Powered by Blogger.

Popular Posts Today

Showing posts with label Megapolitan. Show all posts
Showing posts with label Megapolitan. Show all posts

KOMPAS.COM - Not Found

Written By Unknown on Tuesday, November 12, 2013 | 4:24 PM





Harian Kompas  |  Kompas TV


Selasa, 12 November 2013










  • Channel

  • Channel








KOMPAS.com tidak dapat menampilkan link yang Anda tuju saat ini

Silakan tunggu beberapa saat lalu refresh halaman ini atau gunakan fasilitas search di bawah ini untuk mencari berita KOMPAS.com





Go
























4:24 PM | 0 komentar | Read More

Dihadiri Basuki, Sidang Paripurna Hanya 15 Menit

Written By Unknown on Monday, October 28, 2013 | 4:24 PM






JAKARTA, KOMPAS.com - Rapat paripurna Pembentukan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Perseroan Terbatas (PT) Penjamin Kredit Daerah Jakarta, pada Senin (28/10/2013) dihadiri Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Namun, seluruh fraksi tidak menyampaikan dan membacakan pandangan mereka. Paripurna pun hanya berlangsung 15 menit.

Padahal, rapat ini sudah tertunda selama empat jam dari jadwal, yang seharunya dimulai pada pukul 10.00. Namun karena pimpinan DPRD DKI menerima tamu dari DPRD salah satu kota di Korea Selatan, paripurna baru dimulai pukul 14.00.

Berdasarkan agenda, paripurna itu seharusnya untuk penyampaian pandangan umum fraksi terhadap rancangan peraturan daerah (raperda) tentang pembentukan PT Jamkrida. Masing-masing perwakilan fraksi hanya membacakan sedikit sambutan, tidak disertai dengan pandangan mereka.

Tak lebih dari tiga menit, tiap fraksi menyampaikan laporan fraksi. Diawali dengan anggota fraksi Partai Golongan Karya (Golkar) Taufik Azhar. Tanpa disangka, ia hanya mengucapkan selamat Sumpah Pemuda kepada yang menghadiri rapat tersebut.

"Kami menyerahkan laporan pemandangan tentang usulan pembentukan BUMD PT Penjamin Kredit Daerah DKI kepada pimpinan. Dalam hal ini, izinkan kami juga menyampaikan Selamat Sumpah Pemuda. Wassalamualaikum," kata Taufik.

Penyampaian Taufik yang singkat itu sempat membuat heboh ruang rapat paripurna. Tapi rupanya, apa yang dilakukan fraksi Golkar diikuti fraksi-fraksi lainnya, seperti fraksi Partai Gerindra, fraksi Partai Demokrat, fraksi PDI Perjuangan, Hanura-Damai Sejahtera, PAN-PKB, dan PKS. Rapat paripurna ini juga hanya dihadiri oleh 25 dari 94 anggota DPRD DKI.

Menanggapi hal itu, Basuki mengaku tak mempermasalahkan hal tersebut. "Enggak masalah, enggak apa-apa kok. Aku baca langsung selesai, kok," ujar Basuki.




Editor : Ana Shofiana Syatiri


















4:24 PM | 0 komentar | Read More

Pelaku Juga Banting Televisi di Rumah Adiguna Sutowo

Written By Unknown on Sunday, October 27, 2013 | 4:23 PM






JAKARTA, KOMPAS.com - Selain menabrakkan mobil pada pagar rumah dan kendaraan milik pengusaha Adiguna Sutowo, pelaku juga membanting televisi 32 inch yang berada di dapur.

Kasubag Humas Polres Metro Jakarta Timur, Komisaris Sri bhayangkari menjelaskan, pelaku dengan mengendarai mobil Mercy B 712 NDR menabrakkan mobil ke pagar rumah. Lalu mobil tersebut masuk ke dalam dan menabrak mobil Lexus B 171 AV, Mercy B 171 VAS, dan Alphard, yang terparkir di halaman rumah.

Benturan mobil tersebut sangat kencang, yang menyebabkan mobil Mercy milik Adiguna SUtowo melaju dan menabrak tembok dapur hingga jebol. Lalu pelaku turun dan berteriak-teriak memanggil nama Vika, istri Adiguna.

"Di dapur ada TV 32 inch. Lalu dia membanting TV tersebut," kata Sri ketika dihubungi, Minggu (27/10/2013).

Selain itu pelaku juga mengambil payung yang didapatnya dari salah satu mobil yang ditabrak, yang ia gunakan untuk merusak mobil Lexus. Seorang sopir Adiguna berinisial D lalu menenangkan pelaku yang semakin memberingas.

Tak lama kemudian sebuah mobil Honda Civic datang dengan dikendarai seorang berinisial H, yang ikut melerai dan membujuk pelaku untuk pulang. Setelah berhasil membujuk pelaku pulang, mobil pelaku yang ditinggal akhirnya dibawa oleh mobil derek.

Polisi sampai saat ini sedang melakukan pengejaran terhadap pelaku yang diduga berinisial F.




Editor : Bambang Priyo Jatmiko


















4:23 PM | 0 komentar | Read More

Warga Temukan Mayat dengan Penuh Luka Bacok di Tebet

Written By Unknown on Saturday, October 26, 2013 | 4:23 PM





JAKARTA, KOMPAS.com - Mayat pria tanpa identitas ditemukan warga di saluran air Jalan Tebet Timur Dalam XI, RT 03 RW 06, Jakarta Selatan, Sabtu (26/10/2013) sekitar pukul 10.30 WIB. Pria  tersebut diduga merupakan korban pembunuhan.


Kepala Kepolisian Sektor Tebet Komisaris I Ketut Sudharma menuturkan korban ditemukan pertama kali oleh warga sekitar, yang kebetulan melintasi lokasi tersebut. Dari tubuh korban ditemukan banyak luka sayat yang diduga berasal dari senjata tajam.


"Untuk sementara diduga kasus pembunuhan. Masih dalam penyelidikan. Penanganan selanjutnya dilakukan Reskrim Polsek Tebet," kata Sudharma, Sabtu (26/10/2013).


Sudharma mengatakan, berdasarkan ciri-cirinya korban diperkirakan berusia 30 tahun. Saat ditemukan, korban mengenakan celana jeans biru, baju kaos lengan pendek berwarna coklat, mengenakan kaos kaki coklat, serta memiliki ciri fisik berambut pendek lurus dan berkulit putih.


"Korban juga mengenakan cicin logam putih bermata batu biru," ujar Sudharma.


Sementara itu, korban diperkirakan tewas akibat banyaknya luka pada sejumlah anggota tubuh. Luka yang diduga berasal dari sabetan senjata tajam itu meliputi pada bagian lengan, telapak tangan kanan, leher depan dan belakang hampir putus, punggung kiri luka bacok, kepala belakang kanan.


Selain itu, pipi kiri dan dagu korban juga ditemukan luka sayat. "Dilaporkan masyarakat pukul 10.00 WIB," ujar Sudharma.


Tim identifikasi Polsek Tebet pun mendatangi lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Setelah selesai melakukan identifikasi, selanjutkan petugas membawa korban ke RSCM. Kasus tersebut masih dalam penanganan Polsek Tebet, Jakarta Selatan.





Editor : Eko Hendrawan Sofyan
















4:23 PM | 0 komentar | Read More

Pawang: Monyet Enggak Disiksa, Minumnya Susu

Written By Unknown on Friday, October 25, 2013 | 4:23 PM





JAKARTA, KOMPAS.com - Dede Taryono (29), seorang pemilik topeng monyet di Jakarta, menolak disebut menyiksa binatang. Ia tidak pernah menyiksa monyet yang ia latih. Ia bahwa merawatnya dengan baik dan kasih sayang.


"Monyet dilatih itu harus penuh kesabaran. Enggak ada namanya penyiksaan, minumnya saja susu (formula). Yang di televisi rekayasa tuh," ujar Dede di rumahnya, Jumat (25/10/2013).


Dede menuturkan, selama dilatih, hewan primata tersebut digembleng selama sebulan. Selama latihan itu pul, monyet diberi makan dan minuman bergizi. Dede mengklaim sering berbagi makanan dengan monyet yang ia dilatih.


Sebagian besar monyet yang dilatih Dede berasal dari daerah Lampung. Menurut Dede, monyet-monyet itu akan "pensiun" setelah 7 tahun beratraksi untuk topeng monyet. Setelah itu, hewan itu akan dilepas ke hutan, misalnya di daerah Cirebon.


Menurut Dede, apa yang dilakukan oleh pawang monyet itu jauh lebih baik dibanding orang-orang yang mengonsumsi primata itu. "Mereka semua itu yang bikin monyet habis," ujar Dede.


Keberadaan topeng monyet di Jakarta akan dilarang mulai 2014. Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengatakan, monyet-monyet itu akan dibeli dan dipelihara di Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta Selatan. Selain membeli monyet-monyet tersebut, Pemprov DKI juga akan memberikan pembinaan kepada para pekerja topeng monyet.


Menurut Jokowi, permainan topeng monyet telah menyakiti fisik hewan primata itu. Selain itu, pelarangan topeng monyet juga dimaksudkan untuk menekan bahaya penyebaran penyakit dari hewan kepada manusia.





Editor : Laksono Hari Wiwoho


















4:23 PM | 0 komentar | Read More

Bentrok di Kampus Moestopo, 2 Mahasiswa Sempat Disandera

Written By Unknown on Thursday, October 24, 2013 | 4:23 PM






JAKARTA, KOMPAS.com - Bentrokan antar-mahasiswa yang terjadi di depan Kampus Moestopo (Beragama) berhujung disanderanya dua orang mahasiswa. Bentrokan ini dilatarbelakangi perselisihan dua orang mahasiswa sekitar dua minggu lalu.


Bentrokan terjadi setelah delapan orang dengan menggunakan dua sepada motor datang ke mini market Box Mart yang berada di depan kampus pada pukul 20.30, Rabu (23/10/2013).


Kedelapan orang tersebut merupakan teman Awaludin, seorang mahasiswa yang berkelahi dengan Arif, mahasiswa Universitas Moestopo dua minggu lalu. Malam itu, Arif dibawa oleh Awaludin ke Box Mart untuk mengklarifikasi keributan yang terjadi dua minggu lalu. Tidak terima dengan hal tersebut, sekitar pukul 21.00 teman-teman Arif langsung mendatangi Box Mart dan bentrokan tak dapat terhindarkan.


"Setelah terjadi keributan, dua orang mahasiswa disandera," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto, di Mapolda Metro Jaya, Kamis. (24/10/2013).


Arif, disandera oleh teman-teman Awaludin dan dibawa ke Mess Irian di Jalan Kepu, Jakarta Pusat. Lalu Marjan, teman Awaludin disandera teman-teman Arif di dalam Kampus Moestopo.


Polisi yang datang ke tempat kejadian perkara langsung melakukan negosiasi. Saat ini kedua orang yang disandera sudah dibebaskan. "Mereka sudah dilepas dan sudah menerima perawatan rumah sakit," kata Rikwanto.


Dalam bentrokan ini polisi menahan tiga orang mahasiswa, yakni Segius, Enday dan Ronald. Ketiganya sudah berada di Mapolda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan terkait peran mereka dalam bentrokan tersebut.  





Editor : Eko Hendrawan Sofyan
















4:23 PM | 0 komentar | Read More

Hujan Angin Kurang dari 30 Menit, Pohon Bertumbangan

Written By Unknown on Tuesday, October 22, 2013 | 4:23 PM






JAKARTA, KOMPAS.com - Beberapa wilayah di Jakarta dilanda hujan disertai angin kencang pada siang menjelang sore ini. Sejumlah pohon pun tumbang sehingga menyebabkan kemacetan.

Suratman, petugas piket Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengungkapkan, terdapat tiga titik yang dilanda pohon tumbang sejak pukul 14.59 hingga 15.25.

"Pukul 14.59 WIB, pohon tumbang di Jalan Raya Lenteng Agung, tepatnya di putaran balik Universitas Pancasila ke arah Depok, Jakarta Selatan," ujarnya melalui pesan singkat pada Selasa (22/10/2013) sore.

Titik kedua yakni di depan Kantor Kamar Dagang Indonesia di Jalan Raya Otto Iskandar Dinata, Jatinegara, Jakarta Timur pada pukul 15.30 WIB. Sedangkan, titik ketiga adalah di Jalan Pahlawan Revolusi, Pondok Bambu, Duren Sawit, Jakarta Timur pada sekitar pukul 15.25.

Insiden itu diketahui tak memakan korban jiwa. Namun, kemacetan lalu lintas di tiga titik tak bisa dihindarkan.

"Proses evakuasi batang pohon yang tumbang langsung dilakukan oleh Suku Dinas Pertamanan dan Pemakaman serta petugas dari pemadam kebakaran setempat," ujarnya.




Editor : Ana Shofiana Syatiri
















4:23 PM | 0 komentar | Read More

Polisi Datangi RS Pondok Indah untuk Tanyakan Kesehatan Dul

Written By Unknown on Monday, October 21, 2013 | 4:23 PM






JAKARTA, KOMPAS.com — Berulang kali polisi meminta AQJ alias Dul, tersangka kasus kecelakaan maut di Km 8+200 Tol Jagorawi diperiksa, berulang kali pula Dul dinyatakan tidak dalam kondisi yang sehat. Polisi pun meminta keterangan terkait kesehatan Dul dari tim dokter yang menanganinya di Rumah Sakit Pondok Indah.

"Hari ini penyidik akan ke RS Pondok Indah untuk menanyakan surat yang sudah kita berikan, untuk menanyai kondisi dari AQJ yang sebenarnya," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Rikwanto di Mapolda Metro Jaya, Senin (21/10/2013).

Keterangan dari dokter yang menangani Dul ini sangat dibutuhkan untuk dilakukannya pemeriksaan putra bungsu musisi Ahmad Dhani tersebut. Selain itu, keterangan dari keluarga Dul juga sangat penting untuk kelancaran jalannya pemeriksaan.

Polisi berkaca dari pemeriksaan rekan Dul yang berada di dalam mobil pada saat kejadian. Polisi telah memeriksa Noval di kediamannya yang berada di kawasan Ragunan, Jakarta Selatan. Saat pemeriksaan, Noval dapat memberikan keterangan walau masih duduk di kursi roda.

"Noval yang mengalami delapan patah tulang dan masih berada di kursi roda, sudah dilakukan pemeriksaan. Pemeriksaan berjalan lancar, tidak ada hambatan. Kita lakukan pemeriksaan dalam kondisi santai, tidak seperti orang yang menginterogasi," kata Rikwanto.

Dul ditetapkan sebagai tersangka kasus kecelakaan maut yang terjadi di Km 8+200 Tol Jagorawi yang menyebabkan tujuh orang tewas, dan melukai delapan orang lainnya. Mobil bernomor polisi B 80 SAL yang dikendarai Dul menabrak pagar pemisah tol, sehingga masuk ke jalur berlawanan.

Mobil tersebut lalu menabrak Daihatsu Gran Max B 1349 TPN yang datang dari arah Jakarta. Sementara, mobil Toyota Avanza B 1882 UJZ yang tidak jauh dengan mobil Gran Max juga terkena imbas dari benturan keras tersebut.




Editor : Ana Shofiana Syatiri


















4:23 PM | 0 komentar | Read More

Polisi yang Ribut dengan Anggota Kostrad Masih Dirawat di ICU

Written By Unknown on Sunday, October 20, 2013 | 4:23 PM






JAKARTA, KOMPAS.com
- Bripda La Sugandi Ungalesi, anggota Brimob Kelapa Dua Depok, Jawa Barat, yang berkelahi dengan anggota TNI dari Detasemen Penghubung Divisi 1 Kostrad masih menjalani perawatan di ruang Intensive Care Unit (ICU) B RS Polri Kramat Jati Jakarta Timur, Minggu (20/10/2013).

Bripda La Sugandi menderita luka tikaman pada perutnya. Berdasarkan keterangan salah satu anggota keluarganya, kondisi Sugandi mulai membaik. Sementara Bripda Willian Danlhes menjalani perawatan di ruang Cendrawasih lantai 1 RS Polri Kramat Jati.

Pantauan Tribunnews.com beberapa kerabat pasien datang untuk menjenguk dan mengetahui  kondisinya.

Seperti diberitakan sebelumnya, enam anggota Brimob Kelapa Dua Depok terlibat perkelahian dengan empat Anggota Kostrad dari detasemen penghubung divisi 1 Kostrad. Kejadian tersebut bermula cekcok di sebuah tempat karaoke di Depok Jawa Barat, Jumat (18/10/2013).

Akibat kejadian tersebut, tiga orang mengalami luka dan dua di antaranya menderita luka serius. Mereka adalah Bripda La Sugandi Ungales dan Bripda Willian Danlhes.




Editor : Ana Shofiana Syatiri
















4:23 PM | 0 komentar | Read More

Jokowi \"Endus\" Pejabat Sudin yang \"Enggak Bener\"

Written By Unknown on Saturday, October 19, 2013 | 4:23 PM






JAKARTA, KOMPAS.com — Gubernur DKI Joko Widodo geram atas banyaknya pegawai negeri sipil di Suku Dinas Pemerintah Kota Jakarta yang kinerjanya jauh dari harapan. Tidak main-main, Jokowi akan mencopot pejabat yang telah "diciumnya" memiliki kinerja tidak baik tersebut.

Ditemui di sela acara pribadinya di Jakarta,Sabtu (19/10/2013) siang, Jokowi mengaku telah mencium adanya kebobrokan kinerja pejabat di berbagai suku dinas (sudin) di Jakarta. Dia pun mengaku paham mengapa para PNS itu bertindak demikian.

"Banyak sudin yang enggak bener. Kebanyakan itu mereka merasa jauh dari kontrol saya dan merasa jauh dari pengawasan, sehingga kerjanya tidak serius," ujarnya.

Jokowi mengatakan, pejabat suku dinas yang tak bekerja dengan baik tersebar merata di lima wali kota dan satu kabupaten kota di Jakarta. Namun, Jokowi enggan menyebutkannya secara detail.

Satu jabatan yang paling ketahuan yakni Sudin Usaha Mikro Kecil Menengah Perdagangan Jakarta Timur, instansi yang kena amuk Jokowi saat melakukan sidak, Jumat(18/10/2013) lalu. Orang nomor satu di Jakarta itu pun melontarkan candaan terkait nasib pejabat yang dimaksud. "Siapa yang bilang mau dicopot? Mau tak ganti," ujar Jokowi.

Sebelumnya diberitakan, amarah Gubernur DKI Joko Widodo memuncak saat ia mengunjungi Kantor Wali Kota Jakarta Timur pada Jumat (18/10/2013) siang. Ia mendapati kepala Suku Dinas UMKMP Jakarta Timur beserta stafnya tak berada di meja saat jam kerja.

Jokowi yang kala itu berlaku layaknya masyarakat yang ingin mengurus izin pun marah. Sebundel data yang dia pegang dilempar ke salah satu meja pejabat itu hingga mengagetkan semua yang ada di ruangan.

Tak hanya itu, tanpa berkomentar, dia melenggang keluar ruangan ke mobilnya sambil membanting pintu mobilnya dengan wajah dingin.




Editor : Bambang Priyo Jatmiko


















4:23 PM | 0 komentar | Read More

Setelah Marah, Jokowi Evaluasi Walkot Jaktim dan 3 Anak Buahnya

Written By Unknown on Friday, October 18, 2013 | 4:23 PM





JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo akan mengevaluasi kembali kinerja Wali Kota Jakarta Timur HR Krisdianto. Hal tersebut disampaikannya seusai melihat buruknya Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) di kantor Wali Kota Jakarta Timur, Jumat (18/10/2013) siang.


"Nanti akan saya lihat dulu," ujar Jokowi kepada wartawan di Balaikota Jakarta, Jumat sore.


Selain mengevaluasi Krisdianto, Jokowi juga akan mengevaluasi kerja kepala suku dinas beserta staf yang absen dalam hal pelayanan baik bagi warga. Data yang dipegang ajudannya, ada tiga PNS akan dimonitor oleh Jokowi.


Jokowi mengatakan, Jakarta Timur adalah wilayah pertama uji coba penerapan PTSP. Sejak dimulainya program tersebut pada awal Juli 2013, Jokowi telah meninjaunya dua kali. Saat peninjauan pertama, Jokowi masih memaklumi jika pelayanannya masih kurang maksimal. Namun, di tinjauannya kali ini, ia melihat progresnya lamban.


"Sudah dua kali tak (saya) datangi, harusnya lebih baik dong. Ini ndak, masalah kecepatannya," ujarnya.


Jokowi mengakui, kecepatan pelayanan PTSP perlu digenjot lagi. Ia tidak habis pikir bagaimana mungkin mengurus TDP (Tanda Daftar Perusahaan) dan SIUP (Surat Izin Usaha Perdagangan) membutuhkan waktu dua minggu. "Jawabannya, 'SOP-nya begitu, Pak.' Ya, jangan gitu, dong. Kalau bisa satu jam, dua jam, kenapa tidak? Kenapa mesti nunggu lama?" ujar Jokowi.


Jokowi menilai bahwa pengurusan dokumen itu bisa dilakukan dalam waktu satu jam. Warga hanya perlu mengisi formulir dan dokumen bisa langsung diketik dan ditandantangani oleh kepala suku dinas.


Ia menyebutkan, kecepatan dalam pelayanan akan berimbas positif pada kebersihan lingkungan wali kota dari praktik percaloan. Jika pelayanan cepat, maka otomatis masyarakat berhenti menggunakan jasa calo yang masih marak di kantor-kantor pemerintahan.


Siang tadi Jokowi marah saat mengunjungi kantor Wali Kota Jakarta Timur. Ia mendapati Kepala Suku Dinas Usaha Mikro Kecil Menengah dan Perdagangan Jakarta Timur beserta stafnya tidak berada di meja saat jam kerja.


Jokowi yang kala itu berlaku layaknya masyarakat yang ingin mengurus izin pun marah. Sebundel data yang dia pegang dilempar ke salah satu meja pejabat itu hingga mengagetkan semua yang ada di ruangan. Tak hanya itu, tanpa berkomentar, dia melenggang keluar ruangan menuju mobilnya. Ia masuk ke dalam mobil dan membanting pintu mobil dengan wajah dingin.





Editor : Laksono Hari Wiwoho


















4:23 PM | 0 komentar | Read More

Setahun Jokowi, Kepuasan Publik Jakarta Capai 87,5 Persen

Written By Unknown on Thursday, October 17, 2013 | 4:23 PM






JAKARTA, KOMPAS.com --Popularitas Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) kian tak terbendung saja. Setahun memimpin Ibu Kota Negara, namanya pun kian mencorong. Lembaga Survei Indobarometer mengungkapkan, angka kepuasan masyarakat Jakarta terhadap setahun kepemimpinan Gubernur Jokowi cukup tinggi. Angka kepuasan bahkan mencapai 87,5 persen.

"Angka kepuasan masyarakat Ibu Kota terhadap kinerja Gubernur DKI Joko Widodo sangat tinggi, mencapai 87,5 persen. Sedangkan angka kepuasan terhadap Wakil Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama mencapai 85,8 persen," kata Direktur Eksekutif Indobarometer M Qodari di Hotel Kartika Chandra, Jakarta, Kamis (17/10/2013).


Qodari mengungkapkan, berdasarkan hasil survei, ada empat di mana kepuasan publik Jakarta di atas angka 90 persen, yakni penyediaan fasilitas kesehatan dan pengobatan sebesar 94,3 persen, menurunkan biaya kesehatan sebesar 95,0 persen, penyediaan fasilitas kesehatan 93,3 persen, dan menurunkan biaya pendidikan 93,3 persen.


"Penataan dari titik awal dengan fokus pada dua hal dasar, yaitu kesehatan dan pendidikan. Memilih yang menjadi hal dasar yang menjadi modal kelompok miskin," kata Redaktur Rubrik Metropolitan Harian Kompas Banu Astono, ditemui di lokasi yang sama.


Dalam acara tersebut, hadir pula Hasto Kristianto dari DPP PDI Perjuangan, anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PKS Igo Ilham, serta pengamat perkotaan Nirwono Joga.


Survei dilakukan pada 4 hingga 10 oktober 2013 dengan metode multistage random sampling. Jumlah responden yang ikut yaitu sebanyak 400 orang dengan margin of error 4,9 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.





Editor : Eko Hendrawan Sofyan


















4:23 PM | 0 komentar | Read More

Penolak Lurah Susan Klaim Asli Warga Lenteng Agung

Written By Unknown on Wednesday, October 16, 2013 | 4:23 PM





JAKARTA, KOMPAS.com- Ketua Tim Aksi Damai Lenteng Agung Naseri Nasrullah, yang selama ini menentang penempatan Susan Jasmine Zulkifli sebagai Lurah Lenteng Agung, mengklaim bahwa orang-orang yang menolak Susan merupakan warga asli Lenteng Agung, Jakarta Selatan.

"Saya bisa jamin itu yang mendemo warga asli Lenteng Agung. Bukan 100 persen lagi, saya jamin 100.000 persen warga asli," katanya saat ditemui di rumahnya di Jalan Lontar, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Rabu (16/10/2013).


Warga yang menolak Susan itu sudah dua kali berunjuk rasa menentang penempatan Susan sebagai lurah mereka. Mereka menganggap penempatan Susan tidak sesuai dengan keyakinan sebagian besar warga di Lenteng Agung.


Secara terpisah, Elza Peldi Taher selaku Ketua The Ciputat School dari Yayasan Denny JA mengatakan, mayoritas pengunjuk rasa penolak Susan itu bukan warga setempat. Menurut Elza, penduduk Lenteng Agung seluruhnya berjumlah sekitar 56.000 jiwa. Elza menyebutkan, unjuk rasa pertama diikuti sekitar 200 orang. Ia mengatakan, hanya 40 orang yang merupakan warga Lenteng Agung.


"Kalau demo kedua, yang bawa keranda, diikuti 80 orang dan penduduk setempatnya hanya 20 orang," kata Elza di sela-sela acara penyerahan seekor sapi kurban dari Yayasan Denny JA kepada Lurah Susan, Rabu pagi.


Elza menyimpulkan bahwa mayoritas masyarakat setempat tidak mempermasalahkan penempatan Lurah Susan di Lenteng Agung. Menurutnya, ada pihak-pihak tertentu yang tidak menginginkan Susan memimpin Lenteng Agung. Namun, mereka melontarkan isu SARA sebagai pembenaran.


"Tapi saya lihat suara yang menolak makin lama makin berkurang. Saya kira jika demo tetap berkelanjutan, bukan tidak mungkin pasti ada reaksi balik dari masyarakat setempat," katanya.





Editor : Laksono Hari Wiwoho


















4:23 PM | 0 komentar | Read More

Adu Cepat Motor, Dua Pengendara Tewas di Bogor

Written By Unknown on Tuesday, October 15, 2013 | 4:23 PM





BOGOR, KOMPAS.com- Dua orang tewas dan satu orang kritis akibat tabrakan dua sepeda motor yang diduga dalam suasana balapan liar di Jalan Jenderal Sudirman, Bogor Tengah, Kota Bogor, Selasa (15/10/2013) pukul 04.00.

Korban tewas di lokasi di depan Pusat Pendidikan Zeni TNI Angkatan Darat ialah Saeful Sobari (19), pengendara sepeda motor Honda Supra F 2703 LY. Korban meninggal dunia dalam penanganan di RS PMI Bogor bernama Dinar (18), pengendara sepeda motor Yamaha Mio F 5113 LH.


Korban kritis bernama Kames (19), seseorang yang membonceng di Honda Supra. Kames masih dirawat di RS PMI Bogor akibat luka di kepala dan wajah. Saeful, Dinar, dan Kames adalah warga Ciomas, Kabupaten Bogor. Mereka berada di Jalan Jenderal Sudirman dan diduga terlibat dalam suasana balapan.


Kepala Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resor Bogor Kota Ajun Komisaris Bramastyo mengatakan, berdasarkan keterangan sejumlah saksi, ketiga pemuda itu datang dari arah pintu I Istana Bogor (selatan) ke air mancur (utara) atau kedua titik di ujung Jalan Jenderal Sudirman.


Saeful dan Dinar diduga bersepakat untuk mengadu kecepatan dari arah berlawanan. Saeful mengambil arah dari utara, sedangkan Dinar dari selatan. Saat mengadu kecepatan dari arah berlawanan, keduanya diduga bermanuver zigzag. Namun, keduanya tidak mampu mengendalikan kendaraan sehingga bertabrakan dengan suara keras.


Menurut Bramastyo, sejumlah penonton yang menjadi adu kecepatan itu mengatakan, tabrakan mengakibatkan kedua sepeda motor itu terpental 15 meter. Tubuh Saeful, Dinar, dan Kames terseret 10 meter di aspal. Saeful tewas di lokasi dengan kondisi mengenaskan akibat kepala pecah dan patah tulang.





Editor : Laksono Hari Wiwoho
















4:23 PM | 0 komentar | Read More

Jokowi: Masalah Jakarta Itu Buuuaaanyaak Sekali...

Written By Unknown on Monday, October 14, 2013 | 4:23 PM






JAKARTA, KOMPAS.com — Selama setahun membenahi Jakarta, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengakui masih banyak yang harus dibenahinya. Dia mengatakan, banyak kendala yang harus dihadapinya di Jakarta yang memiliki banyak permasalahan. Untuk itu, butuh proses untuk membuat Jakarta jadi lebih baik.

"Masih bertumpuk-tumpuk dan bergunung-gunung, itu yang harus diselesaikan. Masalah Jakarta bukan banyak, tapi buuuaaanyaak sekali," katanya saat ditemui di rumah dinasnya di Menteng, Jakarta Pusat, Senin (14/10/2013).


Jokowi tidak merinci apa kendala yang dihadapinya. Sementara untuk kebijakan-kebijakan yang telah dia lakukan selama setahun ini, dia menyerahkan sepenuhnya kepada masyarakat untuk menilai berhasil atau tidaknya.


"Yang bisa lihat kan masyarakat yang menilai, masak kita yang menilai. Apa yang sudah kita kerjakan baik pengerukan waduk, normalisasi sungai, kampung deret, Kartu Jakarta Sehat, Kartu Jakarta Pintar, kelanjutan MRT, relokasi warga ke rusun," ungkapnya.


Terakhir, Jokowi menyatakan bahwa ke depannya, dia tetap akan fokus mengedepankan kebijakan untuk mengatasi dua masalah akut di Ibu Kota, yaitu kemacetan lalu lintas dan banjir.





Editor : Ana Shofiana Syatiri


















4:23 PM | 0 komentar | Read More

Ini Strategi Istiqlal Antisipasi Rusuh di Hari Kurban

Written By Unknown on Sunday, October 13, 2013 | 4:23 PM






JAKARTA, KOMPAS.com — Masjid Istiqlal akan menggunakan tinta yang biasa digunakan untuk pemilu pada saat pembagian hewan kurban nanti. Penggunaan tinta tersebut guna mengantisipasi warga yang telah menerima daging kurban untuk mengantre kembali.

"Jadi nanti setelah mereka (masyarakat) mendapat daging, mereka harus mencelupkan jarinya ke tinta," kata Badan Pelaksana Pengelola Masjid Istiqlal (BPPMI), Mubarok, saat berbincang dengan Kompas.com, Minggu (13/10/2013).

Mubarok menjelaskan, BPPMI akan menggunakan sistem penukaran kupon bagi masyarakat yang ingin mendapatkan daging kurban. Kupon tersebut akan dibagikan ketika proses pemotongan hewan kurban telah selesai dibagikan. Masyarakat yang akan mengantre daging kurban dipersilakan menunggu di pintu masuk Al Fatah yang berlokasi di seberangan Gereja Kathedral.

Di lokasi tersebut, panitia akan menyediakan 100 kursi yang dapat digunakan masyarakat untuk mengantre. Kemudian, setelah pengemasan daging kurban selesai, masyarakat dapat menukar kupon itu dengan daging kurban. Setelah menerima, mereka diminta mencelupkan salah satu jarinya ke dalam wadah yang berisi tinta.

Rencananya, hewan kurban akan mulai dipotong pada Selasa (15/10/2013) sekitar pukul 15.00 WIB. Proses pemotongan hingga pengemasan daging kurban diprediksi baru akan selesai keesokan harinya, Rabu (16/10/2013) sekitar pukul 05.00 WIB.

Mubarok mengungkapkan, setidaknya ada sekitar enam ribu kupon yang akan dibagikan BPPMI kepada masyarakat. Namun, jumlah tersebut dapat saja berkurang atau bertambah tergantung dari jumlah hewan kurban yang akan disembelih nantinya.

BPPMI telah bekerja sama dengan Rumah Pemotongan Hewan Pulo Gadung untuk proses pemotongan hewan kurban tersebut. Menurut Mubarok, pihaknya telah lama bekerja sama dengan rumah pemotongan hewan supaya higienitas daging hewan kurban yang dipotong tetap terjaga.

"Ada 40 orang dari rumah pemotongan hewan itu yang akan memotong hewan kurban nanti," katanya.

Untuk mengamankan proses pembagian hewan kurban, BPPMI akan menerjunkan sekitar 40-50 orang pengamanan dalam Masjid Istiqlal. Selain itu, BPPMI telah bekerja sama dengan aparat kepolisian dari Polsek Sawah Besar, Satpol PP, dan TNI untuk pengamanan pembagian daging kurban.




Editor : Hindra Liauw
















4:23 PM | 0 komentar | Read More

Tenggak Miras di Tiga Tempat Berujung Maut

Written By Unknown on Saturday, October 12, 2013 | 4:23 PM





JAKARTA, KOMPAS.com- Para korban tewas minuman keras bercampur soda di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, diketahui minum-minum dalam jangka waktu lama. Hampir sembilan jam mereka mabuk-mabukan, mulai Rabu (9/10/2013) pukul 17.00 hingga Kamis (10/10/2013) pukul 02.00 WIB.

"Mereka minum mulai sore sampai dini hari di tiga tempat berbeda," kata Kepala Polsek Metro Pasar Minggu Komisaris Adri Desas Furyanto saat ditemui di kantornya, Sabtu (12/10/2013).


Adri menjelaskan, tempat pertama para korban menenggak miras berada di teras toko listrik dekat sebuah kampus swasta di Jalan Raya Pasar Minggu. Tempat kedua di depan apotek di Jalan Raya Tanjung Barat. Mereka kemudian kembali mengonsumsi miras di depan sebuah kafe di jalan Tanjung Barat. "Habis minum di sini (kafe), mereka lalu pulang," ujar Adri.


Para korban tewas masing-masing bernama Sanaih (53), Sutrisno (36), Sukarno (43) dan Nasrul (28). Seluruhnya mengalami pusing disertai muntah dan badan terasa panas pada Kamis siang. Mereka kemudian dibawa oleh keluarganya masing-masing ke rumah sakit. Namun, nyawa mereka tak terselamatkan. Keempat korban meninggal di RS Pasar Rebo. Korban meninggal pertama bernama Sanaih, yakni pada Kamis pagi. Yang terakhir meninggal adalah Nasril, yakni Sabtu pagi tadi.


Selain keempat korban jiwa, ada enam korban yang selamat, yakni Sidek (37), Herman (34), Royana (57), Sholeh (27), Sutarko (37), dan Ari alias Ambon (25). Keenam orang ini, seperti halnya para korban tewas, ikut minum di tiga tempat. Dua orang dari mereka masih menjalani perawatan, yakni Sholeh di RS Polri Kramatjati dan Herman di RS UKI. Adapun empat orang lain sudah menjalani pemeriksaan polisi dan pulang ke rumah masing-masing.


Adri mengatakan, kejadian itu berawal saat salah satu korban bernama Sukarno alias Mogol, membeli 10 botol vodka merek Mansion di sebuah warung di Jalan Ragunan, Gang Bima, Rabu (9/10/2013) siang.


"Kemudian dicampur dengan minuman soda, lalu diminum secara bergiliran. Lalu mereka lanjut minum bir lagi sebanyak enam botol," kata Adri.





Editor : Laksono Hari Wiwoho
















4:23 PM | 0 komentar | Read More

TKI Jadi Kurir Sabu dengan Iming-iming Rp 30 Juta

Written By Unknown on Friday, October 11, 2013 | 4:23 PM





JAKARTA, KOMPAS.com --Badan Narkotika Nasional (BNN) menangkap Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang datang dari Malaysia berinisal SU, yang kedapatan membawa sabu, saat mendarat di Bandara Soekarno Hatta.

Kepala Bagian (Kabag) Humas BNN Kombes Pol Sumirat Dwiyanto mengatakan, tersangka diamankan petugas Bea dan Cukai (BC), yang mencurigai paket bawaan pelaku yang ternyata berisi sabu seberat 3,2 kilogram.


Menurutnya, tersangka ditangkap saat petugas mencurigai barang bawaan tersangka berupa stroller baby yang dibagian dinding kardusnya diselipkan sabu.


Tersangka langsung diamankan, dan mengaku hendak membawa kembali barang haram tersebut menuju Surabaya, Jawa Timur.


"Namun, setelah dilakukan control delivery, ternyata orang yang ada dialamat tersebut fiktif. Mungkin sudah mengetahui jika barang sudah diamankan petugas," ujar Sumirat, saat pemusnahan barang bukti narkotika di lapangan parkir BNN Jalan MT Haryono Cawang, Jakarta Timur, Jumat (11/10/2013).


Sumirat menyebutkan, selain menyimpan di dalam stroller baby, pelaku juga menyimpan sabu lainnya di dalam rice cooker, namun dapat diketahui petugas.


Menurut Sumirat, tersangka mengaku rela membawa barang haram tersebut, dengan iming-iming imbalan Rp 30 juta sekali jalan. SU mengungkapkan, rekannya berinisial MF lah yang membuatnya terbujuk rayu untuk mau jalan.


"Dia tahu kalau barang yang dibawanya  adalah narkoba. Selain diberi uang Rp 1 juta untuk ongkos, dia juga sudah dibelikan tiket oleh MF," ungkap Sumirat. Kini, petugas masih mengejar MF dan penerima di Surabaya, yang sudah diketahui identitasnya. Sementara, SU masih menjalani pemeriksaan di Kantor BNN.





Editor : Eko Hendrawan Sofyan
















4:23 PM | 0 komentar | Read More

Basuki: Usulan Kenaikan Pajak Rokok Terbentur Undang-undang

Written By Unknown on Thursday, October 10, 2013 | 4:23 PM






JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menyatakan peraturan daerah (perda) mengenai kawasan dilarang merokok tengah dalam proses pembahasan. "Kita lagi siapin Perda-nya, lagi dibahas," kata Basuki di Balikota DKI Jakarta, Kamis (10/10/2013).


Sementara usulan mengenai kenaikan pajak rokok di atas 10 persen tidak dapat dilakukan lantaran sudah dipagari oleh undang-undang yang mengatur pajak rokok tak lebih dari jumlah tersebut.


Basuki mengakui Pemprov DKI Jakarta terbentur undang-undang untuk menaikan pajak rokok di atas 10 persen. Dalam Undang-Undang RI Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, pada Bab I Pasal 29 disebutkan bahwa tarif pajak rokok ditetapkan sebesar sepuluh persen dari cukai rokok. Sehingga, lanjut Basuki, pembuatan perdanya pun tentu tidak bisa memuat atau berisikan tentang kenaikan pajak.


"Kita kebentur undang-undangnya. Enggak boleh (naik)," ujar Basuki.


Terkait dengan pembentukan perda ini, Basuki mengatakan pihak dari sebuah perusahaan rokok sudah mendatangi Balaikota dan bertemu dengan dirinya. Mereka datang untuk meminta penjelasan mengenai ketentuan perda tersebut.


"Jadi tadi dari orang dari Sampoerna datang. Nanya sejauh mana perda yang seperti itu. Mereka ingin taat aturan, mereka ingin lakukan dulu sebelum perda ini keluar. Kita bilang ya mengacu pada undang-undang saja," jelas Basuki.





Editor : Eko Hendrawan Sofyan
















4:23 PM | 0 komentar | Read More

Buntut Ricuh Eksekusi Lahan, Transjakarta Koridor XI Lumpuh hingga Besok

Written By Unknown on Wednesday, October 9, 2013 | 4:23 PM





JAKARTA, KOMPAS.com - Terbakarnya shelter transjakarta Buaran Rabu (9/10/2013) pagi, menyebabkan transjakarta koridor XI jurusan Kampung Melayu-Pulogebang tidak beroperasi. Dipastikan, jalur yang melayani sehari-hari penumpang sekitar 9700 itu tak bakal beroperasi  hingga Kamis besok.


Kepala Badan Layanan Umum (BLU) Transjakarta Pargaulan Butar-butar menegaskan, pihaknya sejak Rabu pagi tadi memutuskan tidak mengoperasikan bus transjakarta koridor XI. Hal tersebut berkaitan dengan kondisi dan keamanan di lapangan.


"Kita sudah mendapat informasi sejak (Rabu) malam, maka pagi ini mempertimbangkan segi keamanan penumpang, unit dan awak bus, kita tidak operasikan koridor XI," ujar Butar-butar, saat dihubungi wartawan, Rabu (9/10/2013).


Pargaulan menambahkan, pelayanan di koridor dengan armada sebanyak 19 unit tersebut sementara waktu akan dihentikan hingga Kamis. "Kita akan melihat dahulu situasinya, orang kita terus memantau perkembangan di lapangan. Namun melihat beratnya situasi, mungkin kita baru akan mengoperasikan kembali besok," tegasnya.


Saat ini, kondisi shelter transjakarta Buaran yang terbakar masih dibersihkan pihak petugas. 


Sementara itu, Kepala Seksi Transjakarta Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Robert Edward, shelter transjakarta Buaran itu untuk sementara waktu akan ditutup. "Kemungkinan satu bulan shelter busway ini ditutup untuk diperbaiki karena kerusakannya mencapai 60 persen. Kalau kerugiannya belum bisa kita taksir," kata Robert dihubungi di tempat berbeda, Rabu (9/10/2013).


Tidak beroperasinya shelter transjakarta Buaran tentu saja membuat sejumlah penumpang kecewa. Salah seorang pengguna bus transjakarta, Tika (24), mengatakan, dirinya merasa dirugikan dengan tidak beroperasinya koridor XI. Ia yang berangkat dari rumahnya di bilangan Kramat Jati, Jakarta Timur, terpaksa beralih menggunakan angkutan umum lain menuju tempatnya bekerja di daerah Buaran.


Saat mengetahui bus transjakarta koridor XI tidak beroperasi, ia terpaksa harus mengeluarkan uang lebih sebesar Rp 20 ribu untuk naik ojek dari Pisangan, Jakarta Timur menuju Buaran. "Saya terpaksa naik ojek, karena memang terburu-buru ke Buaran, soalnya saya sudah telat," kata Tika, Rabu (9/10/2013).


Tika berharap koridor XI bisa beroperasi kembali dalam waktu dekat. Selain masalah waktu, ia pun terpaksa harus mengeluarkan uang lebih untuk biaya transportasi kerja.  "Semoga cepat kembali beroperasi, karena kalau naik angkot, saya repot muter-muter dan turun naiknya," ujarnya.


Seperti diberitakan, pembakaran shelter transjakarta dilakukan oleh sejumlah oknum warga yang menolak eksekusi lahan di Jalan Buaran I RT 08/12, Kelurahan Klender, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur.  


Sekitar 2.100 petugas gabungan satuan polisi pamong praja, polisi, TNI, Suku Dinas Kebersihan Jakarta Timur, dan lain-lain dikerahkan untuk mengeksekusi lahan. Eksekusi itu mendapat perlawanan dari warga setempat. Selain membakar shelter, warga juga memblokade Jalan I Gusti Ngurah Rai dan membakar ban bekas di tiga lokasi sejak sekitar pukul 03.30 WIB, 


Akibatnya, lalu lintas di Jalan I Gusti Ngurah Rai lumpuh total dan bus transjakarta Koridor XI jurusan Pulogebang-Kampung Melayu berhenti beroperasi.  





Editor : Eko Hendrawan Sofyan


















4:23 PM | 0 komentar | Read More
Techie Blogger Techie Blogger