Powered by Blogger.

Popular Posts Today

Persembahan Cinta untuk Sang Permaisuri

Written By Unknown on Wednesday, January 15, 2014 | 9:20 AM


Penantian 12 tahun itu menjelma jadi keharuan dan suka cita bagi para penggemar Ebiet G Ade (EGA). Dalam nuansa kesederhanaan di Saung Angklung Udjo, Bandung, pada malam pergantian tahun lalu, ratusan fans EGA menjadi saksi peluncuran album baru.


Bertajuk 'Serenade', album berisi 9 lagu baru ini sebenarnya sudah rampung medio 2013. Namun terus disempurnakan. Penyair dan pemusik kelahiran Banjarnegara ini tak mau ada kesalahan sedikit pun pada instrumen musiknya. Terlebih lagi ini album istimewa, persembahan untuk orang-orang tercinta, khususnya sang istri.


“Ini album yang saya siapkan dan kerjakan dengan kesungguhan tingkat tinggi. Saya tidak ingin mengeluarkan album ini begitu saja. Sebab, album ini memiliki makna besar buat anak dan istri,” tutur Ebiet, yang bernama asli Abid Ghoffar Aboe Dja’far ini.


Meski belakangan tak lagi produktif mengeluarkan album (album terakhir 'Bahasa Langit' dibuat tahun 2001), Ebiet ternyata memiliki segudang koleksi lagu yang belum direkam. Selama ini hanya disimpan, termasuk lagu-lagu dalam album baru ke-15 ini. Sang istri lah, Yayu Sugianto, yang mendorong-dorong untuk mengeluarkan album Serenade. “Saya sampai 'dimarah-marahi' istri agar lekas keluarin album. Dia lah yang memilih lagu,” canda Ebiet.


Maka lahirlah album berhias empat lagu cinta khusus untuk istri tercinta, sang permaisuri. Sebuah romansa perjalanan cinta semenjak naksir, pacaran, menikah, hingga sekarang ketika anak-anak beranjak dewasa.


Dibalut dalam syair puitis dan musik romantis, lagu Serenade, Engkaulah yang Merebut Hatiku, dan Seperti Deburan Ombak Cintaku Untukmu menggiring kita pada gelora cinta pertama EGA kepada sang kekasih. Kemudian, lagu Maka Rekatlah Cinta Kita meneguhkan kesetiaan kedua pasangan ini setelah 32 tahun merajut asmara.


Lagu pembuka Serenade bertutur tentang kekaguman lelaki pada kekasihnya, namun sulit diraih. “Mas EGA itu cinta mati ke aku. Ketika itu aku sudah punya pacar, tapi dia gigih sekali. Dan dia idealis,” tutur Yayu, yang jadian pacaran dengan EGA pada 4 Februari 1981.


Tak melulu rayuan cinta, album ini juga menghadirkan empat lagu bernuansa religi. Puisi-puisi tentang relasi manusia dengan Tuhan adalah kekuatan lagu EGA yang terbukti awet hingga kini. Simak lagu Di Sudut RumahMu yang menggetarkan dan menyentuh, terinspirasi ketika EGA di Tanah Suci.


Juga lagu-lagu yang sarat pesan moral seperti Bila Kita Ikhlas, Tuhan Tak Pernah Henti, serta Tanah Air Mata. Lagu Tanah Air Mata adalah potret kerusuhan 1998 saat pergantian kekuasaan di negeri ini. Tiga lagu tersebut pernah muncul di televisi, namun belum pernah masuk dapur rekaman dan 'masih mentah', sehingga tak banyak yang tahu kecuali penggemar sejati. Oleh Ebiet, ketiganya diaransemen ulang menjadi lebih greget.


Album ditutup dengan lagu Menjadi Bara Kebersamaan. Hanya diiringi gitar solo, ini adalah lagu yang didedikasikan untuk komunitas EGA yang mencapai puluhan ribu anggota di seluruh Indonesia, seperti MemBers EGA, EGA Forever, dan sebagainya. “Memang album ini saya tujukan kepada orang-orang yang saya sayangi serta para apresiator dan komunitas,” tutur Ebiet.


Lebih Matang
Menyimak keseluruhan lagu dalam album Serenade, Ebiet tampak lebih matang baik dalam syair maupun vokalnya. Kemampuan Ebiet berpuisi masih jempolan. Kedalaman makna dan pesan-pesan positif untuk kebaikan yang diisyaratkan begitu kuat.


Esensi syairnya tentang Ketuhanan masih setia pada penjabaran dan tafsir-tafsir Kitab Suci. Namun substansinya tetaplah berdimensi universal, tidak terjebak pada primordialisme sempit. Puisi-puisi cintanya tak tergerus usia. Tetap menggelegak. Ungkapan dan diksinya berkelas sehingga jauh dari kesan bombastis.


Kemampuan vokalnya masih oke. Bening, lewat liukan dan cengkoknya yang khas. Memang vokalnya pada lagu-lagu bertema asmara tidak meledak-meledak layaknya album Camelia 1-4. Ini lebih kalem dan cool. Nada pada syair-syair religinya laksana persenyawaan tembang Jawa dengan alunan pembacaan ayat-ayat suci.


Alhasil, ketika vokal dan syair indah itu menyatu dalam iringan orkestra, terciptalah untaian nada yang nyaman. Sentuhan biola Hendri Lamiri menjadikan beberapa lagu berkesan magis dan membius. Tentu itu tak lepas dari tangan dingin Purwacaraka dan Andre Dinuth sebagai arranger.


Di atas itu semua, album Serenade terwujud berkat kerja keras Abietyasakti, putra sulung Ebiet selaku Executive Producer. Album ini menjadi semacam proyek keluarga, karena intensnya keterlibatan seluruh anggota. Satu-satunya putri Ebiet, yakni Byatriasa Pakarti Linuwih (Yayas), ikut perform mengiringi piano pada dua lagu. Lalu Adera, anaknya yang mengikuti jejak sang ayah sebagai penyanyi, ikut memberikan beberapa masukan.


Catatan lain menyangkut album ini adalah desain dan kemasannya yang eksklusif dan elegan, sehingga menjadikan koleksi ini bercitarasa seni.


Bagi yang setia mengawal perjalanan bermusik Ebiet, menikmati album Serenade serasa menemukan kembali khittah penyair yang kondang dengan musik bertutur ini.


9:20 AM | 0 komentar | Read More

Film Animasi Jepang Gagal Berjaya di Golden Globe

Written By Unknown on Tuesday, January 14, 2014 | 4:46 PM


California - Film animasi Jepang The Wind Rises yang disutradarai Hayao Miyazaki kalah dalam kategori film bahasa asing terbaik di ajang penghargaan Golden Globe.


Penghargaan film yang diselenggarakan oleh Asosiasi Pers Asing Hollywood ini mengumumkan para pemenang edisi ke 71 Penghargaan Golden Globe di Beverly Hills, California, pada hari Minggu waktu setempat.


"The Wind Rises" merupakan salah satu dari lima nomine dalam kategori film bahasa asing terbaik.


Ini merupakan film sutradara Jepang pertama yang masuk daftar nomine dalam 20 tahun terakhir sejak film buatan Akira Kurosawa "Yume," atau "Dreams."


Untuk tahun ini, pemenang penghargaan film bahasa asing terbaik adalah "The Great Beauty" dari Italia.


Penghargaan tertinggi untuk drama terbaik diraih film "12 Years a Slave."


4:46 PM | 0 komentar | Read More

Killers, Film Kolaborasi Indonesia-Jepang Ditayangkan di 8 Negara

Written By Unknown on Monday, January 13, 2014 | 4:46 PM


Film kolaborasi pertama Indonesia dan Jepang, KILLERS, akan rilis di Indonesia tanggal 6 Februari 2014. Film ini digarap oleh dua rumah produksi, NIKKATSU dari Jepang dan GUERILLA MERAH FILMS dari Indonesia.


Sederet nama besar dalam dunia film Indonesia terlibat juga dalam film KILLERS. Seperti, Merantau Films (Gareth Evans, The Raid), DAMN Inc. (yang diprakarsai oleh Daniel Mananta dan rekan-rekan) serta Million Pictures (Negeri 5 Menara).


Selain di Indonesia dan Jepang, FILM KILLERS akan di tayangkan di Amerika Serikat, Prancis, Jerman, Inggris, Turki, Hong Kong, Singapura, Thailand.


KILLERS bercerita tentang Nomura, seorang eksekutif muda Jepang yang sukses tapi ternyata memiliki kegemaran membunuh dan menyebarkan video pembunuhannya melalui jejaring sosial. Di Jakarta, Bayu, seorang jurnalis ambisius yang karirnya sedang di ambang kehancuran karena obsesinya untuk menguak kasus korupsi seorang politikus, melihat video Nomura dan mulai membangkitkan sisi gelap dari dalam dirinya.


Kemudian mereka pun terhubung melalui internet dan disinilah kehidupan dua lelaki ini berkembang menjadi ikatan yang mematikan. Film KILLERS diperankan oleh aktor dan aktris terkenal dari Indonesia dan Jepang seperti Oka Antara, Kazuki Kitamura, Luna Maya, Rin Takanashi dan aktor senior Ray Sahetapy.


4:46 PM | 0 komentar | Read More

Pamela Anderson Nikahi Mantan Suaminya

Written By Unknown on Sunday, January 12, 2014 | 4:46 PM


Jakarta - Model dan aktris berambut pirang Pamela Anderson dikabarkan menikahi kembali mantan suaminya, Rick Salomon. Kabar tersebut dikonfirmasikan Anderson kepada saluran berita hiburan E! News.


Salah satu aktris yang berperan dalam serial "Baywatch" ini mengakui hal ini ketika berjalan di karpet merah untuk acara “Help Haiti Gala” besutan Sean Penn, pada hari Sabtu (11/1) di Los Angeles, AS.


Tampil mengenakan cincin pernikahan bertatahkan batu permata memantik pertanyaan para wartawan. Hingga Anderson mengakui ia menikahi kembali mantan suaminya yang kini berprofesi sebagai produser film.


“Kami sangat bahagia. Keluarga kami sangat bahagia, dan hanya itu yang terpenting,” kata Anderson.


Anderson dan Salomon pernah menikah di bulan Oktober 2007, namun Anderson mengajukan permohonan cerai dalam waktu dua bulan.


Tidak dikabarkan mengenai detail pernikahan kali kedua pasangan ini.


4:46 PM | 0 komentar | Read More

Disetir Industri, Jay Subiakto Prihatin dengan Seniman Muda

Written By Unknown on Saturday, January 11, 2014 | 4:46 PM


Jakarta - Jay Subiakto mengaku khawatir dengan seniman muda atau generasi sekarang yang selalu diatur oleh industri dalam berkarya, entah dalam musik ataupun film. Dengan banyaknya suguhan-suguhan dari industri tersebut, maka banyak karya-karya yang sebenarnya bagus tetapi tidak tereskpos.


"Saya berharap generasi muda mau mencoba untuk berpikir dan juga memiliki idealisme. Karena tidak semua yang kita lakukan untuk uang," ujarnya di sela-sela jumpa pers konser 40 Tahun Erros Djarot Berkarya di Jakarta, Jumat (10/1).


Menurutnya, generasi muda harus bisa memikirkan sesuatu yang original dan baru bila ingin menjadi berkualitas. Dengan begitu, Jay selalu berusaha memberikan yang terbaik dalam pekerjaannya agar masyarakat bisa mengapresiasi yang memang patut diapresiasi.


"Orang Indonesia juga memiliki kecenderungan lebih menghargai karya orang asing. Misalnya bila musisi asing konser di sini dengan musik seadanya dan telat memulai konser, penonton mana ada yang marah-marah. Namun, bila saya yang melakukan kesalahan semua marah-marah. Padahal saya selalu total dalam menggelar konser tidak pernah setengah-setengah," keluhnya.


Dia juga mencontohkan untuk konser 40 Tahun Erros Djarot Berkarya yang sedang dia urus. Jay mengungkap tidak akan menampilkan hingar bingar yang tidak bermutu, seperti yang ada di televisi.


"Bila konser persembahan Mas Erros ini masuk televisi, pasti kita harus menampilkan artis-artis yang lagi ngetop seperti Cherrybelle, JKT 48 atau Wali. Karena televisi kita hanya mementingkan rating," imbuh Jay.


4:46 PM | 0 komentar | Read More

Daniel Mananta Jadi Eksekutif Produser "Killers"

Written By Unknown on Friday, January 10, 2014 | 4:46 PM


Jakarta - Presenter Daniel Mananta semakin melebarkan sayapnya di dunia hiburan. Setelah mencoba bisnis pakaian, kini ia merambah dunia film. Tidak tanggung-tanggung, pria kelahiran 32 tahun silam itu mendapat kesempatan untuk menjadi eksekutif produser.


Ia berkolaborasi dengan sutradara "The Month Brothers" lewat film berjudul “Killers”. Ia menyatakan memang sudah lama tertarik dengan dunia film dan ini merupakan film perdananya.


"Gue hobi banget nonton film. Semua jenis film gue tonton, dari jenis drama sampe horor gue tonton. Beberapa tahun lalu gue dapet skrip film Killers dan gue tertarik banget. Menurut gue film ini terlalu bagus dan sangat sayang untuk nggak dibuat," ucapnya di Jakarta, Rabu (8/1).


Setelah "Killers", mantan VJ MTV  juga akan memproduseri sebuah film lagi. Daniel merasa ini dikarenakan menjadi tantangan baru baginya. Ia merasa cukup puas dengan hasil film ”Killers”, karena berhasil menembus Sundance Film Festival 2014 di Amerika Serikat.


Baginya, mengumpulkan dana untuk membiayai produksi film menjadi tugasnya. Awalnya, Daniel pun merasakan kesulitan ketika harus membuat proyek ini berjalan lancar.


"Rising funding seru juga. Apalagi, kan ini kerjasama dua negara. Tek-tokannya lumayan lama. Bahasa juga jadi tantangan. Lumayan banyak deh tantangannya. Mulai dari cari dana, liat skrip dan ingin segera merealisasikannya. Kebetulan baru buat perusahaan dengan partner, Damn Inc. Dan akhirnya nyari dana, fix dengan Jepang," jelasnya.


Ia merasakan perbedaan ketika berada di depan layar dan saat menjadi orang yang berada di balik kesuksesan sebuah karya. "Gue lumayan deg-degan sih. Proses seru banget. Beda saat gue host. Di depan layar. Beda banget dengan di belakang layar," ujarnya lagi.


Daniel berharap agar filmnya tak hanya ditonton oleh masyarakat Indonesia, tapi juga oleh pencinta film di luar negeri.


4:46 PM | 0 komentar | Read More

Demi Masa Depan, Terry Putri Kini Nyambi Buka Butik

Written By Unknown on Thursday, January 9, 2014 | 4:46 PM


Jakarta - Artis Terry Putri tahu benar bahwa umur kehidupan menjadi seorang entertainer tidaklah panjang. Oleh sebab itu Terry kini punya aktifitas baru, yakni berjualan baju. Tak hanya sendirian, Terry mengandeng istri almarhum Ustad Jefri Al-Buhori, Pipik Dian Irawati dalam menjalankan bisnisnya. Hal itu diungkapkan presenter olahraga di salah satu stasiun televisi itu saat berbincang dengan wartawan di Jakarta, Rabu (8/1).


"Iya, ini ambil bajunya dari Umi Pipik. Sebenarnya bisnis yang handle kakak aku dan dijual secara online," ungkap Terry Putri.


Lebih jauh Terry menjelaskan bahwa tugas yang dia emban bukan hanya mensosialisasikan koleksi baju yang dijualnya, tapi juga menyediakan modal usaha demi kelangsungan usahanya tersebut.


"Jadi semua keuntungan itu aku putar saja dulu, lebih ke saving untuk masa depan. Saya juga kan melebarkan bisnis ke daerah, ya... hitung-hitung mengembangkan daerah saya," lanjutnya.


Untuk meminimalisir tingkat kekecewaan pelanggan, Terry mengaku selalu berusaha untuk memperbaiki metode penjualannya.


"Kecewa pasti ada, karena kan belanjanya lewat online. Kalau mereka komplain kami jelaskan. Kalau yang mereka beli itu apa, seperti yang mereka lihat dalam foto. Lagipula aku jualan baju yang tak terlalu ribet, simpel-simpel saja. So far so good," ujarnya.


4:46 PM | 0 komentar | Read More

Diputar Ulang, Adipati Dolken Ajak Masyarakat Saksikan "Sang Kiai"

Written By Unknown on Wednesday, January 8, 2014 | 4:46 PM


Jakarta - Setelah terpilih menjadi film terbaik Festival Film Indonesia (FFI) 2013, film "Sang Kiai" berhak mendapatkan kesempatan untuk ditayangkan kembali di bioskop-bioskop di Indonesia, pada 9 Januari 2014 mendatang.


Aktor Adipati Dolken, yang berhasil meraih Piala Citra untuk kategori Pemeran Pendukung Pria Terbaik FFI 2013 lewat perannya dalam film tersebut menyatakan, film itu pantas diputar ulang kembali agar masyarakat yang belum sempat nonton bisa melihat kembali tentang kisah perjuangan dan keteladanan KH Hasyim Asy'ari


"Sebagai salah satu pemain film yang berperan sebagai Harun, santri KH Hasyim Asy'ari, saya menilai film ini mensyiarkan soal pentingnya menjaga nasionalisme. Pastinya saya merasa senang kalau film ini diputar lagi. Dengan jadi film yang terbaik, film ini dapat kesempatan istimewa bisa diputar lagi," katanya ketika di Jakarta, Selasa (7/1).


Film hasil karya sutradara Rako Prijanto dibintangi oleh Ikranagara, Cristine Hakim, Adipati Dolken dan Agus Kuncoro tersebut, juga meraih tiga penghargaan dalam kategori lain yakni sutradara terbaik (Rako Prijanto), peran pendukung pria terbaik (Adipati Dolken), dan penata suara terbaik (Khikmawan Santosa, M Ikhsan, Yusuf A Pattawari).


Walaupun akan diputar ulang, Adipati belum mengetahui kapan kira-kira jangka waktu film tersebut dapat bertahan di pasaran. Semua akan dilihat dulu dari banyaknya minat penonton yang menyaksikan film tersebut.


"Makanya saya menghimbau bagi yang belum nonton, ataupun masih ingin nonton lagi sebagai film terbaik 2013, ya besok Kamis adalah jawabannya. Ditonton ya film Sang Kiai. Dijamin gak akan nyesel," ajaknya.


Dengan adanya film ini, insan perfilman Indonesia turut mengingatkan kembali tentang sejarah. Saat diputar kembali, ia berharap film ini bisa menjadi sarana untuk generasi muda sekarang lebih mengenal lagi sosok-sosok pahlawan yang ada di Indonesia.


"Generasi kita lebih mengenal pahlawan internasional daripada kenal pahlawan kita sendiri, karena itu kita butuh mengenalkannya lagi. Banggalah dengan Tanah Air sendiri," tegasnya.



4:46 PM | 0 komentar | Read More

KPI Berikan Teguran Tertulis untuk Program "Yuk Keep Smile"

Written By Unknown on Monday, January 6, 2014 | 4:46 PM


Jakarta - Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) telah memberikan teguran tertulis kepada "Trans TV" terkait program "Yuk Keep Smile" atau YKS yang dinilai telah melakukan pelanggaran Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3 dan SPS) KPI 2012.


Sujarwanto Rahmat selaku Komisioner bidang Pengawasan Isi Siaran KPI Pusat mengatakan, teguran tertulis tersebut diberikan berdasarkan kewenangan menurut Undang-Undang (UU) 32/2002 tentang Penyiaran (UU Penyiaran), pengaduan masyarakat, pemantauan, dan hasil analisis yang dilakukan KPI.


"Program YKS di "Trans TV" telah pelanggaran Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran sehingga kita berikan teguran tertulis yang pertama," kata Sujarwanto Rahmat kepada Beritasatu.com di Jakarta, Senin (6/1).


Dalam isi surat teguran tertanggal 3 Januari 2014 tersebut, disebutkan bahwa program YKS telah melakukan pelanggaran P3 dan SPS pada 9 Desember 2013, yaitu menampilkan gerakan tubuh atau tarian yang mengandung unsur erotis pada lagu "Oplosan", penggunaan pakaian yang minim sehingga mengeksploitasi atau menampilkan bagian-bagian tubuh yang tidak pantas dipertontonkan seperti paha dan/atau bokong, serta pengambilan gambar secara medium shot dan low angle shot sehingga menampilkan bagian bawah tubuh si penari.


Jenis pelanggaran ini menurut KPI dikategorikan sebagai pelanggaran atas penghormatan terhadap nilai dan norma kesopanan dan kesusilaan, perlindungan anak dan remaja, pelarangan program yang mengeksploitasi bagian tubuh dan menampilkan gerakan erotis, penggolongan program siaran, dan ketentuan siaran langsung.


KPI Pusat juga kembali menemukan adanya pelanggaran pada 20 Desember 2013, karena adanya goyangan Sazkia Gotik yang erotis dan mengeksploitasi atau menonjolkan bagian tubuh yang tidak pantas ditampilkan.


Tayangan tersebut menurut KPI Pusat telah melanggar P3 Pasal 9, Pasal 14, Pasal 16, Pasal 21 Ayat 1, Pasal 47 Ayat 1 dan 2, dan SPS Pasal 9, Pasal 15 Ayat 1, Pasal 18 huruf h dan i, Pasal 37 Ayat 1, 2, 4 huruf a dan f.


"Saat ini memang baru teguran pertama. Kalau masih melanggar, akan kami berikan teguran kedua. Namun apabila masih melanggar lagi, sanksi yang diberikan berupa penghentian program sementara setelah sebelumnya kita berikan kesempatan untuk melakukan klarifikasi," terang Sujarwanto.


Tentang adanya anggapan bahwa KPI kurang tegas dalam memberikan sanksi terhadap tayangan yang dianggap masyarakat tidak bermoral, Sujarwanto punya penjelasannya.


"Bukan soal memberi teguran atau tidak, karena KPI kan berpegang pada Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran. Kalau tidak ada yang dilanggar dalam undang-undang tersebut, tentunya kami tidak bisa memberikan teguran atau pun sanksi," jelas dia.


Apalagi menurut Sujarwanto, aturan-aturan yang dibuat KPI memang belum sampai menjangkau pada kualitas atau mutu program televisi. "Misalnya ada acara lawakan yang dianggap masyarakat tidak bermutu, kalau acara ini tidak melanggar Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran, ya tidak bisa kita tegur atau kita berikan sanksi. Karena memang undang-undang kita belum sampai bicara pada kualitas dan mutu program," tegas dia.


Desakan agar tayangan YKS dihentikan memang semakin kuat pasca munculnya petisi yang dibuat Rifqi Alfian di situs www.change.org.


Hingga Senin (6/1) siang, petisi online tersebut sudah ditandatangani lebih dari 31.000 orang sebagai bentuk dukungan mereka agar tayangan YKS dihentikan.


4:46 PM | 0 komentar | Read More

Soal Rencana Jadi Capres, Rhoma Irama Merasa Tak Perlu Bermetamorfosis

Written By Unknown on Tuesday, December 31, 2013 | 4:47 PM


Jakarta - "Raja Dangdut" Rhoma Irama mengaku optimistis terkait rencana pencalonannya sebagai Presiden Republik Indonesia. Apalagi Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar juga telah menegaskan keseriusan pihaknya untuk mengusung Rhoma sebagai calon presiden pada Pemilu 2014.


"Tentunya harus optimistis, kalau pesimistis ya jangan maju," kata Rhoma Irama saat ditemui di Hotel Kartika Chandra, Jakarta, Senin (30/12) malam.


Kepastian apakah nantinya Rhoma Irama yang akan dijadikan capres oleh PKB sebetulnya masih menunggu hasil survei. Karena selain Rhoma, juga masih ada nama lain yang diusung PKB, yakni Mahfud MD.


Rhoma yang berlatar belakang penyanyi dangdut dan ulama ini juga merasa tak perlu bertransformasi ke dunia politik terkait rencana pencalonannya tersebut.


"Buat saya politik, agama dan seni itu three in one, jadi saya tidak perlu bermetamorfosis dari seni ke politik. Sejak tahun 1977, saya juga sudah terjun ke dunia politik, jadi sebenarnya bukan hal yang baru," tegas penyanyi kelahiran Tasikmalaya, 11 Desember 1946 itu.


4:47 PM | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger