$ 105,149 miliar dari sebelumnya US$ 107,269 miliar di bulan April.

Menurut BI, posisi cadev saat ini masih cukup untuk mendukung stabilitas nilai tukar rupiah. "Karena jauh di atas kebutuhan standar internasional," sebut Peter.

Kemudian, bank sentral ini melihat adanya total outflow yang terjadi sebagai uang panas. Ini pun menurutnya lazim, melihat situasi perekonomian yang tidak pasti. Peter menyatakan posisi outflow sekarang cenderung menurun dan membuat nilai tukar Rupiah relatif stabil.

Untuk itu, BI juga berusaha untuk mengantisipasi kebutuhan likuiditas di pasar. Terlebih, adanya peningkatan kebutuhan valas untuk pembayaran utang luar negeri dan repatriasi keuntungan korporasi. Peningkatan ini umum terjadi di periode akhir bulan dan akhir semester.(Annisa Aninditya Wibawa)




Editor : Bambang Priyo Jatmiko













4:48 PM | 0 komentar | Read More

Pegawai Lapas Cipinang Jadi Kurir Narkoba untuk Freddy






JAKARTA, KOMPAS.com - Oknum pegawai Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Cipinang, Jakarta berinisial TLG diduga menjadi kurir narkoba untuk terpidana mati kasus narkotika Freddy Budiman. TLG pernah mengirimkan paket jenis sabu kepada M yang diduga rekan Freddy.

"Terbukti menjadi kurir untuk mengirimkan paket dan kiriman berupa sabu-sabu dari Freddy Budiman kepada pihak ketiga di luar Lapas Narkotika atas nama inisialnya M," ujar Menteri Hukum dan HAM Amir Syamsuddin, di kantornya, Jakarta Selatan, Kamis (15/8/2013).

Amir menjelaskan, TLG tengah menjalani proses pidana dan saat ini ditahan di Mabes Polri. TLG juga kedapatan menyimpan sabu sebanyak 0,14 gram di rumahnya.

"Benar terdapat pegawai dengan inisial TLG ditahan Mabes Polri karena terbukti memiliki sabu sebesar 0,14 gram di kediamannya," lanjut Amir.

Amir menjelaskan, pihaknya mendapati 5 petugas regu pengamanan pernah mengonsumsi sabu bersama beberapa warga binaan. Selain itu, berdasarkan tes urin, tiga petugas regu pengamanan terbukti mengonsumsi zat amphetamine.

Sebelumnya, dalam sidak yang dilakukan Amir dan Direktorat IV Tindak Pidana Narkotika Polri ditemukan serbuk red fosfor (prekusor sabu) serta mesin pencetak pil ekstasi di bengkel napi. Dalam sidak itu, Polri juga mengamankan satu orang petugas staf keamanan Lapas berinisial G, dan tiga orang napi yakni AS, HS, dan V.

Hasil pemeriksaan Inspektorat Jenderal Kementerian Hukum dan HAM, bahan pembuat sabu yang ditemukan itu adalah milik Freddy. Freddy sendiri saat ini tengah diisolasi di Lapas Nusakambangan, Cilacap. Pengisolasian Freddy setelah diketahui mendapat fasilitas khusus untuk berkencan dengan teman wanitanya di salah satu ruangan dan menggunakan narkoba dalam lapas.




Editor : Inggried Dwi Wedhaswary


















4:39 PM | 0 komentar | Read More

Sudah 360 Pedagang Mendaftar Ulang di Pasar Blok G





JAKARTA, KOMPAS.com - Proses verifikasi pedagang kaki lima ke Pasar Blok G Tanah Abang terus berlanjut. Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengatakan, hingga Kamis (15/8/2013) ini, sudah ada 360 pedagang mendaftar ulang untuk verifikasi.


"Sampai detik ini yang sudah daftar ulang kira-kira 360 pedagang," ujarnya di Balaikota Jakarta, Kamis siang. Para pedagang itu tinggal menunggu pengundian lokasi kios di pasar tersebut.


Jokowi mengatakan, jika ada pedagang yang sudah mendaftar pertama, tetapi tak mendaftarkan ulang, maka posisinya akan langsung digantikan oleh pedagang lain. Dengan kondisi seperti itu, Jokowi yakin tidak ada pedagang yang tidak mendapatkan tempat di Pasar Blok G Tanah Abang. "Ada 1.100 kios, yang daftar kan baru 360, jadi banyak kan," ujarnya.


Jokowi mengatakan, relokasi dengan pola yang sama akan diterapkan di beberapa pasar lainnya, termasuk Pasar Jatinegara dan Pasar Minggu. "(PKL) dimasukin ke dalam pasar semua. Pasar Minggu kan longgar di lantai duanya, di sana," ujarnya.


Pemprov DKI menata kawasan Pasar Tanah Abang menggunakan sistem push and pull, yakni menarik PKL ke dalam pasar dan mendorong angkutan kota untuk lebih tertib. Sebanyak 942 pedagang telah mendaftarkan diri untuk relokasi ke Blok G. Jika masih ada sisa kios, kios itu akan ditempati oleh PKL yang telat mendaftar, PKL yang telah didata sebelum proses pendaftaran, dan PKL yang tak memiliki KTP Jakarta.


Setelah pendaftaran pertama, para PKL diberi waktu untuk mendaftarkan ulang atau verifikasi. Setelah itu, PKL yang sudah dikelompokkan sesuai barang yang didagangkan, diundi untuk menempati tempat usaha yang telah direnovasi sebelumnya.





Editor : Laksono Hari Wiwoho


















4:24 PM | 0 komentar | Read More

BI Yakin Nilai Tukar Rupiah Membaik

Written By Unknown on Wednesday, August 14, 2013 | 4:48 PM






JAKARTA, KOMPAS.com - Nilai tukar rupiah sudah menguat beberapa hari belakangan. Data per hari ini, nilai tukar berada di posisi Rp 9.929. Bank Indonesia (BI) yakin, rupiah terus akan menguat seiring dengan perbaikan ekonomi Amerika Serikat (AS).

"Meski ketidakpastian global masih tinggi, namun diperkirakan tekanan pada nilai tukar akan berkurang seiring dengan perbaikan ekonomi AS," jelas Direktur Departemen Komunikasi, Peter Jacobs, Jumat, (28/6/2013).

BI berharap, tingkat ekspor akan meningkat seiring perbaikan di negeri Paman Sam. Namun, untuk sementara ini, memang tekanan terhadap rupiah masih ada.

Oleh sebab itu, BI akan mementingkan langkah-langkah untuk menjaga stabilitas nilai tukar, moneter, dan makro ekonomi nasional. Namun, BI tidak akan menetapkan angka nilai tukar rupiah untuk bertahan di level nominal tertentu.

BI pun akan mengorbankan cadangan devisa untuk menjaga posisi nilai tukar. Peter bilang, BI tak akan menetapkan angka psikologis cadangan devisa sebesar US$ 100 miliar. Namun ia mengaku tak tahu berapa posisi cadev akhir bulan ini. Pada Mei kemarin, cadev Indonesia sudah menurun ke posisi US$ 105,149 miliar dari sebelumnya US$ 107,269 miliar di bulan April.

Menurut BI, posisi cadev saat ini masih cukup untuk mendukung stabilitas nilai tukar rupiah. "Karena jauh di atas kebutuhan standar internasional," sebut Peter.

Kemudian, bank sentral ini melihat adanya total outflow yang terjadi sebagai uang panas. Ini pun menurutnya lazim, melihat situasi perekonomian yang tidak pasti. Peter menyatakan posisi outflow sekarang cenderung menurun dan membuat nilai tukar Rupiah relatif stabil.

Untuk itu, BI juga berusaha untuk mengantisipasi kebutuhan likuiditas di pasar. Terlebih, adanya peningkatan kebutuhan valas untuk pembayaran utang luar negeri dan repatriasi keuntungan korporasi. Peningkatan ini umum terjadi di periode akhir bulan dan akhir semester.(Annisa Aninditya Wibawa)




Editor : Bambang Priyo Jatmiko













4:48 PM | 0 komentar | Read More

Belajar Ketulusan dari Istri dan Anak-anak Komedian Pepeng


Jakarta - Sejak tahun 2005, presenter dan komedian Pepeng bergelut dengan penyakit langka yang dideritanya yakni Multiple Sclerosis (MS). MS adalah penyakit yang menyerang sistem saraf tubuh dan melumpuhkan sistem saraf pusat. Akibatnya, pemilik nama lengkap Ferrasta Soebardi ini hanya bisa terbaring lemah di tempat tidur.


Sejak Minggu (11/8) lalu, Pepeng juga masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Puri Cinere, Depok. Karena kelelahan, presenter kuis "Jari-Jari" itu terkena serangan jantung, penyakit yang luput dari perhatian Pepeng dan keluarganya karena selama ini fokus pada pengobatan MS. "Hari ini kondisinya sudah semakin membaik," kata Gerimio Muhammad (Mio), anak kedua Pepeng kepada Beritasatu.com, Rabu (14/8).


Pepeng di mata Mio adalah sosok yang kuat. Meski sedang sakit, namun personel grup lawak Sersan Prambors itu tidak pernah mengeluh dan bisa menerima kondisi yang menimpanya. "Bapak itu tidak seperti orang sakit. Bedanya hanya Bapak tidak bisa berjalan, karena dari bagian pinggang ke bawah lumpuh. Sementara dari pinggang ke atas tetap normal. Tapi walaupun tidak bisa berjalan, Bapak tetap produktif," puji Mio.


Ketulusan cinta istri Pepeng, Utami Mariam, serta keempat anak-anaknya: Mamaz, Mio, Lalo, dan Izra adalah cahaya penerang bagi komedian kelahiran Sumenep, 23 September 1954 itu dalam melawan penyakit MS. Selama delapan tahun istri dan anak-anaknya tetap sabar mendampingi orang yang paling dicintainya itu dalam keadaan sakit.


“Kekuatan dan kesabaran kita sebetulnya bersumber dari Bapak juga. Walaupun sakit, tapi dia tidak pernah rewel. Dia bisa menerima akan sakitnya, sehingga orang-orang di sekitarnya juga sangat dimudahkan dengan sikap itu,” tutur Mio.


Ia dan keluarganya juga selalu berdoa agar Allah selalu memberinya kesabaran dalam merawat sang Ayah. “Kita tidak pernah berhenti berharap dan berdoa akan kesembuhan Bapak. Insya Allah kita juga tidak akan pernah lelah mengurus Bapak karena kita melihat Bapak juga semangatnya luar biasa,” tuturnya.


Di mata Mio, ibunya juga adalah sosok yang hebat. “Apapun kondisi yang menimpa Bapak, ibu selalu ada di samping Bapak. Tidak semua orang bisa melakukan hal itu. Jadi, buat saya tidak alasan untuk kami anak-anaknya dan juga orang lain untuk tidak mencontoh ketulusan cinta mereka,” tutur Mio.


Dalam berbagai kesempatan, Pepeng juga kerap memuji istrinya yang dipanggil Dik Uta itu. “Komitmen dia sangat besar kepada keluarga, termasuk harus merawat saya dalam kondisi sakit,’’ puji Pepeng.


Sejak tahun 2012, Pepeng yang sebelumnya masih bisa menggunakan kursi roda, kini hanya bisa terbaring di tempat tidur. Praktis seluruh aktivitasnya dilakukan di tempat tidur, mulai dari mandi, makan, hingga menulis yang menjadi kegemaraan Pepeng. Utami dan anak-anaknya lah yang menjadi “suster” Pepeng saat berada di rumah. Namun sebagai manusia biasa, Mio juga kerap menangkap gurat kelelalahan di wajah sang ibu. “Buat saya itu wajar. Ibu kadang kelihatan lelah, jadi anak-anaknya juga ikut membantu. Tapi ini justru membuat kita semakin bangga. Karena walaupun capek, tapi Ibu tetap semangat mengurus Bapak,” serunya.


Hal lain yang membuat Pepeng dan keluarga tetap bersemangat adalah perhatian yang ditunjukkan oleh para sahabat dalam meringankan biaya pengobatan yang tidak sedikit. “Alhamdulillah teman-teman Bapak dari kalangan artis dan pejabat juga banyak yang membantu. Itu juga yang membuat kita tetap semangat karena ternyata banyak yang peduli dan sayang sama Bapak,” ucap Mio.


Meski sedang sakit, Pepeng juga tidak pernah berhenti untuk berkarya. Di atas tempat tidurnya, ia masih menjalankan beberapa bisnis di bidang penjualan domain dan menulis buku serta artikel. Pepeng juga menjadi penggagas gerakan sosial pendidikan Indonesia, sebuah gerakan yang peduli terhadap pembangunan sekolah-sekolah yang rubuh. Setahun belakangan, kesibukannya juga semakin bertambah. Ia mulai berbisnis kaus dan kacang yang belakangan justru membuat kondisi fisiknya menurun akibat kelelahan.


"Kami sebetulnya sudah sering mengingatkan Bapak untuk tidak terlalu capek. Biar anak-anaknya saja yang mengurus. Tapi kalau tidak ada kegiatan, Bapak malah jadi lemas. Cuma memang Bapak suka lupa kalau dia sedang sakit dan sering kebablasan. Begitulah Bapak, semangatnya memang luar biasa. Kita yang sehat jadi malu sendiri kalau semangat mulai menurun," kata Mio.


Serangan jantung yang baru saja menimpa Pepeng juga memberikan banyak pelajaran bagi keluarga dan diri Pepeng sendiri. “Selama ini kita fokusnya hanya pada MS, tapi sekarang kita akhirnya tahu kalau jantung Bapak juga harus terus dijaga. Bapak juga sudah tidak boleh capek-capek lagi. Untuk usaha yang sekarang ini dari sebelumnya sebetulnya sudah dialihkan ke anak-anaknya. Dia berjanji pelan-pelan akan dikurangi, jadi nantinya lebih ke komunikasi kepada customer saja. Bapak akhirnya setuju untuk mengurangi semua kegiatannya,” terang Mio.



4:47 PM | 0 komentar | Read More

KPK Juga Tetapkan 2 Pihak Swasta sebagai Tersangka






JAKARTA, KOMPAS.com - Selain Kepala SKK Migas Rudi Rubiandini, KPK juga menetapkan dua pihak swasta berinisial A dan S sebagai tersangka kasus dugaan suap. Penetapan ketiganya sebagai tersangka diputuskan setelah KPK melakukan gelar perkara (ekspose) yang melibatkan Rudi, A, dan S, serta dua satpam dan satu sopir secara intensif.

"Telah diputuskan, forum ekspose menyetujui untuk meningkatkan pemeriksaan jadi penyidikan dan mengkualifikasi tiga tersangka," kata Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto di Jakarta, Rabu (14/8/2013).

Menurut Bambang, S diduga sebagai pihak pemberi suap sementara Rudi dan A diduga sebagai pihak penerima suap. KPK menjerat S dengan Pasal 5 Ayat 1 huruf a atau b atau Pasal 13 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Sedangkan Rudi dan A disangka melanggar Pasal 12 huruf a dan b atau Pasal 5 ayat 2 atau Pasal 11 dalam undang-undang yang sama.

Sebelumnya KPK menangkap tangan Rudi, A, dan S. Penyidik meringkus Rudi di kediamannya bersama dengan A. Sedangkan S diamankan dari Apartemen Mediteriania, Jakarta. Dalam penangkapan di rumah Rudi, tim penyidik menyita uang 400.000 dollar AS beserta uang 90.000 dollar AS dan 127.000 dollar Singapura.

Sedangkan dari kediaman A, KPK menyita uang 200.000 dollar AS. Kini, ketiga tersangka masih berada di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta. Ketiganya akan ditahan.




Editor : Hindra Liauw


















4:40 PM | 0 komentar | Read More

Arief Klaim Ubah Tangerang Jadi Kota Bersih





TANGERANG, KOMPAS.com - Calon wali kota Tangerang, Arief R Wismansyah, mengatakan, selama lima tahun dia menjabat sebagai Wakil Wali Kota Tangerang, kota tersebut telah berubah menjadi kota yang bersih dan bebas banjir. Menurutnya, semua itu berkat program pengelolaan bank sampah yang telah dia canangkan.


Menurut Arief, program bank sampah di Tangerang jadi program percontohan oleh Bank Dunia. Hal itu tentu membuat Tangerang memperoleh Piala Adipura Kencana pada tahun ini. "Bandingkan dengan lima tahun lalu sebelum saya menjabat sebagai Wakil Wali Kota, Kota Tangerang jadi kota terkotor," katanya dalam penyampaian visi misi dalam rapat paripurna istimewa di Gedung DPRD Kota Tangerang, Rabu (14/8/2013).


Selain itu, Arief mengklaim bahwa selama dia menjabat sebagai Wakil Wali Kota, sejumlah titik penyebab banjir di kota tersebut telah berkurang. Untuk itu, dia mengatakan bahwa jika dia terpilih sebagai Wali Kota Tangerang periode 2013-2018, dia akan melanjutkan program-program yang saat ini telah berjalan.


"Kota Tangerang punya potensi luar biasa, ini menjadi perhatian bagi kita untuk menjadikannya kota yang maju dan layak huni," ujarnya.


Sesuai nomor urut peserta Pilkada Tangerang 2013, Arief mendapat giliran kelima untuk menyampaikan visi misinya selama 30 menit. Dengan didampingi pendampingnya, calon wakil wali kota Sachrudin, Arief menyampaikan paparan selama 25 menit, sedangkan Sachrudin selama 5 menit. Dalam Pilkada Kota Tangerang yang akan dihelat 31 Agustus 2013, Arief-Sachruddin diusung oleh Partai Demokrat, PKB, dan Gerindra.





Editor : Laksono Hari Wiwoho


















4:24 PM | 0 komentar | Read More

BI Yakin Nilai Tukar Rupiah Membaik

Written By Unknown on Tuesday, August 13, 2013 | 4:48 PM






JAKARTA, KOMPAS.com - Nilai tukar rupiah sudah menguat beberapa hari belakangan. Data per hari ini, nilai tukar berada di posisi Rp 9.929. Bank Indonesia (BI) yakin, rupiah terus akan menguat seiring dengan perbaikan ekonomi Amerika Serikat (AS).

"Meski ketidakpastian global masih tinggi, namun diperkirakan tekanan pada nilai tukar akan berkurang seiring dengan perbaikan ekonomi AS," jelas Direktur Departemen Komunikasi, Peter Jacobs, Jumat, (28/6/2013).

BI berharap, tingkat ekspor akan meningkat seiring perbaikan di negeri Paman Sam. Namun, untuk sementara ini, memang tekanan terhadap rupiah masih ada.

Oleh sebab itu, BI akan mementingkan langkah-langkah untuk menjaga stabilitas nilai tukar, moneter, dan makro ekonomi nasional. Namun, BI tidak akan menetapkan angka nilai tukar rupiah untuk bertahan di level nominal tertentu.

BI pun akan mengorbankan cadangan devisa untuk menjaga posisi nilai tukar. Peter bilang, BI tak akan menetapkan angka psikologis cadangan devisa sebesar US$ 100 miliar. Namun ia mengaku tak tahu berapa posisi cadev akhir bulan ini. Pada Mei kemarin, cadev Indonesia sudah menurun ke posisi US$ 105,149 miliar dari sebelumnya US$ 107,269 miliar di bulan April.

Menurut BI, posisi cadev saat ini masih cukup untuk mendukung stabilitas nilai tukar rupiah. "Karena jauh di atas kebutuhan standar internasional," sebut Peter.

Kemudian, bank sentral ini melihat adanya total outflow yang terjadi sebagai uang panas. Ini pun menurutnya lazim, melihat situasi perekonomian yang tidak pasti. Peter menyatakan posisi outflow sekarang cenderung menurun dan membuat nilai tukar Rupiah relatif stabil.

Untuk itu, BI juga berusaha untuk mengantisipasi kebutuhan likuiditas di pasar. Terlebih, adanya peningkatan kebutuhan valas untuk pembayaran utang luar negeri dan repatriasi keuntungan korporasi. Peningkatan ini umum terjadi di periode akhir bulan dan akhir semester.(Annisa Aninditya Wibawa)




Editor : Bambang Priyo Jatmiko













4:48 PM | 0 komentar | Read More

Seniman dan Pejuang Kris Biantoro Meninggal


Jakarta - Kabar duka tengah menyelimuti dunia kesenian Tanah Air karena penyani dan presenter senior Christoporus Soebiantoro atau yang lebih dikenal dengan nama Kris Biantoro meninggal dunia, di Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (13/8).


Kabar tersebut diungkapkan, Invianto anak kandung almarhum Krisbiantoro saat dihubungi melalui sambungan telepon oleh sejumlah wartawan, Selasa (13/8).


"Iya mas, Bapak sudah tidak ada (meninggal). Tapi hingga kini masih dicek kembali oleh dokter di Rumah sakit Melia Cibubur," terang Anto.


Lebih lanjut dijelaskan, sosok yang lahir di Magelang, 19 Maret 1938 itu sudah lama mengidap gagal ginjal.


"Bapak mengidap gagal ginjal selama kurang lebih 38 tahun belakangan," lanjut Anto.


Oktober 2011 silam Beritasatu.com sempat melawat ke kediaman Kris Biantoro. Meski saat itu masih tergolek lemah akibat penyakit ginjalnya, dia masih menyambut dengan sapaan khasnya, "Merdeka!".


Kini lelaki yang juga terlibat dalam perang pembebasan Irian Barat melawan Belanda itu kini sudah pergi dan jenazahnya disemayamkan di Kompleks Bukit Permai, Jl. Bromo K8 - Cibubur, Jakarta Timur.


4:47 PM | 0 komentar | Read More

8 Menteri Dapat Bintang Mahaputera Adipradana





JAKARTA, KOMPAS.com - Delapan menteri Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II mendapat tanda Kehormatan Bintang Mahaputera Adipradana. Selain delapan menteri tersebut, tiga orang lainnya juga mendapat penghargaan yang sama.


Penghargaan tersebut diberikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Negara, Jakarta, Selasa (13/8/2013). Ikut hadir Wakil Presiden Boediono, jajaran kabinet, dan pimpinan lembaga tinggi negara.


Delapan menteri tersebut, yakni Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa, Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi, Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, Menteri ESDM Jero Wacik, Menteri Agama Suryadharma Ali, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan M Nuh, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu, dan Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto.


Tiga orang lainnya yang mendapat tanda Kehormatan Bintang Mahaputera Adipradana, yakni mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD, Almh Hj Rahman El Yunusiyyah, dan Alm Abdul Rahman Baswedan.


Tanda Kehormatan Bintang Mahaputera Adipradana merupakan penghargaan untuk mereka yang berjasa besar di suatu bidang atau peristiwa tertentu yang bermanfaat bagi kemajuan, kesejahteraan, dan kebesaran bangsa dan negara.


Ketua Dewan Gelar dan Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan Djoko Suyanto mengatakan, alasan para menteri mendapat penghargaan tersebut lantaran mereka sudah mengabdi sebagai menteri lebih dari satu periode.


"Kalau menjabat dua periode berarti dipercaya oleh Presiden. Mereka meringankan beban beliau," kata Djoko.


Selain mereka, diberikan juga tanda Bintang Mahaputera Utama kepada Nur Alam, Muhammad Sani, dan Hasan Basri Agus. Tanda jasa lain, yakni Bintang Mahaputera Nararya kepada Kolonel Ckm Terawan Agus Putranto.


Selanjutnya, tanda Bintang Jasa Utama kepada Marzan Aziz Iskandar, Achmad Tanribali Lamo, Suyanto, Rendra Kresna, dan Sri Suryawidati. Bintang Budaya Parama Dharma kepada Almh Retna Kencana Colliq Arung Pancana Toa, Alm Hamzah Al-Fansuri, Alm Haji Hasan Mustafa, Alm Gede Manik, Almh Soewarsih Djojopoespito, dan Alm Kanjeng Gusti Panembahan Hadiwidjojo Maharsitama.


Terakhir, Bintang Jasa Nararya kepada Marwansyah Lobo Balia dan Alim Markus.





Editor : Hindra Liauw
















4:39 PM | 0 komentar | Read More

BI Yakin Nilai Tukar Rupiah Membaik

Written By Unknown on Monday, August 12, 2013 | 4:48 PM






JAKARTA, KOMPAS.com - Nilai tukar rupiah sudah menguat beberapa hari belakangan. Data per hari ini, nilai tukar berada di posisi Rp 9.929. Bank Indonesia (BI) yakin, rupiah terus akan menguat seiring dengan perbaikan ekonomi Amerika Serikat (AS).

"Meski ketidakpastian global masih tinggi, namun diperkirakan tekanan pada nilai tukar akan berkurang seiring dengan perbaikan ekonomi AS," jelas Direktur Departemen Komunikasi, Peter Jacobs, Jumat, (28/6/2013).

BI berharap, tingkat ekspor akan meningkat seiring perbaikan di negeri Paman Sam. Namun, untuk sementara ini, memang tekanan terhadap rupiah masih ada.

Oleh sebab itu, BI akan mementingkan langkah-langkah untuk menjaga stabilitas nilai tukar, moneter, dan makro ekonomi nasional. Namun, BI tidak akan menetapkan angka nilai tukar rupiah untuk bertahan di level nominal tertentu.

BI pun akan mengorbankan cadangan devisa untuk menjaga posisi nilai tukar. Peter bilang, BI tak akan menetapkan angka psikologis cadangan devisa sebesar US$ 100 miliar. Namun ia mengaku tak tahu berapa posisi cadev akhir bulan ini. Pada Mei kemarin, cadev Indonesia sudah menurun ke posisi US$ 105,149 miliar dari sebelumnya US$ 107,269 miliar di bulan April.

Menurut BI, posisi cadev saat ini masih cukup untuk mendukung stabilitas nilai tukar rupiah. "Karena jauh di atas kebutuhan standar internasional," sebut Peter.

Kemudian, bank sentral ini melihat adanya total outflow yang terjadi sebagai uang panas. Ini pun menurutnya lazim, melihat situasi perekonomian yang tidak pasti. Peter menyatakan posisi outflow sekarang cenderung menurun dan membuat nilai tukar Rupiah relatif stabil.

Untuk itu, BI juga berusaha untuk mengantisipasi kebutuhan likuiditas di pasar. Terlebih, adanya peningkatan kebutuhan valas untuk pembayaran utang luar negeri dan repatriasi keuntungan korporasi. Peningkatan ini umum terjadi di periode akhir bulan dan akhir semester.(Annisa Aninditya Wibawa)




Editor : Bambang Priyo Jatmiko













4:48 PM | 0 komentar | Read More

Ahsan/Hendra dan Tontowi/Liliyana Akan Disambut Meriah




Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Bulu tangkis Seluruh Indonesia (PB PBSI), Gita Wirjawan (tengah), berfoto bersama juara dunia ganda putra (kiri), Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan, dan ganda campuran (kanan), Liliyana Natsir/Tontowi Ahmad, di Guangzhou, China, Minggu (11/8/2013). | badmintonindonesia.org








GUANGZHOU, Kompas.com — Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) akan melangsungkan acara penyambutan atas kepulangan dua pasangan juara dunia 2013, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir dan Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan ke Indonesia.
 
Seusai mengikuti ajang World Championships pada 5-11 Agustus 2013 di Guangzhou, China, tim Indonesia rencananya akan kembali ke Tanah Air pada hari ini, Senin (12/8/2013). Menggunakan maskapai Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA 899, tim dijadwalkan akan mendarat di bandar udara Soekarno-Hatta sekitar pukul 19.55 WIB.
 
“Sebagai Humas PP PBSI, saya merasa bangga sekali dan bersyukur kepada Tuhan melihat keberhasilan Tontowi/Liliyana dan Hendra/Ahsan meraih gelar juara dunia 2013. Apalagi sudah enam tahun lamanya kita tidak merebut gelar juara dunia” kata Yuni Kartika, Kasubid Humas dan Sosial Media PP PBSI seperti dikutip badmintonindonesia.
 
“Saya rasa ini adalah hasil kerja keras semua pihak, dari jajaran pengurus hingga pemain, juga pihak-pihak lain seperti sponsor dan juga rekan-rekan media yang banyak membantu. Mudah-mudahan prestasi ini bisa dijadikan batu loncatan untuk bangkitnya perbulutangkisan Indonesia,” tambah Yuni, yang juga mantan pemain tunggal putri era 90-an.
 
Tontowi/Liliyana meraih gelar juara dunia 2013 seusai menaklukkan pasangan terkuat dunia asal China, Xu Chen/Ma Jin, dengan skor 21-13, 16-21, 22-20. Sementara Hendra/Ahsan menang dua gim langsung atas Mathias Boe/Carsten Mogensen, unggulan ketiga asal Denmark.
 
Dengan pencapaian ini, maka tim bulu tangkis Indonesia berhasil melewati target yang ditetapkan, yaitu satu gelar juara dari nomor ganda putra atau ganda campuran.




Editor : Tjahjo Sasongko















4:46 PM | 0 komentar | Read More

Kurang Waktu Untuk Keluarga dan Anak, Mi'ing Minta Maaf


Jakarta - Hari raya Idul Fitri menjadi momen spesial untuk berkumpul bersama keluarga dan sahabat. Begitu pula yang dilakukan oleh Dedi Suwendi Gumelar alias Mi'ing. Menurut mantan anggota grup lawak Bagito yang kini berprofesi menjadi Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) itu, Mi'ing merasa kesibukannya sebagai anggota legislatif begitu menyita waktunya bersama keluarga.


"Buat saya masalah waktu bertemu keluarga bukan lagi masalah kuantitas, tapi masalah kualitas. Karena disela-sela kesibukan, saya masih sempatkan diri saya untuk mengantarkan anak-anak ke sekolah, dan disitu saya selalu sempatkan berbicara dari hati ke hati dengan anak-anak saya agar saya tahu keluhan mereka," ujar Mi'ing.


Dilanjutkan kakak pelawak Didin Bagito itu, kesibukannya menjadi anggota DPR RI mengharuskan dirinya untuk terus fokus mengurusi masalah yang terjadi di masyarakat. Sehingga dia selalu berbagi tugas dengan sang istri untuk mengurusi urusan keluarga.


"Saya selalu berbagi tugas dengan istri, agar keharmonisan keluarga masih tetap terjalin. Dan karena kerelaan saya menghabiskan waktu dengan konstituen saya, sehingga dengan intensitas keluarga berkurang, itu sebuah konsekuensi," kata Mi'ing.


"Makanya saya setiap hari meminta maaf sama keluarga saya karena banyak yang waktu yang kurang bagi keluarga," lanjut Miing.


Miing sendiri bersyukur meski banyak waktu yang tersita untuk keluarganya, namun keluarganya tetap mendukung aktivitasnya.


"Saya bersyukur keluarga paham aktifitas saya. Karena sebelum saya jadi politisi, aktivitas saya sebagai pelawakpun sudah jarang di rumah, apalagi sekarang jadi anggota DPR. Mereka juga paham bahwa saya ini adalah cowok panggilan. Dan dukungan keluarga itulah yang saya jadikan suporting power buat saya untuk terus berusaha membahagiakan keluarga dan masyarakat," pungkasnya.


4:46 PM | 0 komentar | Read More

Pemerintah Aceh Dapat Wewenang Kelola Migas






JAKARTA, KOMPAS.com — Pemerintah masih membahas dua peraturan pemerintah (PP) dan satu keputusan presiden (kepres) terkait kewenangan Aceh. Salah satu yang dibahas adalah soal pembagian kewenangan antara pemerintah pusat dan Pemerintah Aceh dalam mengelola sumber daya minyak dan gas di Aceh.

"Minyak lepas pantai kalau diserahkan kepada Aceh bisa masalah. Oleh karena itu, jalan tengahnya diurus bersama-sama, dilibatkan Pemerintah Aceh," ujar Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi di Kantor Kemendagri, Senin (12/8/2013).

Ia menyatakan, selain soal minyak dan gas, kewenangan lain yang akan dibagikan dengan Pemerintah Aceh adalah soal pertahanan batas pantai, kehutanan (terkait konservasi Gunung Leuser), pelabuhan, dan pendidikan agama.

Untuk membahasnya, kata dia, Kemendagri juga melibatkan Kementerian Pertahanan, Kementerian Kehutanan, Kementerian Koordinator Perekonomian, Kementerian Agama, Kementerian Perhubungan, dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.

Menurutnya, saat ini pemerintah pusat masih menunggu tanggapan atau usulan dari Pemprov dan DPR Aceh mengenai peraturan tersebut dan berharap segera dilakukan pertemuan berkelanjutan guna menyelesaikan peraturan itu.

"Draf sedang di Aceh. Menunggu masukan dari mereka," katanya.

Ia berharap ketiga aturan itu dapat diselesaikan selama dua bulan ke depan. "Saya sudah minta Dirjen Otonomi Daerah (Otda) dan Dirjen Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) untuk menjadwalkan tahapan pembahasan. Saya berharap dua bulan itu bisa selesai, terhitung dari 15 Agustus hingga 15 Oktober," lanjut Gamawan.

Pembahasan dua PP dan Keputusan Presiden (Keppres) itu dilakukan secara bersamaan dengan evaluasi qanun, khususnya mengenai penggunaan lambang bendera Aceh.

Sebelumnya, Gubernur Aceh Zaini Abdullah meminta pemerintah pusat menepati janji untuk memperjelas wewenang Pemerintah Aceh, terutama terkait pengelolaan migas dan tanah. Di sisi lain, pemerintah berjanji akan membahasnya.

"Tuntaskan apa yang dicantum dalam MoU Helsinki dan UU Aceh. Selesaikan apa yang jadi janji pemerintah pusat, seperti wewenang Pemerintah Aceh, PP (Peraturan Pemerintah) soal Migas, tanah, dan lain," ujar Zaini usai rapat pemerintah pusat dengan Gubernur Aceh dengan DPR Aceh di Kemendagri, Rabu (31/7/2013).

UU Nomor 11 Tahun 2005 tentang Pemerintahan Aceh menyebutkan, Pemerintah Aceh berwenang mengelola sumber daya alam, khususnya migas. Kewenangan Pemerintah Aceh itu diformulasikan dalam Pasal 160 Ayat (1) dan (2).

Aturan itu menyebutkan, wewenang itu diberikan dengan membentuk satu badan pelaksana yang ditetapkan bersama dengan pemerintah pusat untuk mengelola migas di Aceh. Namun, hingga kini, belum ada PP yang mengatur soal itu.




Editor : Hindra Liauw


















4:39 PM | 0 komentar | Read More

Penumpang Kian Padat, Stasiun Tanah Abang Akan Diperluas





JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur PT Kereta Api Indonesia Ignasius Jonan mengatakan, peningkatan jumlah penumpang KRL commuterline di Stasiun Tanah Abang, Jakarta Pusat, menyebabkan kepadatan penumpang di stasiun tersebut. Untuk itu, PT KAI akan memperluas bangunan Stasiun Tanah Abang. Pembangunannya akan dimulai awal September 2013.


"Kita akan bangun hall Stasiun Tanah Abang jadi dua, akan selesai 12-18 bulan. Tukangnya, segalanya sudah ada, ini awal September harus sudah mulai," katanya di Stasiun Tanah Abang, Senin (12/8/2013).


Di hall utama yang ada saat ini, kata Jonan, nantinya hanya akan digunakan untuk arus masuk penumpang, sedangkan arus keluar akan dialihkan ke hall baru. Namun, selagi menunggu pembangunan hall baru, PT KAI memisahkan arus keluar-masuk penumpang di Stasiun Tanah Abang. Penumpang keluar diarahkan di ujung peron utara stasiun yang langsung keluar di jalan raya.


"Gate out sementara ini jadi pintu keluar, khusus KRL di bawah sini sehingga untuk penumpang tidak naik (tangga) ke atas lagi, tapi langsung ke jalan. Kalau naik ke atas lagi kan akan desak-desakan," ujarnya.


Setelah penerapan tarif progresif per 1 Juli 2013, jumlah penumpang KRL komuter meningkat menjadi 589.000 penumpang per hari. Sebelum tarif progresif diberlakukan, jumlah penumpang KRL komuter sekitar 470.000 penumpang per bari.


Peningkatan jumlah penumpang menyebabkan terjadinya kepadatan penumpang, baik di dalam kereta maupun di stasiun, tak terkecuali di Stasiun Tanah Abang. Khusus untuk menangani kepadatan penumpang di dalam kereta, PT KAI telah mendatangkan beberapa rangkaian kereta baru. Rencananya, sampai akhir tahun 2013, akan ada 180 rangkaian kereta baru yang akan didatangkan oleh PT KAI.


Dalam jangka panjang, PT KAI menargetkan KRL komuter dapat mengangkut 1,2 Juta penumpang setiap hari. Target diharapkan dapat terealisasi pada tahun 2016-2018.





Editor : Laksono Hari Wiwoho
















4:24 PM | 0 komentar | Read More

BI Yakin Nilai Tukar Rupiah Membaik

Written By Unknown on Sunday, August 11, 2013 | 4:48 PM






JAKARTA, KOMPAS.com - Nilai tukar rupiah sudah menguat beberapa hari belakangan. Data per hari ini, nilai tukar berada di posisi Rp 9.929. Bank Indonesia (BI) yakin, rupiah terus akan menguat seiring dengan perbaikan ekonomi Amerika Serikat (AS).

"Meski ketidakpastian global masih tinggi, namun diperkirakan tekanan pada nilai tukar akan berkurang seiring dengan perbaikan ekonomi AS," jelas Direktur Departemen Komunikasi, Peter Jacobs, Jumat, (28/6/2013).

BI berharap, tingkat ekspor akan meningkat seiring perbaikan di negeri Paman Sam. Namun, untuk sementara ini, memang tekanan terhadap rupiah masih ada.

Oleh sebab itu, BI akan mementingkan langkah-langkah untuk menjaga stabilitas nilai tukar, moneter, dan makro ekonomi nasional. Namun, BI tidak akan menetapkan angka nilai tukar rupiah untuk bertahan di level nominal tertentu.

BI pun akan mengorbankan cadangan devisa untuk menjaga posisi nilai tukar. Peter bilang, BI tak akan menetapkan angka psikologis cadangan devisa sebesar US$ 100 miliar. Namun ia mengaku tak tahu berapa posisi cadev akhir bulan ini. Pada Mei kemarin, cadev Indonesia sudah menurun ke posisi US$ 105,149 miliar dari sebelumnya US$ 107,269 miliar di bulan April.

Menurut BI, posisi cadev saat ini masih cukup untuk mendukung stabilitas nilai tukar rupiah. "Karena jauh di atas kebutuhan standar internasional," sebut Peter.

Kemudian, bank sentral ini melihat adanya total outflow yang terjadi sebagai uang panas. Ini pun menurutnya lazim, melihat situasi perekonomian yang tidak pasti. Peter menyatakan posisi outflow sekarang cenderung menurun dan membuat nilai tukar Rupiah relatif stabil.

Untuk itu, BI juga berusaha untuk mengantisipasi kebutuhan likuiditas di pasar. Terlebih, adanya peningkatan kebutuhan valas untuk pembayaran utang luar negeri dan repatriasi keuntungan korporasi. Peningkatan ini umum terjadi di periode akhir bulan dan akhir semester.(Annisa Aninditya Wibawa)




Editor : Bambang Priyo Jatmiko













4:48 PM | 0 komentar | Read More

Luar Biasa! Tontowi/Liliyana Juara Dunia





GUANGZHOU, KOMPAS.com — Ganda Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir keluar sebagai juara dunia dalam World Championships, Minggu (11/8/2013) dengan mengalahkan ganda China Xu Chen/Ma Jin, 21-13, 16-21, dan 21-22-20.

Dalam final yang berlangsung di Tian He Indoor Stadium, Guangzhou, ini  Tontowi/Liliyana bermain sempurna di game pertama. Mereka mampu menekan unggulan pertama tersebut dengan variasi pukulan silang.

Di depan net, Liliyana bahkan mampu mengatasi permainan Ma Jin. Sementara itu, Towi mendukung pasangannya dengan pukulan smash yang keras serta drop-shot  silang yang sulit diantisipasi ganda China.

Di game kedua, pasangan China mengubah taktik. Mereka menghindari permainan  net dan memaksa ganda Indonesia bermain mundur. Ma/Xu mengincar untuk menguras tenaga Liliyana Natsir atau akrab disapa Butet.

Taktik ini terbukti berhasil. Butet yang merupakan play-maker kehilangan konsentrasi sehingga permainan sepenuhnya dikuasai ganda China. Towi/Butet akhirnya menyerah 16-21.

Di game ketiga, permainan tak berubah. Ganda China masih mengincar Liliyana. Namun, ia mampu mengatasi tekanan tersebut. Setelah 5-5, mereka tertinggal 6-7.  Kedua ganda berkejaran lagi hingga 9-9.

Sempat tertinggal 10-12, Towi/Butet mengejar jadi 14-14 setelah pukulan Xu Chen menyangkut di net. Kedua ganda saling berkejaran lagi hingga 17-17. Permainan menjadi semakin menegangkan setelah pasangan Indonesia berhasil memangkas ketertinggalan dengan 20-20, bahkan match-point 21-20 sebelum akhirnya menang dengan 22-20.

Indonesia masih punya peluang di ganda putra saat Hendra Setiawan/Muhammad Ahsan akan menghadapi ganda Denmark, Mathias Boe/Carsten Mogensen, di final.




Editor : Tjahjo Sasongko















4:46 PM | 0 komentar | Read More

Kurang Waktu Untuk Keluarga dan Anak, Mi'ing Minta Maaf


Jakarta - Hari raya Idul Fitri menjadi momen spesial untuk berkumpul bersama keluarga dan sahabat. Begitu pula yang dilakukan oleh Dedi Suwendi Gumelar alias Mi'ing. Menurut mantan anggota grup lawak Bagito yang kini berprofesi menjadi Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) itu, Mi'ing merasa kesibukannya sebagai anggota legislatif begitu menyita waktunya bersama keluarga.


"Buat saya masalah waktu bertemu keluarga bukan lagi masalah kuantitas, tapi masalah kualitas. Karena disela-sela kesibukan, saya masih sempatkan diri saya untuk mengantarkan anak-anak ke sekolah, dan disitu saya selalu sempatkan berbicara dari hati ke hati dengan anak-anak saya agar saya tahu keluhan mereka," ujar Mi'ing.


Dilanjutkan kakak pelawak Didin Bagito itu, kesibukannya menjadi anggota DPR RI mengharuskan dirinya untuk terus fokus mengurusi masalah yang terjadi di masyarakat. Sehingga dia selalu berbagi tugas dengan sang istri untuk mengurusi urusan keluarga.


"Saya selalu berbagi tugas dengan istri, agar keharmonisan keluarga masih tetap terjalin. Dan karena kerelaan saya menghabiskan waktu dengan konstituen saya, sehingga dengan intensitas keluarga berkurang, itu sebuah konsekuensi," kata Mi'ing.


"Makanya saya setiap hari meminta maaf sama keluarga saya karena banyak yang waktu yang kurang bagi keluarga," lanjut Miing.


Miing sendiri bersyukur meski banyak waktu yang tersita untuk keluarganya, namun keluarganya tetap mendukung aktivitasnya.


"Saya bersyukur keluarga paham aktifitas saya. Karena sebelum saya jadi politisi, aktivitas saya sebagai pelawakpun sudah jarang di rumah, apalagi sekarang jadi anggota DPR. Mereka juga paham bahwa saya ini adalah cowok panggilan. Dan dukungan keluarga itulah yang saya jadikan suporting power buat saya untuk terus berusaha membahagiakan keluarga dan masyarakat," pungkasnya.


4:46 PM | 0 komentar | Read More

UU MK Akan Digugat Terkait Pengangkatan Patrialis






JAKARTA, KOMPAS.com – Pengangkatan mantan Menteri Hukum dan HAM Patrialis Akbar sebagai hakim Mahkamah Konstitusi (MK) berimbas pada digugatnya Undang-undang Nomor 8 Tahun 2011 tentang Perubahan atas UU Nomor 24 Tahun 2003 tentang MK. Pengangkatan hakim MK seperti diatur UU itu dianggap multi-tafsir.

“Kami juga akan melakukan judicial review (uji materi) Pasal 19 UU MK. Pilihannya antara JR atau uji tafsir,” ujar Direktur Advokasi Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Bahrain di kantor Indonesia Corruption Watch (ICW) di Jakarta, Minggu (11/8/2013).

Gugatan itu akan didaftarkan oleh Koalisi Masyarakat Sipil Selamatkan MK, yang terdiri dari para aktivis YLBHI, ICW, dan Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS).

Berdasarkan UU MK, pencalonan hakim konstitusi dilaksanakan secara transparan dan partisipatif. Bahrain mengungkapkan, pencalonan hakim konstitusi merupakan wewenang Mahkamah Agung (MA), Presiden dan DPR. Tetapi pada praktiknya, kata dia, ketiga lembaga itu memiliki tafsir yang berbeda soal klausul “transparan dan partisipatif”.

“Tiga-tiganya tafsir masing-masing. Partisipatif itu seharusnya melibatkan publik. Mengumumkan prosesnya sejak awal. Tapi dalam pengangkatan Patrialis tidak ada langkah itu,” kata Bahrain.

Karena itu, kata dia, pihaknya meminta MK memberi tafsir yang jelas atas aturan tersebut.

Sebelumnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah menerbitkan Keputusan Presiden Nomor 87/P Tahun 2013 tertanggal 22 Juli 2013 yang memberhentikan dengan hormat Achmad Sodiki dan Maria Farida Indrati sebagai hakim konstitusi. Presiden lalu mengangkat kembali Maria. Selain itu, diangkat juga Patrialis untuk menggantikan Achmad. Patrialis sedianya akan dilantik pada Selasa (13/8/2013). Dalam Pasal 18 UU MK diatur bahwa hakim konstitusi diajukan oleh Mahkamah Agung, DPR, dan Presiden masing-masing tiga orang.




Editor : Egidius Patnistik
















4:39 PM | 0 komentar | Read More

Dua Hari Usai Lebaran, Pasar Senen Masih Sepi





JAKARTA, KOMPAS.com - Pusat pembelanjaan Pasar Senen, Jakarta Pusat, masih belum aktif sepenuhnya pada Minggu (11/8/2013). Para pedagang yang mudik saat Lebaran diperkirakan akan kembali berjualan pada Senin besok.


"Karena mudik pedagangnya, jadi yang berjualan baru sedikit, tapi Senin akan aktif kembali,"ujar Rambe, petugas keamanan di Pasar Senen, Minggu siang.


Pantauan Kompas.com, pedagang yang terlihat sudah menampakan jualannya adalah para pedagang buah. Pedagang buah ini mengaku jika terlalu lama libur berdagang khawatirnya dagangan mereka akan busuk.


"Kita dari hari Sabtu sudah jualan. Karena kita jualnya buah, kita takut dagangan kita nanti busuk," ujar Yuyun.


Walaupun tidak banyak pembeli di pasar itu, mereka tetap menjajakan dagangan mereka. Selama dua hari ini juga mereka berjualan hanya setengah hari, dari pagi hingga siang sekitar jam 14.00.





Editor : Laksono Hari Wiwoho


















4:23 PM | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger