Perjuangan Eddie Redmayne Jadi Aktor Terbaik

Written By Kome land on Monday, February 23, 2015 | 4:46 PM


Sejak musim penghargaan di Amerika bergulir, satu nama yang menjadi perhatian industri film Hollywood. Dialah Eddie Redmayne. Pria asal Inggris Raya dibanjiri penghargaan dan piala untuk akting cemerlangnya dalam film "The Theory of Everything".


Kepiawaian Redmayne memerankan tokoh fisikawan Stephen Hawking dipuji. Dalam ajang Golden Globes 2015, Redmayne membawa pulang Piala untuk kategori Aktor Terbaik. Demikian pula di penghargaan Screen Actors Guild Awards, pria bermata hijau ini berhasil meraih penghargaan Aktor Terbaik. Untuk di negaranya sendiri, Redmayne juga diapresiasi oleh British Academy of Film and Television Arts sebagai Aktor Terbaik.


Di ajang paling bergengsi, Academy Award yang digelar hari ini, Senin (23/2) atau Minggu malam (22/2) waktu Los Angeles, nama Redmayne menggema saat diumumkan sebagai pemenang untuk kategori Aktor Terbaik. Padahal, saingannya di kategori ini tergolong berat, Steve Carell di film "Foxcather", Bradley Cooper di film "American Sniper", Benedict Cumberbatch di film "The Imitation Game" dan Michael Keaton di film "Birdman".


Dalam sebuah wawancara, Redmayne mengungkapkan bahwa tidak mudah untuk memerankan sosok Hawking yang menderita penyakit kelainan sensor motorik. Redmayne berjuang agar bisa semirip mungkin menampilkan pencetus teori Black Hole.


“Saat kau pada akhirnya mendapatkan tawaran tersebut, kamu akan masuk dalam momen euforia. Namun kemudian kamu akan gila selama setahun (untuk memerankan Hawking),” kata pria berusia 33 tahun yang pernah satu sekolah dengan Pangeran Williams.


Untuk memperdalam perannya, Redmayne sempat bertemu dengan Stephen. Pertemuan dengan Stephen menjadi pertemuan yang kaku, saat Redmayne mencoba mengatakan kesamaan antara dirinya dengan Stephen.


Setelah pertemuan itu, Redmayne mendapatkan gambaran tentang sosok Stephen. Tidak berhenti di situ, Eddie terus melakukan riset tentang Stephen selama empat bulan. Redmayne menonton film dokumenter tentang Hawking dan banyak belajar banyak soal perubahan demi perubahan yang dialami Hawking akibat penyakitnya.


Pada awal proses pengambilan gambar, Redmayne pun sempat kehilangan berat badan. Saking terbebaninya dengan niatan untuk sesempurna mungkin memerankan Hawking, Redmayne tidak tidur selama sembilan bulan.


“Saya tidak tidur selama sembilan bulan,” kata Eddie.


Selama proses syuting, Redmayne harus melakukan satu adegan dimana ia jatuh saat berlari. Redmayne mengungkap tangannya diikat dan kemudian ia menjatuhkan diri ke tanah sintensis. Adegan inipun mendapat pujian oleh aktris "The Hunger Games", Jennifer Lawrence. Semua yang dilakukan oleh Redmayne berbuah manis dengan banyaknya penghargaan yang ia terima. Di luar kehidupan keartisannya, Redmayne kerap menghabiskan waktu dengan bermain piano dan melukis.


“Saya main piano. Di saat-saat tertentu saya juga berpura-pura melukis. Tapi saya buruk dalam hal ini Namun waktu kosong adalah kenikmatan yang luar biasa. Saya bisa membaca buku yang tidak berhubungan dengan pekerjaan saya,” kata Redmayne.


Tak hanya itu, Redmayne diam-diam hobi menyaksikan drama seri dan reality show seperti "The Real Housewives", "The Hills", "Audriana and Whitney".


“Saya menonton mereka hanya untuk memastikan bahwa mereka melakukan (akting) dengan baik,” Redmayne memberikan pembelaan atas hobinya menonton reality show.


Penulis: Rizky Amelia/MUT


Sumber:Berbagai sumber


Anda sedang membaca artikel tentang

Perjuangan Eddie Redmayne Jadi Aktor Terbaik

Dengan url

http://householdfinancialproblems.blogspot.com/2015/02/perjuangan-eddie-redmayne-jadi-aktor.html

Anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya

Perjuangan Eddie Redmayne Jadi Aktor Terbaik

namun jangan lupa untuk meletakkan link

Perjuangan Eddie Redmayne Jadi Aktor Terbaik

sebagai sumbernya

0 komentar:

Post a Comment

techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger