Powered by Blogger.

Popular Posts Today

Sepanjang 2012, Depresiasi Rupiah 6,9 persen

Written By Unknown on Monday, January 7, 2013 | 4:48 PM





Sepanjang 2012, Depresiasi Rupiah 6,9 persen





Penulis : Didik Purwanto | Senin, 7 Januari 2013 | 16:11 WIB













JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Keuangan Agus Martowardojo menjelaskan, nilai tukar rupiah sepanjang 2012 terjadi depresiasi sebesar 6,9 persen. Nilai tukar rupiah ini masih dipengaruhi oleh kondisi nilai tukar global, khususnya dollar AS.


"Rupiah sepanjang 2012 terjadi depresiasi 6,9 persen dari Rp 8.779 per dollar AS menjadi Rp 9.384 per dollar AS," kata Agus di kantor Kementerian Keuangan Jakarta, Senin (7/1/2013).


Menurut Agus, hingga 4 Januari 2013 lalu, rupiah juga semakin terdepresiasi hingga 7,35 persen. Rupiah pada perdagangan akhir pekan lalu ditutup melemah menjadi Rp 9.788 per dollar AS.


Sebenarnya dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Perubahan 2012, pemerintah menargetkan nilai tukar Rupiah di level Rp 9.000 per dollar AS. Namun ternyata, realisasi nilai tukar rupiah rata-rata Rp 9.384 per dollar AS.


Kondisi tersebut masih ditopang oleh membaiknya kondisi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang naik 12,94 persen sepanjang tahun 2012. IHSG di 28 Desember 2012 ditutup di level 4.316,687.


"Sementara hingga 4 Januari 2013, IHSG menguat 2,16 persen (ytd) menjadi 4.410,02," tambahnya.


Di sisi lain, kondisi inflasi juga terjaga dari target 6,8 persen di 2012 menjadi hanya 4,3 persen sepanjang 2012.






Editor :


Ana Shofiana Syatiri
















4:48 PM | 0 komentar | Read More

Atlet Venezuela Doakan Kesembuhan Chavez



Presiden Venezuela


Atlet Venezuela Doakan Kesembuhan Chavez





Penulis : Emilius Caesar Alexey | Senin, 7 Januari 2013 | 14:35 WIB













 CARACAS, KOMPAS.com - Para atlet Venezuela berkumpul di sebuah gereja di pusat Kota Caracas, ibukota Venezuela, dan mendoakan presiden Hugo Chavez agar segera sembuh dari sakitnya, Minggu (6/1/2013).


Pebalap F1 pastor Maldonado dan pebalap IndyCar Ernesto Jose Viso bergabung bersama atlet-atlet lain yang pro terhadap Chavez untuk berdoa di depan altar agar pemimpin bangsa itu disembuhkan.          


Pekan lalu, pemerintah Venezuela mengumumkan, Chavez sedang berjuang melawan infeksi paru-paru akut dan mendapat perawatan karena menurunnya fungsi pernafasan.


Chavez tidak terlihat atau berbicara di depan publik sejak menjalani operasi kanker di Kuba pada 11 Desember lalu. Spekulasi mengenai kondisi Chavez terus berkembang sejak operasi itu.                


Maldonado yang disponsori perusahaan minyak milik pemerintah Venezuela, Petroleos de Venezuela SA (PDVSA), mengungkapkan keyakinannya, Chavez akan segera sembuh dan kembali ke negeri itu.


"Chavez akan segera berada di sini bersama kita semua," kata Maldonado.                


Jose Viso mengatakan, dirinya dan jutaan pendukung Chavez sangat percaya presiden mereka akan sembuh. "Kami beharap yang terbaik baginya," kata Viso.


Luis Alfredo Mendoza, mantan pemain yang kini menjadi pelatih sepak bola, memuji Chavez karena mempromosikan dan mendukung program olah raga negeri itu. Peran Chavez dnilai lebih besar dibandingkan para presiden sebelumnya.






Editor :


Tjahja Gunawan Diredja
















4:46 PM | 0 komentar | Read More

Buku Panduan Kuliah di Luar Negeri Karya PPI


Ilustrasi tentang pelajar SMA

Ilustrasi tentang pelajar SMA (sumber: ottawalife)




Diunduh secara gratis.

Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) dunia merilis buku tentang panduan dan informasi lengkap tentang belajar di luar negeri dengan judul "Belajar ke Luar Negeri".

Buku tersebut dirilis secara online dan dapat diunduh gratis bagi para pelajar di Indonesia yang berminat melanjutkan pendidikan ke luar negeri.

Para penulis buku ini adalah para mahasiswa RI yang sedang belajar di sejumlah negara di dunia. Artikel dibuat terpisah berdasarkan negara tujuan studi sehingga calon pelajar bisa mengenal kondisi negara yang dituju, mulai dari identitas negara, karakteristik budaya dan gaya hidup, akomodasi dan transportasi yang tersedia hingga cara bertahan hidup di negara tujuan masing-masing dan kesempatan memperoleh beasiswa.

Menurut Koordinator PPI Dunia, Zulham Effendi, buku ini bertujuan untuk mengubah stigma pembaca tentang belajar di luar negeri. Dengan demikian, segala bentuk ketakutan, kecemasan dan kebimbangan untuk belajar di luar negeri dapat terjawab.

Untuk seri pertama, panduan studi di enam negara, yaitu Austria, Republik Ceko, Portugal, Perancis, Rusia dan Swedia, diterbitkan dalam 213 halaman. Buku ini dapat dibaca melalui format PDF yang bisa diunduh bebas melalui laman resmi PPI masing-masing negara tujuan studi, misalnya PPI Perancis atau PPI Ceko.

Buku ini juga dapat dibaca melalui online dengan mengakses http://issuu.com/ppiceko/docs/buku_belajar_ke_luar_negeri_seri1_ppi.

4:46 PM | 0 komentar | Read More

Mendagri Targetkan e-KTP Rampung 2013





Mendagri Targetkan e-KTP Rampung 2013





Penulis : Sandro Gatra | Senin, 7 Januari 2013 | 16:14 WIB













BOGOR, KOMPAS.com - Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi menargetkan seluruh pencetakan hingga distribusi kartu tanda penduduk elektronik atau e-KTP di seluruh wilayah Indonesia sudah rampung sekitar bulan Juni 2013.


"Saya menargetkan pertengahan tahun ini semua KTP sudah dicetak yang 172 juta itu dan semua sudah didistribusikan. Tidak usah tunggu akhir tahun," kata Gamawan di Istana Bogor, Jawa Barat, Senin (7/1/2013).


Gamawan mengatakan, perkembangan proyek e-KTP sudah melebihi target. Dia memberi contoh target distribusi hingga akhir 2012 sudah mencapai 90 juta e-KTP dari target 40 juta e-KTP. Selain itu, pembuatan blank card sudah mencapai 150 juta kartu dari target 144 juta kartu.


Akibatnya, kata Gamawan, pemerintah berhutang kepada konsorsium lantaran sisa anggaran baru dikucurkan di 2013. Selain itu, kata dia, pencetakan seluruh materi e-KTP belum bisa dilakukan seluruhnya di 2012 lantaran keterbatasan dana.


Untuk antisipasi masyarakat yang belum memegang e-KTP, tambah Gamawan, telah dibuat peraturan presiden dan sudah ditandatangani Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Dalam perpres itu, kata dia, KTP lama masih berlaku sampai Desember 2013 .


Gamawan menambahkan, untuk saat ini tengah dilakukan pendataan penduduk yang belum melakukan perekaman e-KTP. Pasalnya, pemerintah memprediksi ada sekitar 180 juta sampai 185 juta orang yang berhak memiliki KTP. Saat ini, perekaman sudah mendekati 175 juta penduduk.


"Jadi tinggal kita mencari yang selisih 10 juta ini kemana dia. Mungkin tinggal di cari 100 orang per desa yang belum terdaftar," pungkas Gamawan.


















4:39 PM | 0 komentar | Read More

Hujan, Demonstran Tetap Bertahan di Depan Gedung KPU





Hujan, Demonstran Tetap Bertahan di Depan Gedung KPU





Penulis : Zico Nurrashid Priharseno | Senin, 7 Januari 2013 | 15:54 WIB













JAKARTA, KOMPAS.com - Hujan deras yang mengguyur kawasan Jakarta, tidak membuat massa yang sejak siang tadi berdemo di depan kantor KPU di Jalan Imam Bonjol No 29, Jakarta Pusat, membubarkan diri. Massa tetap bersemangat untuk melakukan aksi demo. Orator sempat memanggil.


Menyaksikan sejumlah rekan-rekannya berteduh, salah seorang yang serdang berorasi berusaha memanggilnya. Sementara para demonstran yang tetap bertahan, menutupi dirinya dengan bendera-bendera yang sempat mereka kibarkan.


"Untuk yang di pinggir, segeralah merapatkan kembali barisan. Jangan takut akan hujan, kita harus takut dengan kehancuran bangsa ini," teriaknya.


Untuk membangkitkan kembali semangat, mereka membunyikan musik melalui sound-sound yang mereka bawa. "Ayo nyalakan musiknya. Kita bakar kembali semangat kita, sebelum kita membakar kantor KPU," kata salah seorang demonstran yang sedang berorasi.


Sebelumnya, massa membakar keranda yang mereka bawa di depan kantor KPU yang terletak di Jalan Imam Bonjol No 29 ini. Tidak ada upaya dari petugas yang berdiri tepat di depan gerbang gedung untuk menghentikan atau mematikan pembakaran keranda tersebut. Sampai saat ini, ratusan orang masih tetap memenuhi area depan gedung KPU. Petugas kepolisian juga masih tetap menjaga ketat para demonstran. Sementara arus lalulintas dari arah Taman Suropati menuju Bundaran HI masih mengalami kemacetan.






Editor :


Hertanto Soebijoto















4:23 PM | 0 komentar | Read More

Di BEI, Kompas TV Buka Studio Mini

Written By Unknown on Sunday, January 6, 2013 | 4:48 PM





Di BEI, Kompas TV Buka Studio Mini





Penulis : Didik Purwanto | Rabu, 2 Januari 2013 | 11:19 WIB













JAKARTA, KOMPAS.com - Kompas TV membuka studio mini di Bursa Efek Indonesia (BEI). Hal itu dilakukan untuk memberikan update informasi mengenai perdagangan saham di tanah air. Studio mini Kompas TV berada di tower 1 lantai 1 gedung Bursa Efek Indonesia di kawasan SCBD Senayan Jakarta.


"Studio ini dibuka sebagai bentuk layanan Kompas TV agar pemirsa bisa mendapatkan informasi real time terhadap perkembangan bursa saham di tanah air," ujar Pemimpin Redaksi Kompas TV, Taufik Mihardja di Jakarta, Rabu (2/1/2013).


Studio tersebut terletak di atas lantai utama (main floor) perdagangan bursa saham di BEI. Di ruangan seluas 6 x 5 meter tersebut dilengkapi dengan studio siaran, ruang kontrol dan make up penyiar televisi. Studio mini ini juga sangat tepat dengan latar belakang ruangan perdagangan bursa saham di tanah air.


Rencananya studio mini ini akan mulai bersiaran mulai hari ini, Rabu (2/1/2013). Studio ini akan menyiarkan secara langsung kabar pasar saham pada pukul 12.00 wib. Studio ini akan memunculkan program "Kompas Bursa" atau satu segmen khusus di program "Kompas Siang" setiap jam 12.00 wib.



















4:48 PM | 0 komentar | Read More

Spanyol Pupus Ambisi Serbia



Piala Hopman


Spanyol Pupus Ambisi Serbia





Minggu, 6 Januari 2013 | 01:22 WIB













AFP


Anabel Medina Garrigues





PERTH, Kompas.com - Spanyol secara mengejutkan mengalahkan Serbia 2-1 untuk merebut Piala Hopman untuk keempatkalinya, Minggu (6/1).

Dalam pertandingan final yang berlangsung emosional dan dramatis, ganda Spanyol, Fernando Verdasco/Anabel Medina Garrigues membalikkan perkiraan dengan memngalahkan ganda Serbia, Novak Djokovic/Ana Ivanovic 6-4, 7-5.

Kemenangan ini membuat Spanyol unggul 2-1 sekaligus memupus ambisi Serbia merebuat piala Hopman untuk pertamakalinya. Serbia pernah lolos ke final pada 2006 dan 2011.

Serbia sebenarnya unggul lebih dulu saat di partai pertama, Novak Djokovic mengalahkan Fernando Verdasco 6-3, 7-5.

Namun keunggulan ini mampu disamakan oleh tunggal puteri Anabel Medina Garrigues setelah secara mengejutkan petenis peringkat 50 dunia ini mampu mengalahkan petenis peringkat 13 dunia, Ana Ivanovic 6-4, 6-7, 6-2.







Editor :


A. Tjahjo Sasongko
















4:46 PM | 0 komentar | Read More

Tampil di Pembukaan ISL, Slank Usung Slogan 'Fair Play'


Konser Slank

Konser Slank (sumber: Yanuar Rahman/Beritasatu.com)




Aksi Slank mendapat apresiasi dari kalangan penonton yang memadati tribun Stadion Jaka Baring, Palembang.

Grup band ternama Slank mengusung semangat "fair play" pada penampilannya mengisi acara pembukaan kompetisi Liga Super Indonesia 2013, di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, Sabtu, (5/1).

Sebagai grup musik papan atas di Indonesia, Slank tampil atraktif di atas panggung yang berada di bagian depan tribun selatan Stadion Jaka Baring, Palembang.

Meski ribuan penonton tertahan di tribun atau tak memiliki akses mendekati panggung, namun tidak mengurangi semarak acara pembukaan itu.

"Penampilan seperti ini, sangat jarang dilakukan Slank, penonton jauh jadi agak kurang greget. Tapi yang terpenting kami sudah ada di Jakabaring dan mendorong 'fair play', baik bagi tim tuan rumah dan tamu. Semoga hal ini terus berlanjut pada pertandingan lain," kata Kaka, vokalis Slank seperti dikutip dari Antara.

Slank mengawali penampilan sore itu dengan menyanyikan beberapa lagu hits yakni "Bang-bang Tut", "I Miss You, But I Hate You", dan "Gara-gara Kamu", "Tong Kosong", dan "Bola".

Aksi Slank semakin mendapat apresiasi karena penonton mulai berdatangan dan memadati tribun.

Lagu berikutnya cukup akrab ditelinga masyarakat, "Seperti Koruptor", "Jangan Ingkari Janji", dan "Kemenangan". Slank menutup penampilannya, dengan menghadirkan lagu 'Ku tak Bisa'.

4:46 PM | 0 komentar | Read More

Pengamat: Blusukan SBY Strategi Pertahankan Eksistensi PD


JAKARTA, KOMPAS.com - Pengamat politik dari Soegeng Sarjadi Syndicate (SSS) Toto Sugiarto menilai blusukan yang dilakukan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) adalah untuk mempertahankan eksistensi Partai Demokrat (PD) pada Pemilu 2014 mendatang. Sebab, blusukan atau turun langsung SBY pada masyarakat dilakukan baru-baru ini atau yang terlihat pada 4 Januari kemarin di Tangerang.


"Saya kira itu bagian dari strategi untuk mempertahankan Demokrat pada 2014. Bagaimana pun beliau adalah dewan pembina, sehingga secara langsung dia berkepentingan supaya Demokrat untuk tetap berada di papan atas," terang Toto ditemui dalam sebuah diskusi di Hotel Santika, Jakarta, Minggu (6/1/2013).


Selain untuk mempertahankan eksistensi partainya, menurut Toto, Presiden juga ingin mempertahankan kekuasaannya di Istana. Blusukan yang dilakukan Presiden itu pun tak lain menyangkut kepentingan kelompoknya.


"Itu menjadi kepentingan beliau jelas. Ini juga berkepentingan langsung pada keluarga Cikeas agar tetap berada di kekuasaan. Dengan raihan Demokrat yang besar, otomatis Demokrat akan memiliki peluang sangat besar untuk menentukan kepemimpinan di Republik ke depannya juga," jelasnya.


Blusukan yang dilakukan Presiden SBY ini sebelumnya banyak disebut-sebut mengikuti gaya Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo. Menanggapi hal itu, Toto mengatakan, dalam dunia politik tidak mengenal kata terlambat.


"Saya kira kalau dalam politik itu tidak ada istilah telat. Begitu ada kesadaran, itu diperoleh bahwa harus melakukan sesuatu yang tidak konvensional, maka itu harus cepat dilakukan. Sekarang masih ada waktu 1,5 tahun lagi ke Pemilu Pilpres, dan msih ada cukup waktu untuk mengubah segalanya," terangnya.


Seperti diberitakan, Presiden SBY mendatangi Desa Tanjung Pasir, Kecamatan Teluk Naga, Kabupaten Tangerang, Banten, pada Jumat (4/1/2013) pagi tanpa memberi tahu terlebih dulu kepada para pejabat setempat.


Saat iring-iringan Presiden dan para menteri bergerak menuju tempat itu, tidak ada sterilisasi jalan. Tak ada pula petugas kepolisian dan TNI yang berjaga-jaga di sepanjang jalan. Bahkan, ada beberapa polisi yang asyik duduk-duduk. Warga tetap beraktivitas seperti biasa. Ada yang mandi, mencuci pakaian, hingga buang hajat di salah satu kali yang dilintasi Presiden.


Warga pun tampak kebingungan melihat iring-iringan kendaraan. Rombongan kemudian berhenti di persimpangan tak jauh dari gapura tanda memasuki Desa Tanjung Pasir. Tak ada penyambutan Presiden oleh para pejabat setempat.


Setelah melihat Presiden dan Ny Ani Yudhoyono turun dari mobil, puluhan warga lalu berkerumun. Jumlahnya terus bertambah setelah kabar menyebar. Setelah berjabat tangan dengan warga, Presiden lalu mendatangi Teras Bank Rakyat Indonesia.


Di sana, politisi Partai Demokrat itu menanyakan implementasi program pemerintah Kredit Usaha Rakyat (KUR). Setelah itu, Presiden melihat kondisi perkampungan.






Editor :


Ana Shofiana Syatiri









4:39 PM | 0 komentar | Read More

Pedagang Stasiun Pondok Cina Tolak Disebut PKL





Pedagang Stasiun Pondok Cina Tolak Disebut PKL





Penulis : Alsadad Rudi | Minggu, 6 Januari 2013 | 15:09 WIB













DEPOK, KOMPAS.com - Pemilik kios yang terancam akan ditertibkan oleh PT KAI di Stasiun Pondok Cina  menolak disebut sebagai Pedagang Kaki Lima (PKL). Menurut mereka, istilah PKL hanya ditujukan untuk pedagang yang tidak memiliki izin dan tidak memiliki tempat sendiri.

"Kita di sini bukan PKL tapi kios. Kalau dibilang PKL kesannya liar. Kios dibangun oleh PT KAI dan kami membeli. Jadi kami punya hak atas bangunan walau tanahnya sewa," terang Yayuk,  salah seorang perwakilan dari pedagang, Minggu (6/1/2013).


Yayuk mengatakan bahwa berdagang merupakan satu-satunya sumber penghidupan bagi keluarga mereka. Dari berdagang mereka membiayai hidup sehari-hari dan biaya sekolah anak-anak mereka.

"Mereka (pedagang) tidak punya lagi sumber penghasilan lain selain berdagang. Harusnya pihak PT KAI mempunyai tanggung jawab sosial. Jika nanti digusur, apa mereka harus turun ke jalan dan mengemis?" tutur Suma,

Para pedagang juga mengatakan bahwa selama ini selalu membayar sewa dan mentaati semua peraturan yang ditetapkan oleh PT KAI. Untuk itu, mereka meminta agar PT KAI mau memberi mereka kesempatan berdialog dan tidak asal main gusur.

"Kita selalu mentaati peraturan yang mereka buat, kita disuruh beli kios kita turutin, kita disuruh bayar (sewa) kita turutin, jadi kenapa uang kita mereka mau tapi sekarang orangnya digusur. Kalau digusur, ke mana sumber pendapatan," tambah Yayuk, perwakilan pedagang yang lain.

Dalam kesempatan tersebut, pedagang juga membantah kabar yang mengatakan kehadiran mahasiswa untuk memperkeruh suasana. Justru kehadiran mahasiswa murni karena aksi keprihatinan terhadap mereka.

"Mahasiswa tidak menunggangi tapi apa yang mereka lakukan ini murni didasarkan sebagai bentuk keprihatinan," kata Suma.







Editor :


Ana Shofiana Syatiri















4:23 PM | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger